Something inside my minds

Penjelasan Ringkas Mengenai Meletakkan Lutut Dahulu Ketika Sujud

Posted by dnux on September 17, 2007

Telah berselisih para ulama mengenai mana yang didahulukan ketika sujud, yaitu apakah lutut dahulu atau tangan dahulu. Sumber ikhtilaf dari masalah ini secara ringkas adalah karena adanya dua hadits yang bertentangan sebagaimana yang disajikan dalam kitab Bulughul Marom pada hadits no 310 dan 311 :

 وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَبْرُكْ كَمَا يَبْرُكُ اَلْبَعِيرُ , وَلْيَضَعْ يَدَيْهِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ )  أَخْرَجَهُ اَلثَّلَاثَةُ

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda “bila kalian sujud, maka jangan kalian turun seperti turunnya onta (maka hendaklah) meletakan tanganya sebelum lututnya“. Dikeluarkan oleh tiga (Abu Daud, Nasa’y dan Tirmidzy, dengan lafadz dari Tirmidzy). Imam Nasa’y mengeluarkan hadits dari Abu Hurairah juga tanpa menyebutkan ”maka letakan tanganya sebelum lututnya” (Subulus Salam).

 Dan dikatakan dalam Bulughul Marom bahwa hadits ini lebih kuat dari hadits wa’il (bin Hajar), yaitu :

 ( رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا سَجَدَ وَضَعَ رُكْبَتَيْهِ قَبْلَ يَدَيْهِ )  أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ )

Aku melihat Rasulullah SAW apabila sujud beliau meletakkan lututnya sebelum tangannya“. Dikeluarkan oleh empat (Abu Daud, Nasa’y, Tirmidzy dan Ibnu Majah) Berkata Tirmidzy : hadits hasan ghorib.

 Secara isnad hadits pertama (dari Abu Hurairah) lebih sahih dari hadits kedua (dari wa’il). Namun bagaiama istinbath (penggalian) hukum terkait dua hadits yang berbeda diatas ?

Dalam penjelasan di kitab Subulus Salam -penjelasan hadits ke 299, Imam Shon’any menerangkan bahwa ulama hanafiyah dan syafi’iyah mengambil hadits yang kedua tadi, yaitu mendahulukan lutut sebelum tangannya. Ash-Shon’any juga mengatakan bahwa Ibnu Qoyyim dalam masalah ini dengan berpendapat bahwa hadits Abi Hurairah lebih kuat dari hadits Wa’il namun hadits tersebut maqlub (terbalik susunan perkataan-nya), seharusnya yang dikatakan dalam hadits tersebut adalah “jangan kalian turun seperti turunnya onta (maka hendaklah) meletakan lututnya sebelum tangannya”, karena asal dari perintah itu adalah untuk tidak meniru turunnya onta.

Jadi demikianlah, bahwa memang hadits “jangan meniru onta” kedudukannya lebih kuat dan harus diunggulkan baik karena isnadnya ataupun karena hadits tersebut sifatnya qouly (ucapan/perintah langsung Rasulullah) yang memang harus didahulukan dari hadits fi’ly (kesaksian perbuatan Rasulullah). Namun, karena hadits tersebut maqlub (terbalik susunannya) maka pendapat yang lebih rajih dalam masalah sujud adalah dengan mendahulukan lutut sebelum tangan, terlebih hal ini dikuatkan dengan hadits dari wa’il sebagaimana tersebut diatas.

Sebagai tambahan, Imam Shon’any mengatakan bahwa perintah “jangan meniru onta” ataupun “maka letakkanlah” bukanlah perintah yang wajib dan terkategori mandub (sunah) saja. Sehingga (kata saya : dnux), tidak usah terlalu dipermasalahkan bila ada yang sujud dengan tangan dahulu, karena memang juga tidak dilarang.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: