Something inside my minds

Peringatan Tahun Baru 2008 Masehi : Potret Kekalahan Umat Islam

Posted by dnux on January 2, 2008

Semakin keras dan semakin ramai bunyi ledakan mercon, kembang api dll di langit di 31 Desember 2007, ane semakin menyadari, bahwa kita umat Islam masih terpuruk dan kita harus semakin bekerja keras untuk menyadarkan umat Islam akan kekalahannya saat ini.

Kita sama sama memahami bahwa Rasulullah bersabda “barang siapa menyerupai suatu kaum (non muslim), maka maka dia adalah bagian mereka (non muslim)“. Karenanya, muslimin yang riang gembira di peringatan tahun baru Masehi adalah mereka yang kalah dalam benturan peradaban Islam – Kapitalis (yang didominasi nasrani Amerika dan Eropa). Meski bisa jadi sebagian besar melakukan itu (1) karena ketidaktahuan dan tanpa intensi tertentu untuk memperingati tahun baru masehi, namun tetap saja ketidaktahuan itu adalah wujud kekalahan dalam memahami beda Islam – Kapitalis. Atau (2) ada juga yang tahu bahwa itu tidak benar, namun mereka minder bila tidak ikut-ikutan merayakan tahun baru masehi. Nah .. mereka inilah yang benar benar kalah telak dalam perang peradaban.

si fulan nanya : Lha terus yang tahu bahwa itu salah & tidak minder melakukannya ? alias mereka yang ridho atau bahkan jadi event organizer acara tahun baru dus meganggap tahun baru Masehi lebih afdhol untuk dirayakan daripada tahun hijriyah ?
jawab dnux : Mereka itu tidak termasuk yang kalah .. bahkan mereka menang. Menang dalam posisi mereka sebagai muslim sekuler – kapitalis.

Dalam kaitan dengan amar ma’ruf nahi mungkar, ane tetap menghargai upaya ulama dan beberapa aktivis Islam yang berusaha meminimalkan kemungkaran tahun baru dengan cara mengadakan dzikir akbar, majelis ta’lim, muhasabah dan lain lain. Menurut ane, harusnya mereka menolak semua acara itu, dan ramai ramai mengeluarkan statement/fatwa haramnya ikut peringatan malam tahun baru Masehi. Or paling tidak, bila memang benar benar bermaksud untuk amar ma’ruf nahi mungkar, maka para ulama/ustadz itu pas tausiah harus tegas menyatakan dan menerangkan dihadapan para jama’ah bahwa aktivitas peringatan Tahun Baru Masehi adalah perbuatan mungkar yang harus dirubah. Mereka harus benci dan menanamkan perasaan benci karena melihat kekalahan umat Islam yang menjadikan Tahun Baru Nasrani (Masehi) sebagai tahun baru mereka yang harus dirayakan dengan besar besaran.

si fulan nanya : Lho sam .. sampean naif dong, mengapa bila sampean menolak peringatan tahun baru tapi kok HTI menerbitkan dan mensosialisasikan Refleksi 2007 ?
jawab dnux : Lho, intinya adalah tidak ridho dan tidak merayakan Tahun Masehi.

Masalah refleksi itu kan setiap saat bisa dilakukan … وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ …(Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman QS 51:55), mau di awal tahun atau ditengah tahun, setahun sekali, tiap cawu atau sebulan sekali juga atur saja. Mau di bulan Januari atau di bulan Romadhon terserah saja juga. Ini hanya berkaitan dengan timing periode evaluasi saja dan memang sayangnya masyrarakat kita menggunakan tahun masehi sebagai tahun takwim perhitungan penyusunan program & budgeting, dll.

Ada dua prinsip yang bisa kita pergunakan disini. Yang pertama bahwa Allah SWT memaafkan umatNya yang melakukan sesuatu karena terpaksa dan yang kedua sekaligus namanya yang melakukan dengan terpaksa adalah adanya wujud perasaan tidak rihdo dan ingin segera menghentikan hal yang terpaksa itu.

Implementasinya : sah-sah saja melakukan refleksi tahun 2007 (tahun masehi), namun dalam hati kita membenci mengapa kok masyarakat menggunakan tahun masehi dan bukan tahun hijriyah sebagai tahun periode kehidupan kemasyarakatan mereka. Dan harus memompakan semangat untuk menjadikan 1 Muharram sebagai hari besar mereka untuk mengenang lahirnya Masyarakat Islam, lahirnya Negara Islam yang mana eksistensi keduanya sekarang telah tiada dan hanya menjadi individu individu Islam yang berserakan bagaikan buih dipinggir lautan.

si fulan nanya : Tapi mas, lha wong tanggal hijriyahnya umat Islam saja satu dunia beda beda (misal : tanggal sholat Id 1 Syawal), gimana mau dijadikan patokan ?.
jawab dnux : Ya … itu juga semakin menambah kesedihan saya sekaligus menambah keyakinan bahwa kita memang benar benar perlu khilafah segera berdiri untuk menyatukan umat Islam, termasuk penanggalannya.

Wassalam – dnux-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: