Something inside my minds

tafakur dalam pekikan

Posted by dnux on February 25, 2009

lembut irama yang kalian sebut itu memekikkan
adalah kerinduan sepotong lidah kelu yang tak pandai bicara
Hanya bisa menitipkan pesan dan jeritan
pada resonansi dawai yang dipetik jari jari lentik
tersembunyi dibalik bingar dentaman ujung stick
pada akhir bait syair yang ujungnya segera diuntaikan
tepat bersama sebuah kongklusi perenungan
bahwa fana itu ternyata masih tetap berada di ujung kehampaan
gambarannya pun semakin memburam
terus berlari dari kekang yang kujulurkan

Burung putih bermata hijau yang paruhnya pernah mencoba mengetuk pintu ta’bir,
bertengger gelisah memegang cermin dan dia bercerita
bahwa tali ku tak layak tuk dihadiahkan sebagai bukti tanda kesetiaan
karena tali itu toh sudah terbukti tak mampu meredam
ambisiku dan juga hasrat nafsu atau sekedar keinginan,
yang tertantang saat bayang kalian datang menyapa,
yang entah mengapa begitu enggan kucampakkan
atau bahkan enggan walau sekedar untuk diabaikan
menjadi hantu siang malam, menderu deru
menarikku dari cahaya yang memanggil dan menyeru syahdu

gontai lunglai lututku tersimpuh terlelah
tak mau berhenti dan tetap merangkak menuruskan langkah
sementara burung putih bermata hijau itu terbang pergi membawa cermin hati
yang kutahu dia pasti akan kembali, untuk kemudian mentertawakanku lagi ..

Pergilah bayang,
biarkan aku bertafakur sendirian, sesaat saja ..
tenggelam dalam nada yang menyejukkan pikiran dan perasaan.
di lembut irama yang kalian sebut itu memekikkan ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: