Puisi : Rindu Kekasih di Taman yang Hijau
Posted by dnux on April 3, 2008
Duhai kekasihku Muhammad alMustafa
kekasih segenap penghuni alam
dan kekasih Sang Penguasa Segenap Alam hingga ke penjurunya,
jangan bayanganmu semakin memburam
tersamarkan oleh debu debu badai di dunia yang fana
sungguh aku tak mau terjatuh dalam fatamorgana
jangan kau berhenti
mengajakku tertatih melewati jalan terjal mendaki
jalan yang kau tapaki untuk menggapai ilahi
dengan basah peluh, darah, dan doa
yang tak pernah sedikitpun kau terlelah kala melewati jalan itu
Ajak aku,
atau tariklah rantai yang membelenggu leherku
walau kuterseret, terhempas dan tertindas
biarlah ..
kan kuciumi setiap tanah yang pernah kau lewati
ku takkan peduli setiap kafilah yang berlalu
disini, di tempat kuberpijak
harum aroma nafasmu makin tak terjangkau mereka
yang tertipu busuk bangkai syahwat
yang menyengat dan menyesakkan setiap dada dan fikiran.
Siapa yang menghirupnya apatah lagi menyentuhnya
pasti akan terhalunisasi pula oleh kemilau emas permata
lalu tejerembab kakinya di lumpur yang pekat
terperosok jiwanya dalam nikmat dusta yang menjebak
tak kan bisa berdiri kecuali tergontai
tak kan mampu melihat jalan hakekat
dan bila demikian,
lalu bagaimana aku bisa mengejar larimu ?
atau gegas gegap jalan para sahabatmu ?
yang kini tengah beristirahat dalam suka cita di pinggir telaga
di taman hijau, di bawah ‘arsy
sementara rinduku telah berlari mendahuluiku
oh engkau diriku dan juga nafsuku
yang meraung melolong dalam raga yang hampa
yang merindu teduhnya rembulan,
kan kubawa kau esok ke padang para salihin dan para muqorobin
yang memenuhi harinya dengan indahnya taqwa
atau kubawa kau esok ke padang para ksatria,
bila kau tak sanggup menahan setiap hasrat yang menggelora
atau tak mampu bertenang dalam masa penantian
setiap mendengar jeritan mereka yang terlindas zaman
Kan ku pinta izin kepada Allah Sang Pemilik Segala Ketetapan
agar ruhmu diperkenankan melayang dalam damai, menembus semesta
menyusul kekasihku,
Muhammad alMustafa
dnux – 03/04/08