Something inside my minds

Bertanya tentang Asuransi Kesehatan

Posted by dnux on May 3, 2007

Ali — sebut saja begitu — bertanya pada seorang Mufti :

Bolehkah saya ikut asuransi kesehatan yang mana bila saya ikut asuransi tersebut maka saya akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis beberapa kali dan diskon xx% untuk berbagai pelayanan kesehatan seperti pembelian obat, pemasangan gigi, dll.

Lalu mufti tersebut menjawab “Program ini adalah perjudian yang diharamkan dengan nash Al-Qur`an”

Program ini termasuk jenis asuransi kesehatan yang berafiliasi bisnis, dan itu adalah haram karena termasuk akad perjudian dan pertaruhan.

Nominal yang diserahkan nasabah untuk mendapatkan pelayanan berdiskon selama setahun, lebih atau kurang, terkadang tidak dia manfaatkan sama sekali karena dia tidak membutuhkan pelayanan di klinik tersebut selama jangka waktu itu. Sehingga dia rugi dengan jumlah nominal tersebut. Yang untung adalah pihak klinik. Terkadang pula dia mengambil faedah besar yang berlipat ganda dari nominal yang dia serahkan, sehingga dia untung dan kliniknya rugi…

Hem … Lalu saya (dnux) bertanya dalam hati ? Apakah boleh saya ikut jadi anggota club golf dan membayar iuran keanggotaan 500 ribu setahun sehingga saya bisa bermain gratis di beberapa tempat tertentu dan potongan harga 50% di tempan tertentu serta mendapatkan diskon setiap pembelian stick dan bola golf di toko toko tertentu ? Apakah jawaban mufti tersebut juga “tidak boleh, karena anda akan untung dan kadang anda bisa jadi rugi

Saya juga ingin bertanya langsung pada mufti tersebut : “bolehkah saya melakukan ijaroh menjadi exportir/importir beras yang mendapatkan tender pengadaan beras dari pemerintah selama 2 tahun, sementara harga beras lokal kadang lebih tinggi sehingga saya untung dan kadang harga beras lokal kadang lebih rendah sehingga saya rugi. Apakah perdagangan saya ini haram karena mengandung unsur spekulatif untung dan rugi ?” Apa ya kira kira jawaban yang akan diberikan mufti tersebut ?

Rekan, hikmahnya adalah : harus kita telaah dengan jernih :

  1. apakah yang dimaksud dengan asuransi kesehatan itu memang asuransi atau sebenarnya bukan asuransi tapi numpang istilah asuransi saja agar orang lebih akrab dengan layanan produk itu ?
  2. apakah memang semua asuransi itu haram ? bukankah dalam fikih islam dikenal dengan istilah dhoman (jaminan) dan juga hawalah (pengalihan). Asuransi mana saja yang boleh dan mana yang tidak boleh ?

Karena saya juga kurang ilmu, maka untuk sementara jawaban tentang ASKES bisa rekan2 dapatkan disini.

Sebagai pengantar, Yusuf Qordhowi di “Halal – Haram Dalam Islam” mengatakan bahwa asuransi adalah jenis mu’amalat baru yang belum pernah dikenal sebelumnya. Tapi, menurut saya, setiap hal baru pasti pembahasannya telah ada di AlQuran dan AsSunnah sebab Allah telah menjamin bahwa Alquran adalah penjelas segala sesuatu (urusan manusia), sehingga pasti pembahasan tentang asuransi itu bisa di gali dari sumber Syara’

2 Responses to “Bertanya tentang Asuransi Kesehatan”

  1. latiaf said

    Asalamu’alaikum wrwb
    Memahami al quran haruslah konprehensive, setipa yang duharamkan oleh ALLAH adalah membawa kerugian.

    Hal hal yang baru yang tidak tercantum dlm al Quran, sekiranya Ansuransi membawa kemaslahatan dan bukan kerugian kepada manusia maka hal tersebut halal atau bermanfaat,

    BERSAMA INI SAYA CANTUMKAN SEBUAH JURNAL SAYA.

    APA TUGS MANUSIA DICIPTAKAN OLEH ALLAH?
    http://latifabdul.multiply.com/journal/item/1
    Salam latif.

  2. dnuxminds said

    Terimakasih pak Latif,
    blog bapak di multiply telah saya kunjugi dan alhamdulillah banyak hal yang bisa didapatkan.

    Mengenai asuransi, maka pandangan saya adalah bukan karena kemaslahatan. Tapi bagaimana cara mencapai maslahat itu sendiri. Contoh : maslahat yang dicari adalah ketenangan batin, maka bagi seorang muslim ketenangan batin tidak boleh dilakukan dengan cara meditasi seperti yang biasa dilakukan orang budha, hindu atau orang jepang dan lainnya.

    Asuransi pun bila memenuhi syarat syariat, maka itu adalah asuransi yang diperbolehkan. Andaikan menyalahi aturan syariat, tentu saja diharamkan. Dan setiap yang ditetapkan oleh syariat, sudah pasti akan tercapai maslahat. Yang diharamkan syariat bisa saja mengandung maslahat dunia, tapi pasti berimpact pada bencana di akhirat pada pelakunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: