Something inside my minds

Peran Survey dalam Bisnis Islami

Posted by dnux on January 18, 2011

Imam Ali KW(*1) mengkategorikan manusia ke dalam tiga kelompok. Pertama, manusia yang merugi adalah mereka yang keadaanya pada hari ini sama dengan keadaanya pada hari kemaren, alias tidak ada kemajuan. Kedua, manusia yang celaka (lebih buruk dari merugi) adalah mereka yang nkeadaan hari ini justru lebih buruk daripada hari sebelumnya. Ketiga, manusia yang beruntung adalah mereka yang keadaanya setiap saat selalu lebih baik dari sebelumnya yaitu mereka yang selakukan melakukan peningkatan pada setiap aspeknya, baik dalam aspek aqidah, ibadah maupun juga dalam aspek bisnis dan lain sebagainya.

Agar kita tidak merugi (apalagi celaka), maka kita harus selalu melihat keadaan saat ini, saat sebelumnya dan kecenderungan/ forecasting keadaan masa mendatang yaitu apakah kegiatan kita berjalan lurus, naik atau bahkan turun. Membandingkan dengan masa lalu tentu adalah hala yang mudah, namun bagaimana untuk membentuk jalan yang terus menanjak naik ? Hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan improvisasi kegiatan itu sendiri baik berupa peningkatan kapasitas, efisiensi, extensi, difersifikasi dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui dan terjun dalam menangkap peluang ke depan, maka salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan survey. Survey itu sendiri tidak hanya perlu dilakukan pada saat awal perencanaan bisnis, namun juga harus dilakukan secara berkala setidaknya setahun sekali untuk memonitor apakah bisnis berjalan sesuai rencana atau tidak, seperti pada hal hal berikut :

  1. Survey untuk menentukan jesnis produk barang/jasa di lokasi tertentu
  2. Survey untuk menentukan lokasi yang paling sesuai untuk usaha tertentu
  3. Customer Survey atau seperti survey kepuasan pelanggan terhadap kualitas service, produk, dsb
  4. Employee Survey atau Survey internal karyawan seperti fungsi management, gaji, suasana kerja dsb
  5. Survey kecenderungan/trend pasar

Survey bisa dilakukan secara oleh satu pihak semisal oleh seorang planner saja (dengan melibatkan tim-nya), namun lebih baik lagi bila survey itu melibatkan pihak lain baik itu pelanggan, rekanan, karyawan ataupun kepada tetangga disekitar lokasi bisnis baik itu pebisnis atau bukan. Bagi pebisnis berpengalaman bisa saja tidak melakukan survey, namun cukup mengikuti pengamatan dan instinct bisnisnya. Namun tidak ada salahnya bila survey tetap dilakukan dan hasilnya menjadi bahan pertimbangan bisnis, sebab semakin banyak pihak dilibatkan dalam mencari informasi maka berita akan semakin banyak dan semakin obyektif dalam menentukan perencanaan bisnis.

Dalam kisah disebutkan bahwa sahabat Abdurrahman bin Auf ketika sampai di Madinah (Yatsrib) cukup meminta ditunjukkan letak pasar lalu beliau dalam waktu singkat bisa segera menjadi pedagang besar di Madinah. Dalam peperangan pun Rasulullah SAW sering mengirimkan utusan/sariyah dulu untuk mensurvey pasukan lawan dan juga mensurvey tempat paling cocok sebagai basis pertahanan dan lain sebagainya.

Rambu rambu syariat terkait pelaksanaan survey:

  1. Survey harus dilakukan dengan jujur, baik konten ataupun penyajian hasilnya. Jangan dimanipulasi dengan membumbu bumbui hasil survey untuk manisnya iklan. Karena memanipulasi informasi walaupun bisa melariskan dagangan namun disamping pada akhirnya akan merugikan diri sendiri juga merupakan dosa yang sangat besar. dari sahabat Abi Bakrah : Rasulullah s.a.w. bersabda: Maukah kalian aku beritahukan tentang sebesar-besar dosa besar? Kami menjawab: Sudah tentu ya Rasulullah. Baginda bersabda: Menyekutukan (syirik) Allah dan menderhakai kedua ibu bapa dan sumpah palsu. Waktu itu baginda sedang bersandar lalu baginda duduk dan bersabda: Ingatlah (juga dosa yang sangat besar ialah) perkataan palsu dan sumpah palsu. Baginda tidak henti-henti mengulanginya sehinggalah kami berkata: Alangkah baik kalau baginda berhenti (diam dan tidak mengulanginya lagi). (HR Bukhari dan Muslim)
  2. Survey dilakukan bukan untuk tujuan buruk seperti menjatuhkan lawan bisnis dengan cara menyebarkan aib internal. Survey harus dilakukan untuk kompetisi pasar yang sehat. “Pemasaran digunakan bukan untuk mendapat untung sebesar2nya, tetapi untuk membantu orang lain mendapatkan kebutuhannya.” demikian kata Philip Kotler, salah seorang marketer kelas dunia saat ini. RAsulullah bersabda : Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. (HR Muslim)
  3. Survey tidak dilakukan dengan cara cara memata matai (tajasus) aktivitas “lawan” bisnis, namun dilakukan terhadap hal hal yang tampak. Sesama muslim harus saling bersaudara. Bila ingin mengetahui sesuatu yang baik atau buruk dari saudaranya maka hendaknya di dialogkan langsung dengan saudaranya tanpa memata matai. Bila memang ada kecurigaan maka boleh saja melaporkan dugaan kepada pemerintah untuk diselidiki, namun tidak memata matai langsung. Jauh jauh hari Rasulullah SAW juga berpesan : “Sesungguhnya kamu jika menyelidiki carat orang lain, berarti kamu telah merusak mereka atau setidak-tidaknya hampir- merusak mereka itu.” (Riwayat Abu Daud dan ibnu Hibban) Abu Umamah meriwayatkan dari Rasulullah s.a.w., ia bersabda:”Sesungguhnya seorang kepala apabila mencari keraguraguan terhadap orang lain, maka ia telah merusak mereka.” (Riwayat Abu Daud).

Demikianlah sekilas tentang survey dan penetrasi pasar. Karenanya pebinsis rindu syariah sekalian jangan lupa untuk melakukan survey pada setiap aspek bisnisnya agar tidak menjadi orang yang merugi dan terus menjadi pebisnis yang sukses dunia akherat dengan selalu menjaga aspek ikhlas dan benar sesuai syara.

Wallahu’alam

*1) tarjih hadits : http://www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?t=90659

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: