Something inside my minds

Pendapat dan Sikap Saya Terhadap Masalah Isbal

Posted by dnux on March 12, 2008

Bukan untuk memperuncing masalah & tidak sama sekali. Ini saya tulis tidak lain karena masalah isbal ini sering ditanyakan oleh para daris (pelajar) yang ingin pasti kepastian hukum isbal. Khususnya karena keresahan para syabab disebabkan ada sebagian pengurus masjid tidak mau mengundang ustadz yang isbal.

Perbedaan mengenai isbal telah berlangsung ribuan tahun. Walhasil, dan tanpa perlu menyajikan dalil dalil, maka cukuplah saya sampaikan pendapat Imam Ibnu Hajar dan Imam Nawawi tentang masalah Isbal. Diambil dari kitab Fathul Bari yang didownload dari http://www.waqfeya.com/open.php?cat=33&book=539 . Cuplikan buku ke 10 halaman 275 :

kesimpulan-isbal.jpg

InsyaAllah begini terjemahan bebas-nya (kalau ada kesalahan mohon dibetulkan) : notes  [] = komentar saya :

  • Dan dari hadits hadits [diatas] dapat dipahami bahwa menyeret (isbal) sarung (izar) dengan motivasi kesombongan (khuyalaa’) adalah dosa besar. Sedangkan isbal bukan karena kesombongan maka secara dzohir lafadz diharamkan juga.
  • Tetapi istidlal dengan taqyid (pembatasan) isbal dalam hadits hadits “dengan kesombongan” menunjukkan bawah kemutlakan larangan yang disebutkan yaitu mengenai celaan terhadap isbal membawa konsukuensi pembatasan tersebut. Karena itu tidak dilarang memanjangkan atau menyeret bila selamat dari kesombongan
  • Ibnu ‘Abdil Bar berkata : Pemahaman bahwasanya memanjangkan bukan karena sombong tidak tercakup oleh janji (ancaman) tersebut, namun memang memanjangkan gamis atau jenis pakaian lainnya itu tercela atas setiap kondisi apapun. [dnux : beliau mengatakan tercela tapi tidak disebutkan apakah haram atau makruh]
  • (Imam) Nawawi berkata :Isbal itu adalah bila pakaian dibawah dua mata kaki karena sombong, sedang bila karena selainnya [dnux: selain sombong] maka itu menjadi makruh. Demikianlah yang dikatakan Syafi’y untuk membedakan antara memanjangkan karena sombong dan karena selain sombong.
  • Berkata [dnux : apakah masih Imam Naway ? kayaknya iya ..] : yang disukai adalah untuk membuat sarung (izar) itu separuh betis dan diperbolehkan alias tidak dimakruhkan hingga batas dua mata kaki. Apa apa yang dibawah dari dua mata kaki dilarang dengan larangan tahrim bila dengan sombong dan bila tidak maka dia celaan tanzih. [dnux : isbal karena sombong = makruh tahrim bila tidak disertai sombong = makruh tanzih].
  • Hal ini disebabkan karena hadits hadits yang telah disebutkan terdahulu mengenai teguran terhadap isbal secara mutlak wajib ditaqyidkan (dibabatasi) dengan pengertian bahwa itu adalah isbal karena sombong

Demikianlah pendapat dari Imam Ibnu Hajar dan pendapat beberapa ulama yang beliau cuplik pendapatnya di Fathul Bari. Disitu ada dua pendapat yaitu, pertama : Isbal tanpa sombong diperbolehkan secara mutlak dan kedua : Isbal tanpa sombong tergolong makruh tanzih (makruh ringan)

Sekali lagi bukan buat meramaikan perdebatan. Naudzubillah bila demikian. Bukan juga sekedar untuk pro dan kontra,  hanya sekedar untuk memberikan balance information saja.

Ada baiknya bagi yang sering membaca dan mengaji kita Riyadhus Shalihin – karya Imam Nawawy saya ingatkan bahwa hadits-hadits mengenai isbal di kitab tersebut diletakkan di Bab 119 dengan judul bab :باب صفة طول القميص والكمّ والإِزار وطرف العمامة وتحريم إسبال شيء من ذلك على سبيل الخيلاء وكراهته من غير خيلاء yang i.a rtinya “Sifat Panjangnya Gamis, Lobang Tangan Baju, Sarung, Ujung Sorban Dan Haramnya Isbal pada hal di atas karena maksud kesombongan dan memakruhannya jikalau tidak karena maksud kesombongan“.

Kesimpulannya, bagaimana pendapat serta sikap saya (dnux) terhadap masalah isbal:

  • Saya masih memegang pendapat bahwa Isbal itu makruh tanzih dan tahrim bila dengan sombong. Dan biar begitu – karena hukumnya makruh – maka paling baik isbal adalah dihindari walaupun tanpa sombong. Disamping itu, meninggalkan isbal dengan tujuan taqorub adalah berpahala.
  • Mengenai celana panjang. Meskipun beberapa ulama menganggap bahwa isbal itu terjadi pada jenis pakaian apa saja. Namun bagi saya, celana tidak termasuk dalam pembahasan masalah isbal, sebab pengertian isbal dibatasi dengan hadits ( الإِسْبَا ُ ل في ا لإِزارِ ، والقَمِيصِ ، وَالعِمَامةِ )  yang artinya : isbal itu terjadi pada sarung, gamis dan sorban HR Abu Daud & Nasay – lihat riyadhus shalihin no 792.
  • Implementasi saya : Kalau menggunakan sarung maka sebaiknya ditinggikan diatas mata kaki (kan tinggal digulung saja toh ..), sedangkan bila menggunakan celana maka tidak mengapa dibawah mata kaki namun jangan sampai menyeret juga karena tentu bisa jadi akan terkena kotor dan najis di perjalanan. Apalagi pakai celana cutbrai .. walah .. gak usah lah .. nanti bisa bisa jatuh haram karena tasyabuh dengan penyanyi metal🙂
  • Kesombongan. Sombong adalah dosa besar sebagaimana menurut Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Kaba’ir (Dosa Dosa Besar) Bab 15 “Sombong, membanggakan diri, dan mengagumi diri-sendiri”.. Karenanya itu menyeret pakaian – baik sarung ataupun celana – bila disertai sombong maka menyebabkan pelakunya terjatuh dalam dosa karena sikap sombongnya, bukan sekedar masalah isbalnya itu sendiri. Demikian juga mereka yang menjaga pakaiannya diatas mata kaki akan terjatuh dalam dosa bila dia sombong dan membanggakan diri dengan ketidak isbalannya itu.

Kepada saudara saudaraku yang berpendapat “haram isbal baik dengan sombong atau tidak” serta “wajib tidak isbal” : 

  • Cara berpakaian anda yang menjaga selalu diatas mata kaki itu adalah sikap yang benar dan terpuji
  • Pendapat anda yang mengharamkan isbal tanpa sombong namun pendapat anda itu benar menurut dalil dan penggalian yang anda pergunakan, namun pada kenyataannya pendapat anda ternyata tidak sesuai dengan pendapat ulama hadits dan fikih besar sekaliber Ibnu Hajar dan Imam Nawawy
  • Karenanya, jangan mencela, mentertawakan, mengejek serta merendahkan mereka yang berpendapat boleh isbal tanpa sombong, cukup sampaikan pendapat anda apa adanya tanpa pretensi merendahkan. Bukankah anda sering membuka hadits arbain ? Di hadits no 35  tertulis “Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim . Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya dan kehormatannya ” (HR Muslim)
  • Jangan juga memboikot ustadz yang isbal. Kalau mau fair harusnya ustadz-ustadz yang masih tenggelam dengan sekulerisme dan yang ragu ragu terhadap syariat Islam itulah yang harusnya dilarang berceramah, karena jelas2 telah berbuat haram dan maskiat besar.

Walhasil, mari kita sama sama waspada terhadap jebakan iblis yang senantiasa membisiki rasa hasud dan dengki terhadap sesama muslim. Harusnya rasa hasud dan dengki kita alihkan menjadi sikap benci terhadap Hukum Jahiliah yang mengambil dominasi Kekuasaan Hukum Allah atas manusia.

Wallahu a’lam

dnux

3 Responses to “Pendapat dan Sikap Saya Terhadap Masalah Isbal”

  1. karim said

    bjaksna dlm prbdaan

  2. Ibnu said

    Assalamualaikum wrwb. Ada 2 hal penting: 1. yang ditekankan adalah kenampakan secara lahir sebagai bukti ketaatan karena hati seseorang tidak ada yang tahu. contohnya, setiap anggota mafia jepang, yakuza, memotong jari kelingkingnya sebagai bukti yang nampak secara lahir lambang taat kepada bossnya. 2. hidayah dari Allah swt, yaitu diberi petunjuk dan ketetapan hati untuk mentaatinya. banyak yang diberi petunjuk tetapi hanya sebagai ilmu saja tanpa diberi ketetapan hati untuk mentaatinya. Wassalam.

    • dnux said

      akhina ibnu,

      baik yang “tidak isbal” ataupu yang “isbal tanpa sombong” dua2nya taat pada Allah. (1) yang tidak isbal taat karena memahami bahwa isbal memang tidak boleh baik sombong ataupun tidak (2) yang isbal tanpa sombong pun taat karena memahami bahwa Allah SWT membolehkan hal tersebut.

      jazakallahu wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: