Something inside my minds

Perkiraan Jumlah Umat Islam pada Masa Rasulullah SAW

Posted by dnux on May 2, 2007

Jumlah Umat Islam Masa Rasulullah SAW

Bayangkan, dari 10.000 orang menjadi 200.000 orang (20 kali lipat) dalam waktu 8 tahun, dan kemudian jumlah ini membengkak lebih besar pada masa masa Khulafaur Rasyidin setelah invansi ke Syam, Persia dan Mesir.

Saya kasih bold ke invansi  karena memang itulah fakta sebenarnya, bahwa Islam memang membolehkan invansi militer (menyerang) untuk menyebarkan Islam hingga warga didaerah taklukan itu menerima Islam, atau membayar jizyah. Bagi mereka baik yang muslim akan menjadi saudara walau berbeda ras dan bangsa, sedangkan mereka yang tetap dalam kekafirannya akan dilindungi dan menjadi ahludz dzimah (dzimah -> lindungan). Inilah semangat yang harus kita tanamkan dalam memahami ayat :

 هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ  

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama (At-Taubah:9, Ash-Shof:9, Al-Fath:28)

Terkait dengan masalah tersebut, dalam Tafsir Ibnu Katsir penjelasan Surat Taubah:9, Imam Ahmad menyampaikan hadits : 

” إن الله زوى لي الأرض مشارقها ومغاربها، وسيبلغ ملك أمتي ما زوى لي منها “ 

 (Sesungguhnya Allah telah membentangkan bumi, timur dan bartnya dan kekuasaan umatku akan mencapai kedua arah tersebut [meliputi semua penjuru bumi])

dan imam ahmad juga menyampaikan hadits :

 ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل والنهار، ولا يترك الله بيت مدر ولا وبر إلا أدخله هذا الدين، يعز عزيزاً ويذل ذليلاً؛ بعز عزيز، أو بذل ذليل عزاً يعز الله به الإسلام، وذلاً يذل الله به الكفر 

 (Urusan ini pasti akan sampai (ke seluruh alam) sebagaimana apa yang dijangkau oleh siang dan malam. Allah tidak akan membiarkan satu rumah, sama ada di tengah penduduk-penduduk kota mahupun di tengah penduduk kampung, kecuali Allah masukkan ke dalamnya agama ini, dengan kemuliaan yang dimuliakan, atau kehinaan yang dihinakan, sebagai kemuliaan yang Allah tetapkan untuk Islam, dan kehinaan yang Allah tetapkan bagi kekufuran.)

Hafidz Abdurahman menjelaskan bahwa Al-Haithami memberikan komentar: Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Tabrani. Tokoh-tokoh yang membawa hadits ini adalah sahih. Hadits Tamim ad-Dari ini dikeluarkan juga oleh al-Hakim dalam kitabnya, al-Mustadrak. Beliau mengatakan: Hadits ini sahih mengikut syarat as-Syaykhani (al-Bukhari-Muslim), sekalipun mereka tidak mengeluarkannya.

Dalam kitabnya, al-Mustadrak, al-Hakim telah mengeluarkan hadits dari jalur al-Miqdad bin al-Aswad al-Kindi, radhia-Llah ‘anhu, berkata: ‘Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tak akan tersisa di muka bumi satu rumah di kota dan kampung, kecuali Allah memasukkan ajaran Islam ke dalamnya dengan kemuliaan yang dimuliakan, atau kehinaan yang dihinakan. Allah memuliakan mereka sehingga mereka menjadi ahlinya, atau mereka dihinakan, sehingga mereka tidak memeluknya.” Silahkan dibaca selengkapnya tulisan Hafidz Abdurrahman di sini

Jadi penjelasan ”  لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ” Dimenangkannya di atas segala agama-agama” bukan sekedar maknawi yaitu Islam dimuliakan dari sisi kehormatannya, namun secara kinayah mengandung tuntutan bahwa Islam harus disebarkan baik dengan dakwah ataupun pemaksaan (seperti invansi) agar semua manusia bisa mengenal keidahan, kelembutan & keadilan Islam sebagai faktor penting untuk mewujudkan visi menjadikan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: