Something inside my minds

Mengapa Harus Ekonomi Islam

Posted by dnux on July 29, 2008

Ekonomi sosialis yang dibangun atas paham komunis mulai nampak sempurna kehancurannya ketika Gorbachev melaksanakan program Glasnost (Liberalisasi) & Perestroika (Strukturisasi). Dua hal tersebut sekaligus membuktikan akhir dari era ekonomi sosialis klasik (sosialis utopis) yang di impikan oleh Karl Max & Engels dan melahirkan pola ekonomi sosialis modern atau biasa juga disebut dengan sosialis humanis. Namun dalam benak mereka tidak pernah hilang cita cita untuk membentuk sebuah masyarakat komunal tanpa kelas.

Kehancuran ekonomi kapitalis yang dimotori oleh Amerika Serikat justru terjadi mendahului kehancuran ekonomi sosialis. Kehancuran pertama adalah terjadinya The Great Depression pada tahun 1930 yang menampakan bobroknya ekonomi liberal (persaingan bebas) dan memunculkan pandangan Keynessian yang menekankan pentingnya peran negara dalam kebijakan pasar. Kebijakan itupun bertahan selama 50 tahun sampai saat Amerika mulai merasakan kemenangan perang dingin maka dia memutuskan untuk beralih lagi ke ekonomi liberal dan melahirkan prinsip Neoliberalisme sejak era 1980. Tanpa pesaing berarti, Amerika Serikat mulai melebarkan invansi ekonomi neoliberalnya melalui pembentukan WTO dan GATT serta memanfaatkan IMF dan Bank Dunia untuk menekan Negara Negara berkembang.

Kini krisis ekonomi terjadi lagi di Amerika, setelah saham saham unggulan rontok pada Februari 2008 karena krisis Mortgage (Perumahan). Kerusakan karena badai Katrina dan badai badai lainnya masih belum direcovery. Ditambah lagi dengan perang Afghanistan dan Irak yang menghabiskan hingga 3 Trilliun Dollar (30 ribu trilliun rupiah) semakin memurukkan ekonomi Amerika. Harga minyak melambung dan jatuh tidak menentu karena kepanikan pasar dan keserakahan pialang minyak. April 2008 ini, IMF yang mengklaim dirinya penyelamat ekonomi negara berkembang pun tidak mampu menyelematkan dirinya dan terpaska menjual 12% cadangan emasnya dan memecat 15% karyawannya.

Melihat fakta fakta itu Masihkah kita berharap dan membebek pada Amerika Serikat dan IMF ? Masihkah kita tidak mau berpaling dari ekonomi kapitalis yang bebasis riba yang mereka paksakan sebagai kedok penjajahan ideologi dan ekonomi mereka ? Apakah berbagai krisis ekonomi yang menggontaikan perjalanan peradaban manusia selama ini tidak menyadarkan kita bahwa Allah SWT berfirman ”Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS 2:275)

Islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia melalui Rasulullah Muhammad SAW adalah agama sekaligus ideologi yang sesuai dengan fitrah manusia, melahirkan satu satunya sistem yang mampu untuk mewududkan kebahagiaan, termasuk melahirkan sistem Ekonomi Islam. Penerapan syriat Islam selama 13 Abad dalam wujud Daulah Khilafah terbukti berjalan mulus tanpa krisis ekonomi, krisis moneter, krisis sosial dan krisis krisis lainnya. Andaikan ada krisis keuangan di Daulah Utsmaniyah sejak akhir abad 18, itu semata mata karena mulai merasuknya pemikiran ekonomi kapitalis ditubuh Daulah.

Berikut beberapa prinsip Perbedaan Islam, Kapitalis dan Sosialis.

Islam

Kapitalis

Sosialis

Sumber Aturan

Allah SWT

Hawa Nafsu Manusia

Tujuan Hidup

Ridho Allah SWT

Bahagia Dunia & Akhirat

Menciptakan Masyarakat tanpa Kelas

Perasaan Bahagia

Taqorub kepada Allah SWT dengan amal fardhu dan amal nafilah

Mendpatkan Kenikmatan Jasmani

Kepemilikan

Semua milik Allah, diijinkan digunakan oleh pribadi, Umum, Negara

Milik Manusia secara mutlak, boleh dikuasai oleh pribadi

Semua milik negara secara mutlak untuk didistribusikan bagi semua Kelas

Kualitas Jasa & Barang

Harus terkait Halal Haram

Yang Penting Bermanfaat tidak peduli halal/haram

Yang Penting Bisa Dirasakan semua kelas

Kuantitas Kepemilikan

Tidak dibatasi selama didapatkan dengan cara halal

Tidak terbatas, boleh dimiliki dari cara yang tidak halal asal legal

Terbatas, harus sama jumlah yang dimiliki oleh anggota kelas

Sistem Keuangan

Dinar – Dirham

Uang Kertas/Logam yang tidak dipatok pada dinar-dirham

Landasan Ekonomi

Ekonomi Real & Non Riba

Ekonomi Real dan Non Real, Sistem Riba, Ketidakpastian kepemilikan/transaksi, Manipulatif, Spekulatif, dan Judi

Lebih dari itu, melaksanakan sistem ekonomi Islam adalah kewajiban bagi tiap individu, termasuk tokoh masyarakat apalagi perangkat negara. Sedangkan menjalankan ekonomi kapitalis adalah dosa besar apalagi bagi aparat negara yang sadar dan sengaja menetapkan dan menjalankan ekonomi kuffar.

Wallahu A’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: