Something inside my minds

Keistimewaan Surat AlFatihah

Posted by dnux on July 10, 2007

Ditempatkan diawal sebagai pengantar untuk mengerti semua kandungan Al-Quran
Juga dinamakan dengan nama Ummul Quran ( induk Al-Quran ) atau Ummul Kitab ( induk Al-Kitab ) kerana ianya merupakan induk bagi semua isi yang terdapat di dalam Al-Quran, serta menjadi intisari daripada kandungan Al-Quran. AlFatihah adalah pemahaman paling inti dari penjelasan aqidah dan syariat di seluruh surat surat sebelumya

Hanya diberikan kepada Rasulullah Muhammad SAW, tidak kepada nabi-nabi sebelum beliau
Berkata Rasulullah SAW kepada Ibnu Abbas : “Maukah kamu aku beri gambar gembira dengan 2 cahaya yang diberikan ke aku dan tidak diberikan ke nabi nabi sebelumku. Yaitu AlFatihah dan akhir dari Surat AlBaqoroh” (HR Muslim)

Surat Paling Agung Dalam Al Quran
Dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; Wahai Rasulullah, Anda tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al Quran?” Maka beliau bersabda, “(surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam shalat) serta Al Quran Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” (HR. Bukhari)

Langsung dijawab oleh Allah SWT setiap kali membacanya
Dalam Hadist Qudsi (riwayat Abu Hurairah), disebutkan pada saat hamba Allah membaca al-hamdulilahi rabbil alamin, Allah berkata: “HambaKu memujiKu”. Ketika dia membaca ar-rahmanir rahim, Allah berkata: “HambaKu menyanjungKu.” Ketika dia membaca maliki yaumiddin, Allah berkata “HambaKu mengagungkanKu.”
Selanjutkanya ketika dia membaca Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Allah berkata: “Ini antara Aku dan hambaKu dan hambaKu mendapatkan apa yang dimintanya”. Ketika dia membaca ihdinas siratal mustaqim, siratal ladhina an ‘amta alaihim ghairilmaghdubi alaihim wa lad-dallin, Allah berkata: “Ini untuk hambaKu, dia mendapatkan apa yang dimintanya.”

Membuat sholat yang menjadi kewajiban setiap muslim menjadi tidak sah tanpa membacanya
diriwayatkan oleh ‘Ubadah bin Ash Shamit r.a. , yang mengatakan sesungguhnya Nabi s.a.w. telah bersabda :“ Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul kitab ( surat Al Fatihah ) di dalam shalat itu “ Di lain kesempatan beliau juga bersabda : “ Barangsiapa mengerjakan shalat tanpa membaca Fatihatul kitab ( surat Al Fatihah ) di dalam shalat tersebut, maka shalatnya itu ‘khaddaj’ , yakni tidak sempurna “.

Obat penyakit batin sekaligus obat penyakit fisik.
Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: “Aku pernah tinggal di Makkah selama beberapa waktu dalam keadaan tertimpa berbagai penyakit. Dan aku tidak menemukan tabib maupun obat. Aku pun mengobati diriku sendiri dengan Al-Fatihah yang dibaca berulang-ulang pada segelas air Zam-zam kemudian meminumnya, hingga aku melihat dalam pengobatan itu ada pengaruh yang mengagumkan. Lalu aku menceritakan hal itu kepada orang yang mengeluh sakit. Mereka pun melakukan pengobatan dengan Al-Fatihah, ternyata kebanyakan mereka sembuh dengan cepat.”

———————-

Makna اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ dalam tafsir Baghowy (Ma’alim Tanzil)
اهْدِنَا (tunjukilah kami) =  أرشدنا  (tunjukilah kami jalan yang lurus), : ثبتنا
atas الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  = jalan yang lurus, yaitu : (1) Islam (2) AlQuran (3) Thoriqul Jannah (Jalan ke Surga) (4) Thoriqoh Sunnah wal Jama’ah (5) Thoriqoh Rasulullah SAW dan para sahabat

Jadi, Makna اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ menurut pemahaman saya adalah bukakanlah dan tetapkanlah hati kami untuk selalu menerima Iman dan Islam. Tetapkanlah kami dalam keteguhan Iman dan tetapkanlah kami agar selalu bisa istiqomah dalam melaksanakan syariat Islam, sehingga dengannya kami bisa tetap lurus dalam menapaki jalan ke Sorgamu (wallahu a’lam).

Pemahaman terhadap ayat otomatis menuntut kita untuk menolak dari mengikuti setiap agama lain, cara hidup, jalan hidup, syariat, aturan aturan atau ideologi ideologi lain yang merupakan jalannya orang orang yang dimurkai Allah dan tersesat dari petunjukknya. Inilah yang harusnya menjadi semangat kita setiap selesai sholat yaitu setiap membaca AlFatihah di dalam sholat tersebut. Sudahkah kita demikian ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: