Something inside my minds

Archive for April 16th, 2007

Perbandingan Anggaran Laptop – Studi Banding DPR

Posted by dnux on April 16, 2007

Anggaran pembelian laptop : 12.5 Milyar.

Anggaran studi banding : 19.783 Milyar.

Dulu kelihatannya dewasa ‘n bijax banget gitu waktu ngomong “mending uang laptop dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat“, lha ternyata uang yang di pake buat studi banding malah lebih besar dari pembelian laptop. Gimana sih ..

Jadi untuk menghabiskan sisa anggaran tahun berjalan, daripada dibilang keranjingan Tukul, maka anggota DPR lebih milih jalan-jalan ke luar negeri biar kelihatan intelek. Padahal katanya sih dari beberapa program yang akan dibicarakan, ada yang sudah tidak relevant & significant lagi diperlukan untuk ketok palu UU tertentu.

Lagian, daripada repot2 jalan2 buat studi banding gitu kan mending teleconference, atau cukup nanya mbah Goegle atau nanya mas Yahoo saja buat cari informasi. Inget, uang yang dipakai itu uang rakyat lo … amanah Allah SWT.

Posted in hilangnya amanah | Leave a Comment »

Imam Nawawi tidak Usholi ?

Posted by dnux on April 16, 2007

Ketenaran Imam Nawawi sebagai “pewaris sah” dari madzab Syafi’i (disamping Imam Rofi’i atapun al-Ghozali) membuat beliau menjadi sumber baik untuk ber-taqlid dalam bidah fiqh ataupun bagi yang berusaha “membongkar” kesalahan kaum syafi’iyah sekarang (NU, dll) dalam melaksanakan amalnya.

Termasuk yang menjadi pembicaraan adalah “Apakah niat dalam sholat itu di jahr (diucpakan dg jelas) kan atau tidak (hanya niat saja)”. Sebagian orang atas nama Imam Nawawi mengatakan tidak dijahrkan seperti di artikel ini. Namun, fakta membuktikan bahwa sebanarnya imam Nawawi itu memfatwakan bahwa

Niat itu dengan hati dan DIMANDUBKAN bertutur (i.e. berlafaz) sebelum takbiratul ihram.

demikian menurut beliau dalam  “Minhajuth – Tholibin” mukasurat 9, Bab Sifat ash-Sholah. Ini juga bukan saya yang baca loh, cuman ngutip dari http://bahrusshofa.blogspot.com/2006/05/imam-nawawi-tidak-usolli.html. Maklumlah, diriku ini kan juga bisanya cuman ngikut saja (muqolid saja). Tapi nggak takliq buta, selalu berusaha mencari ke sumber pertama dari pendapat itu atau setidaknya dari sumber terdekat dari sumber tersebut.

Lalu bagaimana menyikapi penggunaan usholi dalam sholat :

  1. Jangan menganggap bahwa usholi itu bid’ah atau tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW. Inget : tidak semua perbuatan syar’i itu semata mata harus karena dilakukan oleh Rasulullah. Perbuatan syar’i itu bisa digali lebih jauh dari penggalian dalil dzoni baik dari dilalah nash ataupun dilalah iqtidha ataupun qiyas baik qiyas jali ataupun qiyas khafi.
  2. Melafadzkan usholi itu tergantung keadaan saja. Niat dalam hati sebenarnya sudah cukup. Dilafadzkan juga tidak apa apa, terutama agar bisa mendapatkan khusu’ dari start sholat. Dan Jangan terlalu maksa juga dalam berusholi .. Terlebih bila sudah masbuq, maka wajib untuk segera menyusul gerakan sholat sang imam, dan juga jangan nambah telat berjamaah karena sibuk berusholi ria ..

Posted in fiqh keseharian | 2 Comments »

Tentang Hukum Foto Kepala Manusia

Posted by dnux on April 16, 2007

Dalam masalah fotografi ini, ada sekelompok orang yang terlalu fanatik pada pendapatnya dan bahkan terkesan memaksa pendapatnya itu pada orang orang diluar kelompoknya. Mereka sangat tidak suka bila ada iklan tentang majelis ta’lim yang memajang foto manusianya baik laki2 atau perempuan. Mereka jahil dengan mencorat coret gambar tersebut karena beranggapan bahwa menempel foto itu adalah perbuatan mungkar. Padahal yang dipasang disana adalah foto akhwat berjilbab atau ikhwan berjenggot juga, bukan foto tamara, inul atau david beckham.

Sebenarnya sebelum membahas apakah memajang foto itu diperbolehkan, maka kita sepakati dulu “apakah gambar/lukisan kepala manusia itu boleh dipasang atau tidak“. Jadi jangan membicarakan masalah fotografi dulu, tapi sepakati dulu apakah objek kepala atau bagian tubuh manusia itu boleh digambar/dilukis dan dipajang atau tidak ? Kalau si kelompok “mau menang sendiri” itu ngomong tidak boleh, ya berarti masalahnya bukan di fotografinya, tapi pembahasan tentang hukum melukis/menggambar bagian tubuh manusia.

