Something inside my minds

Manusia itu Bukan Hewan Berfikir

Posted by dnux on April 16, 2007

Waktu SMA dulu, aku punya kucing yang “relatif” nakal, meski sebenarnya nakalnya masih dalam ukuran wajar bagi seekor kucing. Bu-Dhe sudah berusaha keras menjaga ketat agar makanan2 di meja tidak dicuri, tapi si Kucing ini tetep saja berhasil mencuri ikan bandeng tersebut. Walhasil, si mbakyu saking jengkelnya langsung memaki “Ooo .. duasar uasuu (anjing)….”

Coba, pikir2 kira kira mau nggak kucing itu dimaki sebagai anjing .. kalau aku sebagai kucing itu tentunya nggak mau .. sebab sudah tentu kucing merasa jatuh kehormatannya sebagai kucing & tidak mau dianggep mengalami semacem “krisis identitas” gitu ..

Nah, tentu aku juga tidak mau dianggep sebagai hewan sebagaimana dikataken oleh sebagian ilmuwan yang mengatakan bahwa manusia itu seperti binatang, namun memiliki kelebihan dari hewan berupa kesempurnaan otak. Sedangkan hewan — termasuk paling cerdas pun (paus, anjing, dll) — otaknya masih belum sempurna. Lalu pertanyaanya adalah : apakah bila anjing itu direkayasa genetik lalu memiliki otak sesempurna manusia lalu bisakah maqom-nya naik menjadi selevel manusia ? Duduk bareng2 di meja makan berbagi piring ? hehehe .. nggak mau lah yaw.

Dari segi jasmani memang yang namanya manusia dan hewan beberapa memiliki ciri sama yang berbeda karakteristik fisiknya dan spesifikasi fungsinya. Namun sebenarnya semuanya ditujukan untuk sama sama memenuhi kebutuhan pemenuhan needs fisik (makan, minum, bertarung, kawin, etc). So, dari sisi sini memang ada kesamaan.

Gambaran otak Manusia

Dari segi otak, sebagian hewan juga memiliki kemampuan yang sama dalam analisa fakta dan resolusi tindakan. Tidak semua hewan itu “tidak cerdas”. Diantara mereka ada yang memiliki kemampuan untuk mengola fakta menjadi sebuah tindakan, tidak semata mata langsung bergerak karena naluriah (nafsu) semata. Mereka bergerak dengan menganalisa resiko. Hanya memang manusia karena “otaknya telah sempurna”, maka manusia lebih bisa menganalisa fakta agar bisa bertindak dengan cermat, memperhitungkan resiko dan lain sebagainya secara lebih mendalam.

Kelebihan manusia lainnya adalah bahwa manusia bisa “membentuk peradaban”. Melakukan re-enginering terhadap setiap hal yang telah ditemukan sehingga peradabannya selalu bergerak maju. Hewan tidak begitu, dari jaman nabi adam sampai sekarang ya gitu gitu saja .. membentuk komunitas static namun tidak membentuk budaya atau apalagi peradaban. Inilah perbedaan nyata antara manusia dan hewan akibat “kesempurnaan” otak manusia.

Jadi kesimpulannya : Manusia bukan Hewan. Atau Manusia juga bukan hewan berfikir, karena anjing pun bisa berfikir. Sebagai buktinya, sekarang-pun disediakan test IQ untuk anjing dan juga test IQ untuk kucing. Ini semua menunjukkan bahwa hewanpun bisa berfikir, sehingga absurdlah pandangan bahwa manusia itu adalah hewan berfikir.

Manusia adalah mahluk sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT, dibentuk oleh tangan-Nya dan dimuliakan oleh-Nya dengan meniupkan “ruh” kepada setiap insan, bukan hewan.

Wassalam.

Baca juga : EQ Bukan Pembeda Manusia – Hewan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: