Something inside my minds

Mensyukuri Nikmat Al-Quran

Posted by dnux on August 22, 2010

Allah berfirman dalam surat At-Takatsur ayat 8 :

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

(kemudian kamu akan ditanya terhadap setiap nikmat yang kamu dapatkan)

Definisi Syukur.  Secara bahasa makna syukur adalah menampakkan dan memuji. Secara makna, Imam Al-Qosimy menjelaskan : “ Tidaklah seorang hamba disebut bersyukur kepada tuannya kecuali menggunakan nikmat tersebut terhadap hal hal yang menyenangkan tuannya atau menggunakannya dalam rangka beribadah kepadanya bukan untuk kemauan pribadinya. Sebaliknya apabila dia menggunakannya pada hal hal yang dibenci tuannya maka sesungguhnya dia kufur nikmat” (dari kitab Mauidzotul Mu’min min Ihya Ulumddin)

Bentuk Syukur. Dzun Nun al Mishri mengatakan bahwa bentuk syukur itu adalah : “kepada atasan adalah dengan taat kepadanya, kepada yang sederajad adalah dengan perlakuan setara dan kepada yang lebih rendah adalah dengan balasan yang lebih baik dan penghormatan” (dari kitab taqarub ilallah : fauzi sinurqoth)

Petunjuk Allah berupa kitab suci adalah nikmat Allah sebagaimana yang disiratkan dalam surat Al-Baqarah 211 :

سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُم مِّنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ وَمَن يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللّهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءتْهُ فَإِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya : “Tanyakanlah kepada Bani Israel: “Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka. Dan barang siapa yang menukar ni`mat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.”  Makna nikmat di ayat tersebut adalah kitab Allah yaitu Taurat dan Injil (Tafsir Ma’alim Tanzil – Baghawy dll)

Karenanya Al-Quran  adalah nikmat Allah bahkan sebesar besar nikmat Allah bagi manusia di dunia ini. Tentang kegunaan Al-Quran bagi manusia, Allah berfirman dalam QS Yunus 57 :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Selama ini kita telah mengkufurni nikmat AlQuran dengan cara tidak menjadikan dia sebagai penyembuh bagi penyakit di dada kita sekaligus tidak menggunakannya sebagai petunjuk dalam kehidupan kita. Kita memilih jalan mengenyampingkan Al-Quran dan membuat aturan aturan lain serta metode metode penyebuhan jiwa yang tidak sesuai dengan Al-Quran. Kita pergunakan teori ekonomi kapitalis liberalis atau susun sendiri yang namanya ekonomi kerakyatan seraya mengesampingkan bagaimana AlQuran mengatur masalah ekonomi. Kita pergunakan teori trias politika, demokrasi, HAM untuk membuat undang undang seraya mengabaikan AlQuran sebagai satu satunya acuan dalam membuat undang undang padahal Allah SWT mengancam : “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka itulah orang kafir” (QS 5:44), atau “dzolim” (QS 5:45) atau “fasik” (QS 5:47).

Kita benar benar telah menguras habis energi otak kita untuk merumuskan filsafat filsafat yang sekedar angan angan,  kita menghabiskan trilliunan rupiah untuk pilpres, pilkada dll guna memilih pemimpin yang akan membuat dan menjalankan hukum yang sesuai dengan kemauan manusia yang justru terbukti mencelakakan manusia. Kita habiskan energi untuk mendengarkan dan membaca berita perdebatan di parlemen untuk membuat undang undang plus friksi dan berita berita korupsi yang menyertainya. Kita ibarat anak kecil hendak membuat aturan main sendiri tanpa didampingi orang tua maka sering permainan itu mencelakakan mereka sendiri. demikian juga manusia yang paling pintar sekalipun tanpa di dampingi oleh yang Maha Pintar maka akhirnya justru akan mencelakakan sendiri.

Hukum diAl-Quran sudah sangat jelas dan mudah dibaca kemauannya secara general ataupun secara spesifik. yang dibutuhkan kita adalah keimanan terhadap perintah Allah serta kepasrahan bahwa kita manusia adalah makhluq bodoh dan lemah dan hanya Allah SWT yang Maha Sempurna dan Maha Tahu bagaimana cara mengatur kehidupan manusia. Hukum Islam itu irit energi, irit otak, irit waktu tapi sudah pasti maknyus & cespleng menyelesaikan segala persoalan manusia

Wallahu A’lam, Wallahu Musta’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: