Berbagai Hukum Seputar Ibadah Qurban menurut 4 Madzhab.

DEFINISI :

  • Al-Udhihyah ( الاضحية) artinya adalah kambing ( الشاة) yang disembelih pada waktu dhuha, dilaknakan pada hari Id sebagai bentuk pendekatan (qurbah) kepada Allah SWT
  • Mulai disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, tahun yang sama mulai disyariatkannya dua ‘id, zakat mal dan zakat fitrah.

HUKUM-NYA :

  • Hukumnya sunnah muakadah. Tidak dihukum bagi yang tidak melakukannya padahal mampu.
  • Hanafiyah : tidak mendapatkan adzab namun terhalang dari mendapatkan syafaat Nabi SAW
  • Syafiiyah : sunah bagi tiap individu dan sunah kifayah bagi rumah tangga.

DALIL-DALILnya :

Perintah Allah SWT :
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” SQ. Al-Kautsar: 2)

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُواْ اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِّن بَهِيمَةِ الاَْنْعَـامِ
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka” (SQ. Al-Hajj: 34)

Hadits dari Anas bin Malik RA :

ضَحَّى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

Nabi SAW berkurban dengan dua ekor domba jantan putih kehitaman lagi bertanduk, beliau menyembelih keduanya dengan tangannya, beliau mengucapkan bismillah serta bertakbir, dan beliau meletakkan kakinya di antara leher dan badan kedua hewan tersebut.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا.

Barangsiapa memiliki kemampuan (harta) dan tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR Hakim, Ibnu Majah – Hasan)

YANG DISYARATKAN UNTUK MELAKSANAKANNYA :

  • Hanafiyah : bagi yg mampu yakni yg punya diatas 200 dirham, atau punya kelebihan 100 dirham diluar sandang panga papan dll
  • Malikiyah : sunah bagi mereka yg mampu membeli dan pembelian itu tdk membahayakan keuangan mereka di tahun tsb.
  • Syafi’iyah : bagi yang mampu membelinya, yakni punya uang diluar untuk menutupi kebutuhan diri dan keluarganya
  • Hanabilah : bagi yang mampu membeli hewan qurban meskipun dengan hutang asalkan yakin bisa melunasi hutang tersebut.

    Continue reading

    Advertisements

    Hukum Bersyirkah Mudharabah dengan Pemodal yang Pinjam dari Bank Ribawi

    Masalah :

    Saya hendak bersyirkah mudharabah dengan Fulan yang akan menjadi pemodalnya misal dengan modal Rp 100 juta. Belakangan ini saya mengetahui bahwa Fulan ternyata akan meminjam duit di bank ribawi sebagai modal syirkahnya dengan saya tersebut. Apa yang harus saya lakukan ?

    Uraian :

    Uang dari pinjaman riba termasuk jenis harta yang didapatkan dengan cara batil, sama seperti harta yang didapatkan dari jual beri barang curian atau dari mencuri itu sendiri , dari merampok, jualan narkoba dan lain-lain.

    Hukum bermuamalah dengan orang yang hartanya didapat dari cara batil, maka Syaikh ‘Atha abu Rasythah didalam tanya-jawabnya (7 Desember 2012) yang diterjemahkan dengan judul “menerima hadiah, berjual beli, dan menerima nafkah dari ‘harta haram’” memperinci dengan membagi harta haram menjadi 3 kategori yakni :

    1. harta haram dari sisi zat-nya seperti khamr sehingga tidak bisa ditransaksikan.
    2. harta haram dari sebab mengambil harta manusia lainnya semisal dari mencuri, dan
    3. harta haram dari muamalah yang batil semisal dari riba dan berjudi.

    Continue reading

    Kontribusi Imam Zuhri di dalam Ilmu Hadits

    oleh Dwi Nugroho, Mahasiswa MAIS – IOU

    Pengantar

    As-Sunnah / Al-Hadits adalah salah satu dari dua sumber utama dalam Islam yang merupakan dasar dari semua aqidah dan syariah Islam. Ketika musuh Islam – terutama dari kalangan orientalis – tidak berhasil membuat keraguan tentang Al-Quran, maka mereka beralih dengan menyerang Al-Hadits. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa sebagian besar hadits tidak ada buktinya bila ditulis pada masa hidup Rasulullah. Namun upaya ini juga gagal karena ternyata terdapat banyak bukti bahwa banyak hadits Rasulullah yang ditulis oleh beberapa sahabat. Demikian juga metode transfer periwayatan ke generasi-generasi berikutnya juga terbukti akurat untuk memastikan keabsahannya hingga pada akhirnya jatuh pada era dimana semua hadits dicatat dan dikompilasi di dalam buku-buku para muhaditsin.

    Para orientalis kemudian mengubah serangan mereka dengan membuat keraguan pada kualitas narator serta ketidakjujuran narator yakni semisal mengeksploitasi kedekatan antara narator dengan penguasa untuk mengindikasikan jika narator tersebut tidak dapat dipercaya periwatannya. Orientalis semisal Ignaz Goldziher membuat keraguan kepada Imam Zuhri (d 124H) tidak independen dari penguasa Umayyah karena ia tidak menentang penguasa Umayyah dan beberapa kali ditunjuk sebagai hakim dan guru bagi keluarga penguasa Umayyah. Metode ini mirip dengan apa yang dilakukan oleh Syiah yaitu dengan menyebarkan ketidak-percayaan kepada sahabat-sahabat Rasulullah yang mereka tuduh menentang Ali RA dan keturunanya, terutama kepada Hassan RA dan Hussein RA

    Membela Imam Zuhri dari tuduhan tersebut sangat penting mengingat beliau memiliki kontribusi yang sangat besar bagi Islam dengan jalan membuat pondasi bagi ilmu hadis yakni dalam hal penulisan dan kompilasi hadis. Membiarkan apalagi membenarkan klaim Goldhizer yang mengatakan bahwa Imam Zuhri adalah narator yang tidak kredibel akan menyebabkan banyak hadits tidak bisa diterima atau tertolak. Tulisan ringkas ini kami maksudkan untuk memberikan sejarah singkat bagaimana peran Imam Zuhri didalam bidang hadits serta hubungannya dengan penguasa Umayah selama dalam masa koleksi dan kompilasi hadits. Continue reading

    Imam Zuhri Contribution to Hadith Science

    by Dwi Nugroho, MAIS IOU Students

    Introduction

    As-Sunnah is one of the two main sources in Islam which are the foundation of all Islamic creed and sharia. When enemy of Islam – particularly the orientalist – didn’t succeed to make doubt about Al-Quran then they try to attack Al-Hadith. Some said that most of hadiths are fabricated since there are no evidences if Al-Hadiths were scribed during the time of Rasulullah life. But this effort also failed as many evidences proved if many Rasulullah hadith were scribed by some companions and the narration method to next generation proved accurate to ensure the its validity until it is finally recorded and compiled by many muhadith in their books.

    As it is failed, the orientalist changed their attacks by make a doubt to the quality of the narrator and their relation with the ruler to show if they are not trustable. This method similar what that Shia did i.e. spread the distrust to companions that they claimed opposed Ali RA and their descendants particularly Hassan and Hussein sons of Ali Ra. An orientalist such as Ignaz Goldziher made a doubt to Imam Zuhri (d 124H) are not independent from Umayyad ruler as he didn’t opposed the Umayyad ruler and several times appointed as judges and teachers for Umayyad ruler’s family.

    To defend Imam Zuhri is important since he had great contribution to Islam by making foundation to hadith science and he had great contribution to hadith’s writing and compilation. Accepting Goldhizer claim cause many hadiths will not accepted as he became categorized as non credible narrator. This paper is intended to give brief history Imam Zuhri effort in hadith and his connection to Umayad ruler during for hadith’s compilation

    His Life

    Imam Zuhri name was Muhammad bin Muslim bin Ubaydullah bin Abdullah bin Zuhri. He was born in Madinah Al-Munawarah in 51 AH and died in 17 Ramadhan 124 AH (Duri, 1957). He was Quraish tribe from banu Fihr. He got education from the kuttab in Prophet Mosque and participated in study circles under supervision of males and females lecturers. Some of his lectures were Sayyid ibn Musasyyib, Abu Bakr ibn Abdur Rahman, Urwah bin Zubayr, Amra bint Abdur Rahman and Hind bint Al-Harith. He also ever meet and learn from prophet companions such as Abdullah ibn Umar and Anas ibn Malik (Zafar, 2005) He transmitted directly from Thumamah the grandson of the caliph Abu Bakr, from Salim and Abdullah the sons of Ibn Umar, from Ali ibn Husain ibn Ali ibn Abi Talib (Nabia, 1964) Continue reading

    Hukum Mudharabah. Bolehkah Pengelola menginvestasikan Modal (dari Pemodal) ke Pengelola yang Lain ?

    Mudharabah atau Qiradh atau kerjasama bagi hasil (untung rugi) adalah akad dimana X (pemodal atau sahibul-mal) menyerahkan sejumlah harta (uang/ barang) kepada Y untuk digunakan sebagai modal untuk kegiatan usaha-nya Y (pengelola atau mudharib). Besarnya keuntungan yang didapatkan dari usaha tersebut nantinya akan dibagi antara X dan Y berdasarkan persentase (nisbah) yang telah disepakati.

    Hukum Mudharabah adalah mubah alias boleh. Kebolehan tersebut bukan disebabkan semata karena tidak adanya larangan, namun praktek tersebut juga dijalankah oleh Muhammad SAW sebelum Beliau diangkat menjadi Nabi/Rasul yakni ketika Beliau menjadi mudharib (pengelola) barang dagangan dari Bunda Khadijah RA untuk berdagang ke Syam. Demikian juga pada masa kenabiannya SAW, praktek mudharabah juga masih terus dijalankan oleh para sahabat termasuk diantaranya oleh Abbas RA.

    Yang ingin diketahui dari artikel ini adalah : apakah Syara membolehkan seorang pengelola menyerahkan harta penodal kepada orang lain untuk dikelola dan dia mendapatkan bagian dari pengelolaan orang lain tersebut ?

    Continue reading

    Apakah Haram Membayar Transaksi GoJek dengan menggunakan GoPay ?

    Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘ala Rosulillah. Beberapa bulan terakhir ini umat Islam Indonesia sedang ramai membahas tentang hukum GoJek dan juga aplikasi Go-Pay. Perbincangan dan perbedaan pendapat tentu adalah hal yang lumrah dan patut disyukuri karena juga merupakan indikasi semakin sadarnya umat Islam Indonesia untuk selalu menyandarkan setiap aktivitiasnya dengan perintah dan larangan Allah SWT.

    GoJek saat ini merupakan sebuah terobosan teknologi yang membantu masyarakat untuk bermuamalah melalui handphone (hp) berbasis aplikasi android dll. Masyarakat selama 24 jam bisa memesan ojek online, memesan makanan, membeli obat dll via aplikasi GoJek selama ada ojek/pengemudi di sekitar area-nya. GoJek pun juga memanfaatkan perkembangan eMoney (uang elektronik) dengan menyediakan sarana Go-Pay yang penjelasannya bisa dibaca di website https://www.GoJek.com/go-pay/ . Go-Pay saat ini (per 6 Oktober 2017) menyediakan fasilitas layanan antara lain : (1) Top-Up atau isi ulang saldo ke aku GoJek-nya melalui transfer dari bank dll (2) Pembayaran transaksi GoJek termasuk pula transaksi -transaksi lainnya yang tersedia semisal Go-Car, Go-Food dll (3) Transfer Dana ke akun/rekenik GoJek lainnya. (4) Penarikan Tunai dari Akun GO-PAY melalui bank pelanggan yang didaftarkan di GoJek (5 )dll

    Setelah penulis membaca-baca perbedaan pendapat terkait boleh tidaknya membayar transaksi GoJek dengan menggunakan GoPay, maka penulis menyimpulkan bahwa perbedaan pendapat tersebut disebabkan oleh dua faktor yakni :

    1. Perbedaan pendapat terkait diskon atau selisih harga antara pembayaran GoPay yang lebih murah bila dibandingkan dengan pembayaran tunai fisik (memberi uang langsung ke pengemudi GoJek). Misalnya transaksi Go-Car dari Gambir ke Pondok Indah bila dibayar langsung tunai fisik ke pengemudi adalah Rp 55.000,- sedangkan bila menggunakan debet GoPay adalah Rp 45.000,- yakni lebih murah Rp 10.000,- dibandingkan dengan membayar duit fisik
    2. Perbedaan pendapat terkait akad TopUp Deposit GoPay apakah berupa akad Wadiah (penitipan) ? atau akad Hutang ? atau akad Ujrah ? atau akad Salam dll …

    Continue reading

    Why did Allah SWT allow trade and prohibit riba (interest) ?

    by Dwi P. Nugroho, 5th July 2017

    Allah created Human as a social being. Allah creates Eve since Adam can not live alone and he need a friends or partners to live. No one can do everything from planting rice, vegetables, fruits to fulfill his needs. Human can not build their house except live in caves. Human can not protect their self from robberies thieves etc. They need to join and interact with others to get their need by trading or barter and by hiring others to do things that they can not handle.

    A community will sustain as long it members live in harmony and not conflicting each other. Every community’s member should put their effort to sustain the community by making others enjoy to living with them. Community will appoint a leader to lead the community and becomes a judge to solve disputes among them. Set of rules will be used to justify which activities are allowed and which are not. A leader also appointed to prevent other oppress others in the community

    It is natural if anyone want to be rich and to enjoy good and luxuries things and they need more money to able to to that. But sometimes this temptation prompting greedy. There will be people who want more money but with less effort. They will find easiest and shortest way to increase their wealth even with unfair stealing, robbing, cheating, corrupting and else.

    But in some condition, those unfair activities are considered legal/ normal in a community depends on the law in the community it self. If the written law said it is allowed (example : to takes small item from others) so that activities are legal to be practiced such as the bank loan with interest and alcohol trading.

    Islamic community established based on the Islamic principles. The communities’ values are Islamic values and the communities’ law are Islamic laws. One of the Islamic value and thus an Islamic law are prohibition of the Riba (interest).

    Literally riba is increase or growth (ziyadah). Allah SWT said in Surah Rum (30):39 “Whatever you pay as interest so that it may increase (li yarbu) the wealth of people does not increase (fa la yarbu) in the sight of Allah”.

    Continue reading