Something inside my minds

Muhasabah : Mari Berhijrah dengan Serius

Posted by dnux on December 28, 2008

Genap 30 tahun kita melewati gerbang abad 15 H, suatu abad yang dahulu didengungkan oleh para ulama, pemikir, tokoh di seluruh dunia islam sebagai abad kebangkitan Islam, namun hingga kini umat Islam masih terjajah secara politik, sosial, ekonomi, budaya, militer dan lain sebagainya. Hijrah menuju keadaan yang lebih baik seakan masih jauh dari jangkauan ketika yang terjadi justru semakin banyaknya penguasa komprador yang ikhlas mengekor langkah Barat bahkan di Timur Tengah sendiri.

Hijrah menuju masyarakat Islami juga masih jauh tergambar di Indonesia. Meski pada era 90- gelora kebangkitan Islam mulai nampak di dunia politik sosial budaya, namun Islam masih tetap dianggap sebagai hantu ideologis yang harus diusir dari dunia nyata. Hal itu terlihat jelas dari sikap alergi para praktisi politik, ekonomi, sosial, hukum, pemerintahan dan keamanan untuk membicarakan kembali Piagam Jakarta ataupun isu Syariat Islam bagi Indonesia .

Sikap tersebut juga masih tampak di kalangan aktivis Islam itu sendiri. Meski telah 10 tahun umat Islam terlepas dari pemerintahan Orba yang represif terhadap Islam, namun belum banyak yang berani menyodorkan Islam sebagai solusi kemasyarakatan dan kenegaraan. Keberanian baru nampak ketika ada  isu terkait masalah aqidah (kristenisasi, nabi palsu dll) atau terkait isu penyakit sosial kambuhan (judi, miras, pelacuran dll). Jarang sekali aktivis baik itu ulama atau tokoh ormas Islam yang mengkritik undang undang sekuler kapitalis, yang justru merupakan biang terjadinya seluruh penyakit aqidah, akhlaq, ekonomi, sosial kemasyarakatan dan lain lain.

Imam Ahmad bin Hambal senantiasa berkata “Jika seorang alim menjawab dengan takut sehingga orang bodoh bertambah bodoh, lalu kapan kebenaran akan tampak”.  Puluhan tahun  beliau sabar menerima cercaan, pukulan ataupun deraan untuk menentang penguasa yang memaksakan pendapat AlQuran adalah makhluq. Akhirnya pertolongan dari Allah SWT datang, khalifah berikutnya (Mutawakkil 234H) melarang beredarnya pendapat sesat tersebut di seluruh negeri. Pertolongan itu insyaAllah juga karena adanya suara lantang dari para hamba Allah yang ikhlas yang tegas menyampaikan kalimat haq didepan penguasa dzolim walau nyawa taruhannya.

Saat ini kita butuh tokoh yang mau menyuarakan kebenaran. Tokoh yang mau melantangkan ajakan untuk hijrah ke dalam sistem Islam secara kaffah. Hijrah dari sekulerisme/kapitalisme yang merusak dan menghancurkan setiap sendi kehidupan masyarakat. Masyarakat Islam mendambakan syariat Islam sebagai sistem yang diyakini mampu membawa kesejahteraan dan kebahagiaan duni akhirat. Menurut jajak pendapat dari SEM Institute tahun 2008, 72% masyarakat di Indonesia setuju dengan penerapan Syariat Islam dalam kancah bernegara. Survey yang sama di hasilkan oleh Roy Morgan Research (Juni 2008)  mengatakan  52 persen rakyat Indonesia menuntut Penerapan Syariah Islam. Survei dari PPIM UIN Syarif Hidayatullah pun menunjukkah bahwa 75 masyarakat Indonesia setuju bahwa  pemerintahan yang berdasarkan syariat Islam adalah yang terbaik bagi Indonesia .

Kapan kita serius untuk hijrah dari kapitalisme menuju sistem Islam ? Padahal semuanya telah mengetahui akan keharaman dan kemudhorotan sistem kapitalisme yang bertumpu pada ekonomi ribawi dan spekulatif,  penggunaan fiat money,  bursa saham serta privatisasi kekayaan publik. Sistem cacat buatan manusia itu juga jelas jelas selalu menciptakan krisis ekonomi setiap 10 tahun-nya yang menyebabkan masyarakat Indonesia tidak pernah lepas dari kemiskinan dan penderitaan sosial.  Dan Tahun 2009 akan semakin banyak perusahaan colaps, puluhan ribu atau jutaaan orang akan kehilangan pekerjaan dan jumlah kriminalitas dan penyakit sosial lainnya pun akan meningkat menyusul krisis global tahun 2008 ini.

Kita harus berhenti berteori tentang kemuliaan 1 Muharram, saatnya untuk mewujudkan hijrah yang serius sebagaimana hijrahnya nabi dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Dari peradaban jahiliah menuju peradaban yang rahmatan lil ’alamin. Kita harus menunjukkan dengan dada terbuka kemauan dan tekad kita untuk berhijrah sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat turun ke jalan berbaris dalam 2 shaf mengelilingi ka`bah dengan meneriakkan takbir berulang ulang sehingga terbuka mata dzohir dan mata batin masyarakat Makkah bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat sungguh serius hendak mewujudkan peradaban baru yang akan menggusur peradaban jahiliah mereka.

Rasulullah SAW, para sahabat, para tabiin dan juga para imam madzab tidak pernah gentar menyuarakan kebenaran walau kebenaran yang disuarakan itu menentang aturan normatif ataupun hukum positif yang berlaku ditengah masyarakat. Mereka tidak pernah peduli akan hal itu semua. Kitapun harus bersikap demikian. Kita harus memaparkan sistem Islam sedetail detailnya kepada masyarakat tanpa menutup nutupi sebagian kecil apalagi sebagian besarnya dengan alasan hal itu tidak sesuai dengan aturan normatif atau hukum positif negeri ini. Itu semua harus kita lakukan, kalau memang benar kita serius untuk berhijrah dari sistem kapitalisme ini, bukan sekedar berfantasi saja.
Wassalam. Muhammad Nugroho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: