Something inside my minds

Absurditas Teori Invisible Hands & Etika Bisnis Adam Smith

Posted by dnux on October 21, 2009

summary : adam smith sendiri pada masa akhirnya ternyata kuatir bila teori invisible hands & pasar bebas justru memunculkan ketimpangan/ ketidakdilan.

Teori invisibadamsmith-sentimentsle hands dikenalkan oleh Adam Smith (1723-1790) di dalam bukunya The Wealth of Nation (1776). Pandangan tersebut mengatakan bahwa pasar yang baik adalah pasar yang dibentuk oleh kompetisi antara penawaran dan permintaan. Negara harus tidak boleh mengintervensi pasar dalam bentuk apapun (semisal penetapan harga barang, upah kejra, dll) agar tercipta harga yang wajar sebagai wujud keseimbangan dari kompetisi bebas antara kekuatan penawaran dan kekuatan permintaan. Biarkan pasar digerakkan oleh kekuatan tersembunyi yang akan menyeimbangkan antara supply dan demand. Peran Negara dianggap justru akan mengganggun terciptanya efisiensi produksi dan distribusi yang seharusnya terjadi karena dorongan untuk memenuhi peningkatan permintaan.

Ide invisible hands secara langsung mendorong tuntutan kebebasan berekonomi termasuk diantaranya adalah kebebasan berproduksi dimana individu individu haruslah dapat mengembangkan kemampuan dan kuantitas produksinya sehingga diharapkan tercapainya kemakmuran yaitu kondisi dimana masyarakat bisa mendapatkan barang dan jasa semurah mungkin. Untuk mewujudkan hal itu maka masyarakat harus bisa mengakses semua bentuk resources baik itu berupa modal capital, bahan baku industri, mesin, tenaga kerja, dan lain lain agar tercipta produksi secara missal. Inilah semangat dari kapitalisme klasik yang melahirkan revolusi industri

Revolusi industri sendiri dalam sejarahnya disamping meninggalkan efek positif berupa inovasi tekhnologi produk dsb, namun justru lebih banyak efek negatifnya baik dalam aspek sosial maupun dalam aspek ekonomi itu sendiri. Revolusi industry terbukti justru hanya menciptakan kemakmuran bagi kalangan kapitalis borjuis saja sementara kalangan masyarakat khususnya pekerja buruh tidak merasakan hal yang sama. Derita buruh pabrik pada revolusi industry tidak ada bedanya dengan penderitaan kaum buruh tani pada masa feodalisme merkantilisme. Ibaratnya, revolusi industri kapitalisme klasik tiada lain sekedar melanjutkan sejarah feodalisme dan merkantilisme yang menciptakan masyarkat menderita

Karenanya ide invisible hands dikritik habis baik oleh kalangan Marxis mapupun kapitalis Keynessian yang intinya mengatakan tugas negaralah untuk melindungi warga dari penindasan sehingga Negara harus intervensi ke pasar. Dan tidak tepat pula untuk mengatakan invisible hands adalah God’s hand sebagaimana yang disampaikan oleh Adiwarman Karim dalam sebuah bukunya dimana beliau beralasan bahwa bisa jadi Adam Smith terinspirasi oleh perdagangan maju bangsa Arab (Islam) dimana Negara dilarang untuk mengintervensi harga di pasar sebagaimana perintah dari nabi Muhammad SAW terkait hal tersebut. Adiwarman Karim sendiri sebenarnya juga menggarisbawahi bahwa bedanya Invisible Hands dengan ekonomi Islam adalah bahwa ekonomi islam sendiri masih mengenal intervensi ke pasar namun bukan berupa kebijakan penetapan harga, upah dll.

Ternyata ide Invisible hand menurut Adam Smith sendiri juga berbeda dengan pemahaman invisible hands yang dianut pada masa sekarang dimana faktor kemanusiaan adalah sesuatu yang diabaikan dalam kegiatan berekonomi dan berproduksi dimana hal tersebut adalah gejala umum dari liberalisme (klasik) atau neoliberalisme dimana terjadi pemaksaan pembukaan pasar bebas melalui cara-cara politis, tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau intervensi militer tanpa memandang kesiapan atau konsukuensi pasar bebas bagi internal Negara bersangkutan.

Memang Adam Smith mengklaim kalau kepentingan pribadi sendiri bisa menuju pada hasil yang menguntungkan dari segi sosial. Namun yang dimaksud dengan kepentingan pribadi disini bukanlah keegoisan sempit tetapi sesuatu yang melibatkan simpati sebagaimana disebutkan pada revisi bukunya Theory of Moral Sentiments (1789) yang terbit setelah The Wealth of Nations. Adam Smith berbicara mengenai benevolence atau sikap berbuat baik dimana dalam bisnis tidak patut untuk berbuat egois apalagi keserakahan. Kegiatan bisnis menuntut sikap etis atau keutamaan. Sikap etis yang penting dalam ekonomi adalah hubungan timble balik (reciprocity), kerjasama (cooperation) dan terutama adalah keadilan.

Dalam revisi dari Theory of Moral Sentimens Adam Smith menunjukkan kekuatiran terhadap gejala korupsi moral dimana makin diabaikannya orang miskin dan pinggiran serta makin diagungkannya kelas orang kaya. Hal ini setidaknya menunjukkan bawha Adam Smith membayangkan resiko dari suatu pasar bebas yang berjalan tanpa adanya etika dan keadilan bagi semua kalangan. Karenanya invisible hands yang sebagimana dimaksud Adam Smith haruslah berupa mekanisme pasar bebas yang beretika dan berkeadilan.

Lalu bagaimana wujud dari ide invisible hands berkeadilan itu dengan sekarang ? Apakah telah berjalan sesuai dengan maksud Adam Smith diatas ? Tentu sangat jauh … Kekuatiran Adam Smith terhadap ketidakadilan hanya diwujudkan pada hati manusia dan padapada sebuah benda abstrak yaitu Etika yang tentu saja pada tiap masa selalu bias pemahamannya.

Dalam masyarakat yang telah luas, keadilan haruslah dan hanya bisa terwujud karena adanya rule of the game yang adil, bukan sebatas etika bisnis individu pelaku bisnis. Bisnis yang melegakan adalah bisnis yang saling rela antara penjual dan pembeli. Tetapi bila yang dijual adalah sabu sabu tentu tidak cukup menyandarkan etika, tapi harus pengaturan jenis benda yang dijual dan lain sebagainya

Terlebih lagi kesalahan fatal dari Adam Smith yang tidak discover pada kedua bukunya adalah pandangannya yang membebaskan individu untuk memiliki (menguasai) segala jenis kepemilikan benda termasuk benda yang secara natural adalah milik bersama seperti sumberdaya air, mineral tambang, hutan sehingga mengakibatkan ketidak adilan bagi masyarakat untuk mendapatkan hasil dari sumber sumber milik bersama. Demikian juga menyarankan atau menjelaskan bagaimana agar modal/kapital untuk berproduksi bisa terdistribusi merata atau dapat dinikmati oleh semua kalangan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Karenanya keidealan invisible hands Adam Smith + etika bisnisnya tetap tidak akan menjamin kemakmuran masyarakat sebab ide pasar bebas dalam bayangannya hanya akan menjadi ilusi. Yang terjadi justru pasar yang tidak bebas dan tidak fair sebab ada hegemoni dari kaum capital pada pasar dan ketidakmampuan Negara mengatasi pendzoliman itu sebab Negara dilarang intervensi ke dalam pasar dalam bentuk apapun.

Islam membebaskan individu individu untuk mengembangkan naluri bisnisnya sekaligus menetapkan batas batas keadilan secara terperinci. Islam mendorong fair trade sekaligus menentukan apa saja yang boleh didagangkan oleh individu dan mana yang tidak boleh diperdangangkan. Islam juga mengatur kepemilikan bersama sehingga masyarakat bisa menikmati hasil kekayaan alam bukan sekedar sebagai tikus yang menonton lumbung padi. Semua ide tersebut diwujudkant dibakukan dalam bentuk sistem ekonomi Islam. Inilah “Invisible Hand” atau God’s Hand sesungguhnya yang pernah sukses selama 1300 tahun dan kemudian pelan tapi pasti runtuh karena dominasi ide ide kapitalisme yang tidak peduli pada akibat penerapan ekonomi kapitalis yang merusak tersebut

dnux 21/10/09

bacaan :

4 Responses to “Absurditas Teori Invisible Hands & Etika Bisnis Adam Smith”

  1. yati said

    Terimakasih.., karena saya membaca di situs ini saya dapat pengetahuan baru mengenai teori adam smith..,

  2. dnux said

    yati, demikianlah semakin membuktikan kita bahwa kapitalisme itu sudah dinilai rawan cacat oleh pencetusnya sendiri ….

  3. Like this nice..
    Add me https://m.facebook.com/akuahmadjuga

  4. Ijin copy paste

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: