Something inside my minds

Archive for the ‘puisi’ Category

Cerpen : Pengadilan Pohon Korma

Posted by dnux on August 11, 2009

Agenda hari ini di sidang pengadilan adalah mendengarkan tuntutan jaksa kepada sebuah pohon korma yang dituduh ikut membantu kegiatan subversif akhir akhir ini atau setidaknya dituduh ikut aktif berpartisipasi dalam rekruitment anggota teroris.

Jauh hari sebelumnya densus 88 telah mengisolasi dan mensterilkan sejauh radius 500 meter dari tempat tumbuh pohon kurma tersebut disebuah masjid yang dicintai oleh jamaahnya. Polisi juta telah memasng police line agar masyarakat tidak terkagum kagum pada pohon tersebut yang tegar walau telah beberapa kali di stigmatisasi negatif ..

“Geledah akarnya …!” perintah komandan lapangan “Bongkar kalau perlu, siapa tau disitu terdapat banyak potasium nitrat atau mungkin ada buku buku panduan jihad”

Segera kroconya berpangkat lettu letda menggeledah pohon itu mencabik cabik rumput sekitarnya tanpa permisi pada kambing kambing yang biasanya menikmati teduh pohon korma.

“Lapor pak, tidak ada potasium nitrat atau buku jihad, tapi kami menemukan AlQuran yang ditaruh rapi disampingnya. Apa perlu kami sita ?!” teriak kroco kroconya

“Jangan. Kalau seperti itu sih saya juga punya.”sanggah komandan

“Saya juga sering khatam walau tak tahu artinya. Kitab itu tidak salah, yang salah adalah penafsiran mereka” dia menjelaskan dengan bangga

“Sudah, angkut saja pohon kurma itu, nanti biar pengadilan yang memutuskan.Pasti nanti jaksa punya alasan yang memberatkan … atau kita minta analisis dari pengamat asing yang biasa memprovokasi media masa : Kidney Sones ..”

“Oh ya, jangan lupa .. ” lanjut komandan “Cari saksi saksi yang semakin memberatkan tuduhan … !”

dan pohon korma itu kemudian dibawa dengan paksa ke pengadilan tanpa perlawanan, karena dia memang bisanya hanya diam. Sidang pun digelar untuk mendengarkan keterangan saksi, saksi ahli dan tuntutan jaksa.

“Pohon itu angker dan menakutkan … saya melihatnya sendiri banyak orang suka pakai gamis putih kaya kafan nongkrong didekatnya. mereka berjanggut panjang kaya mbah dukun dan jidatnya hitam kaya orang yang suka berantem … hi… ngeri .. ” kata saksi pertama

“Pohon itu berbahaya, anak saya sering terkena durinya” kata saksi kedua sinis “saya selalu mewanti anak, tetangga, saudara dan teman teman saya agar tidak dekat dekat dengan pohon itu apalagi bergaul dengannya, nanti bisa bisa terluka” tambahnya

“Pohon itu bukan asli dari negara ini jadi tidak boleh tinggal di Indonesia. Iklim, tanah dan air di negeri kita tidak cocok untuk jenis pohon seperti ini. Percayalah, bahwa pohon ini pun tidak akan berbuah dengan baik. Jadi buat apa tetap mempertahankan pohon ini. Ini adalah jenis tanaman trans-nasional yang berbahaya dan mengancam keanekaragaman kelapa asli nusantara” kata saksi ahli dari sebuah institusi terkemuka sambil menuding nuding pohon kurma dengan tatapan kebencian.

sementara itu, diluar gedung pengadilan banyak pendemo berteriak teriak dijalan meminta pohon kurma dilepaskan dari semua tuduhan. maklum, mereka hanya bisa berdiri dan berteriak disana karena kesaksian mereka tidak diperlukan di sidang pengadilan yang penuh rekayasa

“bebaskan”, “hentikan pengadilan”, “hidup kurma” demikian rata rata teriakan mereka. salah satu orator berdiri diatas bak terbuka dan berorasi “wahai pak hakim .. pak jaksa .. dengarkan … mengapa tidak kalian tangkap juga pohon palem yang banyak berdiri di pinggir pinggir jalan perumahan mewah ..? bukankah tanaman itu bukan asli Indonesia juga ? Apakah karena kalian sering nongkrong berpacaran dan beselingkuh dibawahnya ?”

sidang pun ribut .. sudah dipastikan orator itu akan segera diseret oleh petugas yang berjaga dihalaman depan pengadilan karena telah mencemarkan nama baik pak hakim dan pak jaksa yang sebenarnya masyarakat pun telah banyak tahu rumor rumor yang menimpa keduanya …

“Sidang diskors !!! kita lanjutakan besok untuk mendengarkan pledoi … tok tok tok …” dan hakim pun kemudian meninggalkan tempat

Sebelum peserta keluar, seorang gadis muda berpakaian khas pengadilan menyampaikan pengumuman : “bagi bapak bapak dan ibu ibu yang mau berpuasa bersama, minuman es kelapa dan juga buah korma sudah tersedia di dekat mushola. terimakasih atas perhatianya”

“horee …hore … yes!! ” ramai teriak dan sorak pengunjung sidang.

pohon kurma pun kemudia dibawa lagi ke sel untuk menunggu sidang lanjutan esok hari sementara hakim, jaksa, saksi, pegawai, sekuriti dan pengunjung ramai ramai ke mushola untuk buka saum bersama menikmati es kelapa & buah kurma sejumlah ganjil agar sesuai dengan contoh dari baginda Nabi.

Ya .. pohon kurma masih terus dicurigai dan didesak untuk dilarang tumbuh. Batang dan akarnya harus menjauh. Kalaupun ada maka batangnya tidak boleh terlalu tegap dan akarnya tidak boleh terlalu menancap. Cukup buahnya saja yang boleh masuk ke negeri ini karena bisa diperdagangkan, itupun syaratnya harus dikemas rapi dan ditulis “DATES” biar keren dan sesuai dengan keinginan pasar.

Wassalam
dnux.10 Agust 2009

keterangan klasifikasi tanaman :
- kurma : kingdom = plantae, family = Arecaceae, genus = phoenix
- kelapa: kingdom = plantae, family = Arecaceae, genus = cocos

Behind the story :

Pohon Kurma dalam cerpen ini adalah sinonim dengan Islam. Singkat cerita, Islam di Indonesia meski sudah dipeluk ratusan tahun tapi masih dipeluk sebagian yaitu buahnya (baca:akhlaq), adapun batang dan akarnya (baca:syariat & aqidahnya), masih harus dijauhi dan tidak boleh diterapkan seutuhnya karena dianggap akan merusak keutuhan bangsa.

Posted in cerpen, pencerahan, puisi, social illness | Leave a Comment »

kepada burung merak (ws rendra)

Posted by dnux on August 7, 2009

ah dirimu,
anak manusia bernama wahyu sulaiman rendra …
jutaan sanjung dan kagum telah tertuju padamu
sebelum dan sesudah jasadmu terbujur kaku
dan masih banyak lagi pujian kan diungkapkan walau itu palsu
mengantar kepergianmu setelah jumatan
rintihan dan auman pecinta tertutupi sirine ambulan
atau oleh pidato pidato populis pejabat
yang hatinya membatu pada jerit rakyat
senyum sinis pun sudah tak tahan tuk dilukiskan
pada wajah wajah pendengki pendendam
mengusik keteduhan pohon rindang …

masihkah perlu kau kudoakan ?
mungkinkah kata yang terbata melampaui suara malaikat
atau aku harus berpura pura menggombal seperti pendosa lainnya ?

di dhuha ini aku hanya perlu mengaku padamu
sebelum mayatmu dimasukkan ke liang lahat
sebelum tanah kuburan diinjak injak padat
dan sebelum kafan dikoyak koyak ribuan ulat
bahwa aku sungguh tak berarti dibanding lugumu
yang jujur mengisahkan pedihnya ranah sosial
yang tak sungkan mengoyak topeng pejabat tak bermoral
membuka rencana jahat politikus politikus bejat
menghentikan doa doa pesanan aparat
untuk memulai penggusuran atas nama pembangunan
pembangunan untuk siapa ?

aku berikrar padamu dan pada nabimu
tuk tak lagi malu menceritakan kejujuran
tak peduli sinis bibir yang mencibir

dnux, Jumat 070809

Posted in pandangan politik, puisi, social illness | Leave a Comment »

pada pukul setengah dua

Posted by dnux on March 27, 2009

Yang kupuja tak bosannya menantiku tuk berjumpa
di setiap kurang lebih pada pukul setengah dua
namun detak jam dinding selalu menahanku di sofa
menyuruhku bersabar menanti akhir kisah telesinema
kadang membisikiku untuk tidak tertipu score sementara
sementara dzikirku telah terparkir dan terperkur di ranjang
bersama suara jengkerik yang menyendiri di basah ilalang
bertasbih dalam irama yang teratur nan panjang
hingga rekah pagi datang menjelang ..

Posted in pencerahan, puisi | Leave a Comment »

tafakur dalam pekikan

Posted by dnux on February 25, 2009

lembut irama yang kalian sebut itu memekikkan
adalah kerinduan sepotong lidah kelu yang tak pandai bicara
Hanya bisa menitipkan pesan dan jeritan
pada resonansi dawai yang dipetik jari jari lentik
tersembunyi dibalik bingar dentaman ujung stick
pada akhir bait syair yang ujungnya segera diuntaikan
tepat bersama sebuah kongklusi perenungan
bahwa fana itu ternyata masih tetap berada di ujung kehampaan
gambarannya pun semakin memburam
terus berlari dari kekang yang kujulurkan

Burung putih bermata hijau yang paruhnya pernah mencoba mengetuk pintu ta’bir,
bertengger gelisah memegang cermin dan dia bercerita
bahwa tali ku tak layak tuk dihadiahkan sebagai bukti tanda kesetiaan
karena tali itu toh sudah terbukti tak mampu meredam
ambisiku dan juga hasrat nafsu atau sekedar keinginan,
yang tertantang saat bayang kalian datang menyapa,
yang entah mengapa begitu enggan kucampakkan
atau bahkan enggan walau sekedar untuk diabaikan
menjadi hantu siang malam, menderu deru
menarikku dari cahaya yang memanggil dan menyeru syahdu

gontai lunglai lututku tersimpuh terlelah
tak mau berhenti dan tetap merangkak menuruskan langkah
sementara burung putih bermata hijau itu terbang pergi membawa cermin hati
yang kutahu dia pasti akan kembali, untuk kemudian mentertawakanku lagi ..

Pergilah bayang,
biarkan aku bertafakur sendirian, sesaat saja ..
tenggelam dalam nada yang menyejukkan pikiran dan perasaan.
di lembut irama yang kalian sebut itu memekikkan ..

Posted in puisi | Leave a Comment »

Puisi : Mantra Anti Sihir Statistika Kenaikan Harga BBM

Posted by dnux on May 29, 2008

Pecah kepalaku ..
Puyeng ndasku …

karena rumus rumus matematika
dan proyeksi plus estimasi dari survei
didukung kemampuan olah statistika
yang diolah sedemikan canggih dan sangat menakjubkan
agar rakyat tidak panik
saat harga BBM diumumkan naik
dibacakan pada 24 Mei 2008 pukul 00:00 WIB
pada saat aku sedang bermimpi dibuai rintik
tentang saudaraku disana yang gapleknya kehujanan
sementara nasi akingnya sudah mlempem rasanya
biarpun sudah dicampur jagung dan garam + sedikit gula

dia tengah mencoba menatapku sambil tersenum tipis
dan memaksakan diri untuk menatap optimis
namun kemudian tak bisa dan benar benar tak bisa
kupon BLT masih tersimpan rapi dilusuh dompetnya yang berpeluh
terlipat di antara resep obat generic yang tak terbeli

Pecah kepalaku ..
Puyeng ndasku …

karena angka proyeksi selamatnya APBN 2008
menyihir otak kiriku yang mudah terbuai oleh cerita angka
namun untung nuraniku terbiasa basah dengan bismillah
sehingga otak kananku tak terjamah
oleh mantra dan sugesti defisit anggaran
Karenanya, otak kananku tetap bisa bekerja kreatif
membayangkan dan kemudian mengilustrasikan
penderitaan yang menumpuk diatas lapisan kesengsaraan
membangunkanku dari buaian cerita angka

kini
sejak malam gelap itu hingga pagi yang tak mau cerah ini
telah kubacakan AlBaqoroh di pintu masjid dan di pasar sebagi ruqyah
namun jamaah dan pedagang tetap saja tersihir
melangkah kosong dalam tatapan gontai tanpa asa
bagaikan zombi yang tak dapat menemukan mangsa
akibat lafadz yang tertera di UU APBN-P 2008 pasal 14 ayat 2
yang ditiupkan oleh jin jin statistika
bahwa pemerintah bisa berbuat apa saja dalam hal BBM ”bersubsidi”
untuk menyelamatkan APBN 2008
namun tidak dalam hal korupsi apalagi dalam hal BLBI
takut

pecah ndasku
namun tidak hatiku.
Semoga tetap begitu.
Amin

Dnux 29/05/08

Posted in ekonomi islam, hilangnya amanah, krisis ekonomi, pandangan politik, pencerahan, puisi, social illness | Leave a Comment »

Puisi : Rindu Kekasih di Taman yang Hijau

Posted by dnux on April 3, 2008

Duhai kekasihku Muhammad alMustafa
kekasih segenap penghuni alam
dan kekasih Sang Penguasa Segenap Alam hingga ke penjurunya,
jangan bayanganmu semakin memburam
tersamarkan oleh debu debu badai di dunia yang fana
sungguh aku tak mau terjatuh dalam fatamorgana

jangan kau berhenti
mengajakku tertatih melewati jalan terjal mendaki
jalan yang kau tapaki untuk menggapai ilahi
dengan basah peluh, darah, dan doa
yang tak pernah sedikitpun kau terlelah kala melewati jalan itu
Ajak aku,
atau tariklah rantai yang membelenggu leherku
walau kuterseret, terhempas dan tertindas
biarlah ..
kan kuciumi setiap tanah yang pernah kau lewati
ku takkan peduli setiap kafilah yang berlalu

disini, di tempat kuberpijak
harum aroma nafasmu makin tak terjangkau mereka
yang tertipu busuk bangkai syahwat
yang menyengat dan menyesakkan setiap dada dan fikiran.
Siapa yang menghirupnya apatah lagi menyentuhnya
pasti akan terhalunisasi pula oleh kemilau emas permata
lalu tejerembab kakinya di lumpur yang pekat
terperosok jiwanya dalam nikmat dusta yang menjebak
tak kan bisa berdiri kecuali tergontai
tak kan mampu melihat jalan hakekat

dan bila demikian,
lalu bagaimana aku bisa mengejar larimu ?
atau gegas gegap jalan para sahabatmu ?
yang kini tengah beristirahat dalam suka cita di pinggir telaga
di taman hijau, di bawah ‘arsy
sementara rinduku telah berlari mendahuluiku

oh engkau diriku dan juga nafsuku
yang meraung melolong dalam raga yang hampa
yang merindu teduhnya rembulan,
kan kubawa kau esok ke padang para salihin dan para muqorobin
yang memenuhi harinya dengan indahnya taqwa
atau kubawa kau esok ke padang para ksatria,
bila kau tak sanggup menahan setiap hasrat yang menggelora
atau tak mampu bertenang dalam masa penantian
setiap mendengar jeritan mereka yang terlindas zaman

Kan ku pinta izin kepada Allah Sang Pemilik Segala Ketetapan
agar ruhmu diperkenankan melayang dalam damai, menembus semesta
menyusul kekasihku,
Muhammad alMustafa

dnux – 03/04/08

Posted in puisi | Leave a Comment »

Puisi : ingin kembali menikmati indahnya pagi

Posted by dnux on March 12, 2008

Diriku yang sombong meraung manakala senja telah usai
Saat matahari enggan atau terlelah memberikan sirnanya
Saat burung rajawali melandai dengan kepakan terakir di ujung cemara yang telah menua
oh, kemanakah sinar rembulan yang masih tak bernyawa ?

menetes, mengalir air mata hati namun sayang terlalu cepat untuk kering
menyadari arti sebuat mimpi yang telah pudar namun masih belum terlalu sirna
gambaran indah hijau sawah dan bebukitan di  balik gunung
yang menanti untuk disemai
Ujung pakaianku tersimpuh basah di parit yang meninggalkan jejak kaki ku
berjuta juta mil jauhnya, tak kelam dan juga tak secerah lembayung
dan tak pandai aku bernyanyi kali ini, hanya terdiam namun tak berarti membisu
suaraku parau tersekap oleh dingin malam dan gemerisik lembut dedaunan
hanya desah jiwa yang resah dan bergejolak
ingin kembali menikmati indahnya pagi

dnux – 12Maret08

Posted in puisi | Leave a Comment »