Saya berpegangan pada pendapat jumhur (sebagaimana pendapat Al-Alamah Ibnu Hajar, dll) bahwa hukum melukis atau menggambar “bagian” tubuh manusia itu tidak apa apa, tapi saya lebih suka bila tidak menggambar kepala atau mencoba menggambar secara detail atau utuh. Saya hanya suka sketsa saja.

Kalau ada yang “ngotot” bahwa itu tidak boleh, berarti yang “ngotot” itu merasa lebih jago dari Syaikh Ibnu Hajar yang para muhaditsin mutaakhir pun sepakat atas ke’aliman beliau. Berpendapat lain itu boleh saja mas, tapi jangan “ngotot” apalagi “maksa” atau malah “neror” sesama muslim lainnya.

Posted in fiqh keseharian, pencerahan | Leave a Comment »

Manusia itu Bukan Hewan Berfikir

Posted by dnux on April 16, 2007

Waktu SMA dulu, aku punya kucing yang “relatif” nakal, meski sebenarnya nakalnya masih dalam ukuran wajar bagi seekor kucing. Bu-Dhe sudah berusaha keras menjaga ketat agar makanan2 di meja tidak dicuri, tapi si Kucing ini tetep saja berhasil mencuri ikan bandeng tersebut. Walhasil, si mbakyu saking jengkelnya langsung memaki “Ooo .. duasar uasuu (anjing)….”

Coba, pikir2 kira kira mau nggak kucing itu dimaki sebagai anjing .. kalau aku sebagai kucing itu tentunya nggak mau .. sebab sudah tentu kucing merasa jatuh kehormatannya sebagai kucing & tidak mau dianggep mengalami semacem “krisis identitas” gitu ..

Nah, tentu aku juga tidak mau dianggep sebagai hewan sebagaimana dikataken oleh sebagian ilmuwan yang mengatakan bahwa manusia itu seperti binatang, namun memiliki kelebihan dari hewan berupa kesempurnaan otak. Sedangkan hewan — termasuk paling cerdas pun (paus, anjing, dll) — otaknya masih belum sempurna. Lalu pertanyaanya adalah : apakah bila anjing itu direkayasa genetik lalu memiliki otak sesempurna manusia lalu bisakah maqom-nya naik menjadi selevel manusia ? Duduk bareng2 di meja makan berbagi piring ? hehehe .. nggak mau lah yaw.

Dari segi jasmani memang yang namanya manusia dan hewan beberapa memiliki ciri sama yang berbeda karakteristik fisiknya dan spesifikasi fungsinya. Namun sebenarnya semuanya ditujukan untuk sama sama memenuhi kebutuhan pemenuhan needs fisik (makan, minum, bertarung, kawin, etc). So, dari sisi sini memang ada kesamaan.

Gambaran otak Manusia

Dari segi otak, sebagian hewan juga memiliki kemampuan yang sama dalam analisa fakta dan resolusi tindakan. Tidak semua hewan itu “tidak cerdas”. Diantara mereka ada yang memiliki kemampuan untuk mengola fakta menjadi sebuah tindakan, tidak semata mata langsung bergerak karena naluriah (nafsu) semata. Mereka bergerak dengan menganalisa resiko. Hanya memang manusia karena “otaknya telah sempurna”, maka manusia lebih bisa menganalisa fakta agar bisa bertindak dengan cermat, memperhitungkan resiko dan lain sebagainya secara lebih mendalam.

Kelebihan manusia lainnya adalah bahwa manusia bisa “membentuk peradaban”. Melakukan re-enginering terhadap setiap hal yang telah ditemukan sehingga peradabannya selalu bergerak maju. Hewan tidak begitu, dari jaman nabi adam sampai sekarang ya gitu gitu saja .. membentuk komunitas static namun tidak membentuk budaya atau apalagi peradaban. Inilah perbedaan nyata antara manusia dan hewan akibat “kesempurnaan” otak manusia.

Jadi kesimpulannya : Manusia bukan Hewan. Atau Manusia juga bukan hewan berfikir, karena anjing pun bisa berfikir. Sebagai buktinya, sekarang-pun disediakan test IQ untuk anjing dan juga test IQ untuk kucing. Ini semua menunjukkan bahwa hewanpun bisa berfikir, sehingga absurdlah pandangan bahwa manusia itu adalah hewan berfikir.

Manusia adalah mahluk sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT, dibentuk oleh tangan-Nya dan dimuliakan oleh-Nya dengan meniupkan “ruh” kepada setiap insan, bukan hewan.

Wassalam.

Baca juga : EQ Bukan Pembeda Manusia – Hewan

Posted in pencerahan | Leave a Comment »