Something inside my minds

Archive for the ‘aqidah’ Category

Ketika moderator dialog cawapres adalah seorang tokoh sekuler

Posted by dnux on June 26, 2009

ini adalah pada saat dialog cawapres pada tanggal 23 Jun 09 yang dimoderatori oleh Komarudin Hidayat

Pertanyaan saya (moderator) berkisar antara hubungan agama & negara. Ada satu pandangan bahwa pertama indonesia masyarakatnya dikenal religious. agama tanpa instrumen politik negara lemah sulit melakukan perubahan sehingga hub agama & politik begitu kental.

Tapi persoalannya, ketika agama masuk pada wilayah politik itu menimbulkan ketidak sehatan. Kadang kadang pembusukan. Agama dipolitisir lalu politik di agamakan. Dan situasi menjelang pemilu atau apa saja itu nampak sekali. Nah nampaknya kita belum punya format bagaimana mestinya hubungan negara dan agama. Apakah agama itu diatas negara, atau agama dibawah (subordinate), atau agama disamping. Karena agama itu bersifat abosult sacral sementara negara itu rasional dan profane. Ketika dua duanya digabungkan selalu menimbulkan masalah.

Nah menurut sodara, kira-kira bagaimana memposisikan agama dan negara ?

——————-

Nampak sekali kesekulerannya memaksakan suatu pandangan “agama itu bersifat abosult sacral sementara negara itu rasional dan profane” untuk memisahkan antara agama dan keduniaan (negara). Agama itu adalah benda sakral yang tidak boleh masuk dunia yang kotor. Agama itu adalah benda ghoib (irasional atau setidaknya supra rasional) sementara dunia itu adalah rasional. Lebih fatal lagi adalah opini yang dipaksakan “Ketika dua duanya digabungkan selalu menimbulkan masalah

——————-

Kritik atas statement si moderator yang berbahaya kalau di iyakan :

1. Apakah agama itu absolut ?

a. Jawaban = iya dalam pengertian aqidah. Aqidah tidak boleh ditawar tawar b. Jawaban = tidak dalam pengertian bahwa ada bagian dari agama kemungkinan untuk berbeda diantaranya adalah masalah tatacara ibadah, muamalah dll

2. Apakah agama itu sakral ?

a. Jawaban = iya untuk pengertian alQuran sebagai sumber utama agama Islam adalah kalam Allah SWT, harus memegang dalam keadaan suci dari hadats kecil ataupun besar

b. Jawaban = tidak untuk pengertian bahwa agama juga mengatur hal tetek bengek seperti thoharoh dari hadats besar dan hadats kecil

3. Apakah agama itu tidak rasional ?

a. Jawaban = (1) iya kalau itu untuk selain Islam. (2) untuk beberapa bagian dari agama seperti cara sholat dll. Itu harus ngikut saja gak usah dicari cari alasannya mengapa sholat subuh itu 2 rokaat dll

b. Jawaban = tidak dalam hal aqidah Islam. semua bisa dibuktikan dengan akal/rasio atau sesuatu yang dipastikan kebenarannya menurut rasio. Demikian juga hukum Islam bisa dipahami secara rasional. Larangan riba bisa dichalange effet dan deffectnya

4. Apakah negara itu profan ?

a. Jawaban = iya kalau negara itu tidak memang berdasar agama tertentu sehingga kehilangan panduan bagaimana bernegara yang benar menurut agama

b. Jawaban = tidak yaitu bahwa negara itu masuk dari bagian agama. Seperti kata imam Ghozali : negara dan agama adalah saudara kembar.

5. Apakah agama dan negara itu kalau digabungkan selalu menimbulkan masalah ?

TIDAK ! (tidak ada kemungkinan jawaban iya). yang disoroti orang2 sekuler seperti komarudin hidayat hanya kasus kasus kedzoliman negara kepada masyarakat atas nama agama. Padahal apapun landasan negara itu, baik itu agama atau non agama sperti komunisme dan demokrasi, selalu terjadi pendzaliman atas nama dasar negara tersebut.

Lihatlah betapa atas dasar sosialis maka uni soviet melarang orang untuk menjalankan ritualnya. Artinya sosialis pun menyebabkan penzaliman warganya. Demikian juga turki atas nama sekulerisme maka Mustafa Kemal memaksa simbol simbol agamapun diberangus dan adzan pun tidak boleh dikumandangkan dalam bahasa arab.

Lihat pula atas nama demokrasi dan HAM maka amerika menghajar Iraq, Afghanistan, Somalia, dsb. Tengok pula bagaimana praktek penerapan Islam sebagai landasan dan hukum negara tidak pernah menjadi masalah kecuali sekedar perebutan kekuasaaan diantara pembesar2 kerajaan. Sedang rakyatnya selalu gemah ripah loh jinawi.

Terbukti bahwa landasan apapun itu dalam sebuah negara maka sangat mungkin terjadi penzaliman. Jadi statement bahwa agama dan negara kalau digabungkan itu selalu menjadi masalah adalah pertanyaan ambigu moderator sekuler untuk penggiring agar yang ditanya menyetujui pendapat sekulernya untuk menjauhkan agama dari negara dengan menutupi fakta baha sebenarnya bahwa hubungan dasar negara (agama atau ideologi apapun ) dengan negara itu sendiri bisa menimbulkan masalah bagi warganya.

Lha herannya kok yang ditanya mantuk mantuk saja yah ? apakah mereka setuju dengan statement moderator ? wallahu a’lam ..

Wassalam

dnux

Posted in aqidah, pandangan politik, pencerahan | Leave a Comment »

Muhasabah : Mari Berhijrah dengan Serius

Posted by dnux on December 28, 2008

Genap 30 tahun kita melewati gerbang abad 15 H, suatu abad yang dahulu didengungkan oleh para ulama, pemikir, tokoh di seluruh dunia islam sebagai abad kebangkitan Islam, namun hingga kini umat Islam masih terjajah secara politik, sosial, ekonomi, budaya, militer dan lain sebagainya. Hijrah menuju keadaan yang lebih baik seakan masih jauh dari jangkauan ketika yang terjadi justru semakin banyaknya penguasa komprador yang ikhlas mengekor langkah Barat bahkan di Timur Tengah sendiri.

Hijrah menuju masyarakat Islami juga masih jauh tergambar di Indonesia. Meski pada era 90- gelora kebangkitan Islam mulai nampak di dunia politik sosial budaya, namun Islam masih tetap dianggap sebagai hantu ideologis yang harus diusir dari dunia nyata. Hal itu terlihat jelas dari sikap alergi para praktisi politik, ekonomi, sosial, hukum, pemerintahan dan keamanan untuk membicarakan kembali Piagam Jakarta ataupun isu Syariat Islam bagi Indonesia .

Sikap tersebut juga masih tampak di kalangan aktivis Islam itu sendiri. Meski telah 10 tahun umat Islam terlepas dari pemerintahan Orba yang represif terhadap Islam, namun belum banyak yang berani menyodorkan Islam sebagai solusi kemasyarakatan dan kenegaraan. Keberanian baru nampak ketika ada  isu terkait masalah aqidah (kristenisasi, nabi palsu dll) atau terkait isu penyakit sosial kambuhan (judi, miras, pelacuran dll). Jarang sekali aktivis baik itu ulama atau tokoh ormas Islam yang mengkritik undang undang sekuler kapitalis, yang justru merupakan biang terjadinya seluruh penyakit aqidah, akhlaq, ekonomi, sosial kemasyarakatan dan lain lain.

Imam Ahmad bin Hambal senantiasa berkata “Jika seorang alim menjawab dengan takut sehingga orang bodoh bertambah bodoh, lalu kapan kebenaran akan tampak”.  Puluhan tahun  beliau sabar menerima cercaan, pukulan ataupun deraan untuk menentang penguasa yang memaksakan pendapat AlQuran adalah makhluq. Akhirnya pertolongan dari Allah SWT datang, khalifah berikutnya (Mutawakkil 234H) melarang beredarnya pendapat sesat tersebut di seluruh negeri. Pertolongan itu insyaAllah juga karena adanya suara lantang dari para hamba Allah yang ikhlas yang tegas menyampaikan kalimat haq didepan penguasa dzolim walau nyawa taruhannya.

Saat ini kita butuh tokoh yang mau menyuarakan kebenaran. Tokoh yang mau melantangkan ajakan untuk hijrah ke dalam sistem Islam secara kaffah. Hijrah dari sekulerisme/kapitalisme yang merusak dan menghancurkan setiap sendi kehidupan masyarakat. Masyarakat Islam mendambakan syariat Islam sebagai sistem yang diyakini mampu membawa kesejahteraan dan kebahagiaan duni akhirat. Menurut jajak pendapat dari SEM Institute tahun 2008, 72% masyarakat di Indonesia setuju dengan penerapan Syariat Islam dalam kancah bernegara. Survey yang sama di hasilkan oleh Roy Morgan Research (Juni 2008)  mengatakan  52 persen rakyat Indonesia menuntut Penerapan Syariah Islam. Survei dari PPIM UIN Syarif Hidayatullah pun menunjukkah bahwa 75 masyarakat Indonesia setuju bahwa  pemerintahan yang berdasarkan syariat Islam adalah yang terbaik bagi Indonesia .

Kapan kita serius untuk hijrah dari kapitalisme menuju sistem Islam ? Padahal semuanya telah mengetahui akan keharaman dan kemudhorotan sistem kapitalisme yang bertumpu pada ekonomi ribawi dan spekulatif,  penggunaan fiat money,  bursa saham serta privatisasi kekayaan publik. Sistem cacat buatan manusia itu juga jelas jelas selalu menciptakan krisis ekonomi setiap 10 tahun-nya yang menyebabkan masyarakat Indonesia tidak pernah lepas dari kemiskinan dan penderitaan sosial.  Dan Tahun 2009 akan semakin banyak perusahaan colaps, puluhan ribu atau jutaaan orang akan kehilangan pekerjaan dan jumlah kriminalitas dan penyakit sosial lainnya pun akan meningkat menyusul krisis global tahun 2008 ini.

Kita harus berhenti berteori tentang kemuliaan 1 Muharram, saatnya untuk mewujudkan hijrah yang serius sebagaimana hijrahnya nabi dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Dari peradaban jahiliah menuju peradaban yang rahmatan lil ’alamin. Kita harus menunjukkan dengan dada terbuka kemauan dan tekad kita untuk berhijrah sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat turun ke jalan berbaris dalam 2 shaf mengelilingi ka`bah dengan meneriakkan takbir berulang ulang sehingga terbuka mata dzohir dan mata batin masyarakat Makkah bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat sungguh serius hendak mewujudkan peradaban baru yang akan menggusur peradaban jahiliah mereka.

Rasulullah SAW, para sahabat, para tabiin dan juga para imam madzab tidak pernah gentar menyuarakan kebenaran walau kebenaran yang disuarakan itu menentang aturan normatif ataupun hukum positif yang berlaku ditengah masyarakat. Mereka tidak pernah peduli akan hal itu semua. Kitapun harus bersikap demikian. Kita harus memaparkan sistem Islam sedetail detailnya kepada masyarakat tanpa menutup nutupi sebagian kecil apalagi sebagian besarnya dengan alasan hal itu tidak sesuai dengan aturan normatif atau hukum positif negeri ini. Itu semua harus kita lakukan, kalau memang benar kita serius untuk berhijrah dari sistem kapitalisme ini, bukan sekedar berfantasi saja.
Wassalam. Muhammad Nugroho

Posted in aqidah, krisis ekonomi, pencerahan, pribadi mulia | Leave a Comment »

Perbuatan Murtad – menurut kitab Sullam at-Tauqiq

Posted by dnux on October 7, 2008

Yang beruPerbuatan murtad terbagi dalam 3 hal :

  1. Berupa keyakinan-keyakinan (dalam hati)
  2. Perbuatan anggota dzohir
  3. Ucapan-Ucapan

Yang berupa keyakinan :

  • Bimbang kepada Allah, rasulAllah, hari kiamat, surga, AlQuran, neraka, bimbang adanya pahala, siksa dan sebagainya yang disepakati ulama akan terjadinya (dnux : mungkin maksudnya : yang tidak ada perbedaan tafsir sebab berlandaskan dari dalil qothy tsubut dan dilalah)
  • Mempunyai i’tikad bahwa Allah tidak memiki sifat (satu atau lebih) yang menurut ijma sifat tersebut adalah wajib, misalkan mengatakan Allah tidak bersifat ‘ilmu
  • Menyandarkan sifat mustahil kepada Allah, misal dengan mengatakan Allah itu berjism
  • Menghalalkan yang haram secara ijma’ mmdbd, seperti (menghalalkan) zina, liwath, membunuh (orang), mencuri, dll. MMDBD (ma’lumun minaddiin, bi dhoruroh) alias sesuatu yang telah diketahui pasti datang dari agama  » qoth’y tsubut/dilalah, gamblang tanpa perlu ditafsirkan rumit
  • Mengharamkan yang halal (secara ijma’ tanpa perlu dalil) seperti jual beli dan nikah.
  • Meniadakan kewajiban yang merupakan ijma’ sperti shalat lima waktu, sujud dalam sholat, zakat, puasa, haji dan wudhu
  • Mewajibkan yang tidak wajib
  • Meniadakan ibadah yang disarankan syara seperti sholat rowatib
  • Ber-azam untuk kufur di masa mendatang
  • Ragu ragu apakah dia kufur atau tidak
  • Mengingkari persahabatan Abu Bakar dengan Nabi SAW
  • Mengingkari kerasulan salah seorang dari Rasul Allah
  • Mengingkari satu huruf dari AlQuran yang telah disepakati secara ijma’ bahwa itu adalah bagian dari AlQuran
  • Menambahkan (dengan keyakinan) satu huruf dari AlQuran yang telah disepakati bahwa itu bukan bagian dari AlQuran
  • Mendustakan dan meremehkan Rasul, serga merendahkan namanya dengan tujuan menghina
  • Menganggap bahwa setelah nabi Muhammah SAW boleh jadi ada nabi lagi

Yang berupa Perbuatan : sujud kepada berhala, matahari, makhluq lain dll

Yang berupa ucapan – ucapan, sangat banyak, antara lain :

  • Memanggil orang Islam “Hai orang kafir, hai orang Yahudi, hai orang Kristen, Atheis dll”. Orang yang berkata tsb bemarkus bahwa yang dipanggil itu kafir dsb
  • Menghina salah satu nama (atau lebih) dari nama-nama Allah
  • Menghina janji dan ancaman Allah
  • Berkata saya orang bebas/tidak berurusan dengan Allah, bebas dari malaikat, bebas dari nabi, bebas dari syariat dan dari Islam
  • ..
  • Berkata “saya tak kenal hukum syara”, dengan maksud menghina syariat dll

(saya cuplik beberapa saja, intiya adalah setiap ucapan menghina, mrendahkan baik kepada Allah, Rasulnya aturanNya, pengikutNya, dll )

Posted in aqidah, pencerahan | 2 Comments »

10 Pembatal Keimanan – Menurut Syekh Bin Baaz

Posted by dnux on October 6, 2008

sekali lagi, menurut syekh bin baaz – bukan menurut gue.

  1. Syirik dalam beribadah kepada Allah SWT
  2. Menjadikan suatu benda (makluk) sebagai perantara antara dirinya dengan Tuhannya
  3. Tidak mengkafirkan orang musyrik dan membenarkan madzab mereka.
  4. Lebih mengutamakan hukum thoghut daripada hukum Allah dan petunjuk RasulNya
  5. Tidak menyukai, bahkan membenci sunnah Rasulullah SAW
  6. Mengejek atau memperolok dinullah (agama Allah), al-Islam, baik menyangkut pahala-Nya atau tentang berbagai ketentuan hukum-Nya
  7. Mempelajari, terpikat dan mengamalkan ilmu sihir (guna-guna)
  8. Membantu dan menolong orang-orang Musyrik untuk memusuhi orang-orang Islam (kaum Muslimin)
  9. Berkeyakinan bahwa sebagaian manusia diperbolehkan tidak mengikuti syari’at Muhammad SAW
  10. Berpaling dari Dinullah (agama Allah) atau dari hal-hal yang menjadi syarat utama seorang Muslim

——————————————————-

komentar, penjelasan dll ..

  1. Syirik kecil adalah dosa besar, dan syirik besar mengeluarkan kita dari Islam.  “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya dan mengampuni selain dosa syirik bagi siapa yang dikehendaki…” (An Nisa : 116)
  2. Disebut dg tawassul. Padahal ada tawassul yang syar’i. ada pula tawassul yang ma’shiyat.
  3. Termasuk juga ragu ragu mengatakan mereka kafir dan pasti masuk neraka atau carmuk dg mengatakan mereka dapet jatah masuk jannah dll. padahal telah keluar dari mulut mereka sendiri bahwa orang islam atau selain mereka itu masuk neraka
  4. Kafir bila syariat dikesampingkan daripada hukum thogut (QS 5:44) atau dicampur adukkan dengan hukum thogut (3:151), minimal fasiq (QS 5:45) dan bila terpaksa dan tiada kuasa menolaknya – termasuk kita2 ni ..- maka termasuk dzolim (QS 5:47). Ini dari segi perbuatan, termasuk kafir amali bila mengatakan demokrasi lebih baik daripada syariat islam karena syariat islam kuno atau tidak mampu menjawab tantangan zaman. bahwa ada Apakah mengganti istilah KUFR dang NON Muslim, mengakibatkan kita keluar dari Islam ? Kecuali kita memang meridhoi kekufuran mereka.
  5. sama dg no 4. cuman jangan kelewatan, karena istilah sunnah ini kan rancu antara 1) sunnah dalam pengertian semua perkataan perbuatan dan persetujuan dari Rasulullah baik itu hukumnya wajib, mandub atau mubah atau 2) sunnah dalam artian mandub/mustahab. jangan sampai kita nganggep pake sutrah itu sunnah/wajib lalu dikira setiap orang yang tidak make sutrah itu membenci sunnah rasulullah, padahal bisa jadi orang itu memang tidak mengambil kesempatan untuk nambah amal dg melaksanakan perbuatan mandub (meletakkan sutrah)
  6. sama dg no 4 dan 5.
  7. jelas. cuman saya sampaikan bahwa ada sebagaian yang mengatakan bahwa mempelajari sihir untuk menolak sihir itu boleh. tapi saya tidak sependapat. perkataan saya ini sebagai pertimbangan saja.
  8. tuh dia. termasuk menolong israel membantai palestine, baik itu dengan mengadakan perjanjian damai, mengadakan hubungan politik atau dagang apalagi sampai menyediakan tempat sebagai basecamp apalagi sbg markaz pasukan kafir harbi untuk menyerang umat Islam, maka menurut kriteria ini mereka kafir. Apakah jatuhnya kafir i’tiqod atau kafir amali yang jelas ini adalah perbuatan dosa besar
  9. sama dg no 4,5,6
  10. sama dg no 4,5,6,9. penekanannya mungkin adalah masalah murtad baik aqidah ataupun hukum. namun, sekali lagi karena banyaknya umat islam yang tidak tau ajaran islam apalagi hukum islam, maka bisa jadi mereka berpaling karena ketidaktahuan mereka saja. mangkannya tiap orang itu wajib belajar ilmu agama mulai dari aqidah dan seluruh aturan Islam dalam ipoleksosbunhankamnas dll.

Posted in aqidah, pencerahan | Leave a Comment »