Something inside my minds

Hukum meletakkan AlQuran di Lantai / Tanah

Posted by dnux on March 4, 2013

Hukum Meletakkan AlQuran di Tanah/Lantai menurut Syaikh Utsaimin & Bin Baz + Hukum Menghormati Mushaf AlQuran oleh Imam Nawawy dalam Kitab Tibyan …

Hukum meletakkan AlQuran di Lantai (1)

Jawaban Syaikh Utsaimin

مما لا شك فيه أن القرآن كلام الله عز وجل تكلم به سبحانه وتعالى ونزل به جبريل الأمين على قلب رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنه يجب على المسلم احترامه وتعظيمه ولهذا لا يجوز للمسلم أن يمس القرآن إلا وهو طاهر من الحدثين الأصغر والأكبر ولا يجوز أن يوضع القرآن في مكان يكون فيه إهانة له وأما وضع القرآن على الأرض أثناء السجود للمصلى فلا بأس بذلك لأنه ليس فيه إهانة لكنه يجب أن يبعد عن ما يقرب من القدمين بمعنى أنه لا ينبغي بل لا يجوز أن يضعه الإنسان عند قدمه وهو قائم مثلا وإنما يجعله بين يديه أو قدام موضع سجوده كذلك أيضا لا يجوز أن يوضع بين النعال كما لو كان الناس يضعون نعالهم في مكان فيأتي هذا الإنسان ويضعه بين النعال فإن هذا لا يجوز لأنه إهانة للقرآن الكريم.

Terjemah bebas :  Tidak diragukan lagi bahwa AlQuran adalah kalamullah azza wajalla dimana Allah SWT berkalam dan menurunkannya melalui Jibril AS kepada rasulullah SAW dan bahwasanya wajib atas umat Islam untuk menghormati dan mengagungkannya. Karena itu maka tidak boleh bagi umat Islam untuk memegang AlQuran kecuali dia telah suci dari hadats kecil apalagi dari hadats besar. Tidak diperbolehkan juga untuk meletakkan AlQuran di tempat yang menyebabkan kehinaan padanya. Sedangkan meletakkan AlQuran ketika sujud (sedang sholat) maka tidak mengapa, sebab hal itu bukan bentuk penghinaan. Akan tetapi wajib bagi dia untuk menjauhkan agar pelewat dari AlQuran yang diletakkan di lantai tsb. Bahkan tidak boleh seorang menempatkan AlQuran dikakinya sedangkan dia berdiri, seharusnya dia letakkan didepannya atau didepan tempat sujudnya. Demikian juga tidak boleh untuk meletakkan AlQuran ditempat sandal yang biasanya orang orang meletakkan sandalnya disitu. Sebab hal ini merupakan bentuk dari penghinaan kepada AlQuran. Sumber : http://www.nquran.com/index.php?group=view&rid=2379

Hukum meletakkan AlQuran di Lantai (2)

Jawaban Syaikh bin Baz :

وضعه على محل مرتفع أفضل مثل الكرسي أو الرف في الجدار ونحو ذلك مما يكون مرفوعاً به عن الأرض، وإن وضعه على الأرض للحاجة لا لقصد الامتهان على أرض طاهرة بسبب الحاجة لذلك ككونه يصلي وليس عنده محل مرتفع أو أراد السجود للتلاوة فلا حرج في ذلك إن شاء الله، ولا أعلم بأساً في ذلك، لكنه إذا وضعه على كرسي أو على وسادة ونحو ذلك أو في رف كان ذلك أحوط، فقد ثبت عنه صلى الله عليه وسلم عندما طلب التوراة لمراجعتها بسبب إنكار اليهود حد الرجم طلب التوراة وطلب كرسياً ووضعت التوراة عليه وأمر من يراجع التوراة حتى وجدوا الآية الدالة على الرجم وعلى كذب اليهود. فإذا كانت التوراة يشرع وضعها على كرسي لما فيها من كلام الله سبحانه، فالقرآن أولى بأن يوضع على الكرسي؛ لأنه أفضل من التوراة. والخلاصة أن وضع القرآن على محل مرتفع ككرسي، أو بشت مجموع ملفوف يوضع فوقه، أو رف في جدار أو فرجة هو الأولى والذي ينبغي، وفيه رفع للقرآن وتعظيم له واحترام لكلام الله، ولا نعلم دليلاً يمنع من وضع القرآن فوق الأرض الطاهرة الطيبة عند الحاجة لذلك

Terjemah bebas : Lebih utama untuk meletakkan di tempat yang tinggi seperti di atas kursi, rak yang menempel di dinding, atau yang semisalnya dari tempat yang tinggi di atas tanah/lantai. Karena meletakannya di atas tanah yang bersih untuk suatu keperluan tanpa bermaksud menghinanya semisal ketika sholat lalu dia meletakkanya letakkan dilantai dan bukan ditempat yang tinggi atau karena dia ingin sujud tilawah maka hal tsb insyaAllah tidak mengapa. Namun lebih amannya adalah meletakkan AlQuran di atas kursi, bantalan atau semacamnya atau diatas rak. Sesungguhnya telah tercatat bahwa ketika Rasulullah SAW meminta seorang Yahudi untuk mendatangkan taurat untuk direview karena para Yahudi mengingkari hukum rajam maka beliau meminta agar taurat itu diletakkan di atas kursi dan memerintahkan yahudi tsb untuk mereviewnya hingga akhirnya ketemu ayat yang menunjukkan kewajiban rajam dan yang sekaligus menunjukkan kebohongan yahudi tersebut. Jadi bila taurat saja disyariatkan untuk diletakkan diatas kursi karena disana ada kalamullah SWT maka Al-Quran tentu lebih utama lagi untuk diletakkan diatas kursi karena AlQuran lebih utama dari Taurat. Kesimpulannya : meletakkan AlQuran di tempat yang tinggi seperti kursi, atau di atas rak di dinding atau di celah dinding tersebut, maka hal tsb lebih utama dan sudah semestinya dilakukan karena meninggikan (letak) AlQuran tsb menunjukkan pengagungan dan penghormatan kepada kalamullah SWT. Dan saya tidak mengetahui dalil yang melarang untuk meletakkan AlQuran diatas tanah yang bersih dan baik bila memang ada kebutuhan.

Sumber : http://www.binbaz.org.sa/mat/2071

Kewajiban Umum untuk Menghormati AlQuran

Imam Nawawy dalam Tibyan fii Adab Hamalatil Quran bab  Adab Terhadap AlQuran dan Menghormati Mushaf :

فصل: أجمع المسلمون على وجوب صيانة المصحف واحترامه قال أصحابنا وغيره: ولو ألقاه مسلم في القاذورة والعياذ بالله تعالى صار الملقي كافرا قالوا ويحرم توسده بل توسد آحاد كتب العلم حرام ، ويستحب أن يقوم للمصحف إذا قدم عليه ، لأن القيام مستحب للفضلاء من العلماء والأخيار ، فالمصحف أولى ، وقد قررت دلائل استحباب القيام في الجزء الذي جمعته فيه ، وروينا في مسند الدرامي باسناد صحيح عن ابن أبي مليكة (أن عكرمة بن أبي جهل رضي الله عنه كان يضع المصحف على وجهه ، ويقول: كتاب ربي كتاب ربي)       

Terjemah bebas: Telah menjadi ijma’ umat Islam atas kewajiban untuk memelihara dan menghormati mushaf serta selainya (pen : hal2 yang mengandung ayat AlQuran). Bila seseorang muslim melemparkan mushaf kedalam kotoran – kami berlindung dari melakukan hal itu – maka seketika itu juga dia menjadi kafir (terhukumi murtad). Haram juga untuk menjadikan mushaf sebagai sandaran (bantal) dan demikian juga haram menjadikan kitab2 ilmu sebagai sandaran (bantal)

Dan disunnahkan untuk berdiri bila menerima mushaf, sebab berdiri juga disunnahkan untuk menghormati ulama maka berdiri untuk menerima AlQuran tentu lebih utama daripada berdiri menghormati ulama. Saya telah banyak menybutkan dalil-dalil tentang berdiri untuk masalah berdiri ini. Dan disampaikan kepada kita dalam Sunan Ad-Darimy riwayat sahih dari Abu Malikah bahwasanya ‘Ikrimah bin Abi Jahal pernah menaruh mushaf diatas kepalanya sambil berkata : Kitab Tuhanku, kitab Tuhanku ….

Kesimpulan : memang tidak mengapa untuk sementara meletakkan AlQuran di lantai atau ditempat rendah bila ada kebutuhan semisal untuk sholat atau untuk sujud tilawah, namun seharusnya :

(1) bagi yang hendak sholat atau sujud tilawah hendaknya mencari tempat yang tinggi dulu sebelum akhirnya terpaksa meletakkannya di lantai

(2) jangan meninggalkannya ditanah atau ditempat yang rendah setelah selesai sholat dll

(3) bila anda lewat dan tahu ada AlQuran yang diletakkan di lantai atau dibawah kaki, maka letakkanlah AlQuran tsb ketempat yang lebih tinggi Wallahu a’lam

 

Pertanyaan 1 :

Saat ini banyak hp/tablet yg didalamnya ada AlQuran ? Apakah tidak boleh meletakannya di tanah ?

Jawab :

hp/tablet bukanlah AlQuran, didalamnya ada berbagai aplikasi lainnya semisal game, finansial, office ataupun kamera, pemutar lagu/video dll. Tentu kita tidak akan mengatakan hp/tablet itu sebagai kamera, radio, game console dsb. Jadi hp/tablet adalah barang tersendiri yg multiguna

Solusinya menurut saya adalah : ketika hendak meletakkan hp/tablet di tanah pastikan applikasi AlQurannya sudah ditutup.

Demikian. Bila ada jawaban lain silahkan dibagi dg kami …

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 953 other followers

%d bloggers like this: