Something inside my minds

Menghapuskan Kekikiran

Posted by dnux on August 11, 2011

Bulan itu (Ramadhan) adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin di dalamnya (HR Khuzaimah)

Sebagaimana kita saksikan sendiri bahwa Ramadhan memang identik dengan bulan panen rezeki. Para pegawai kantoran baik itu pegawai negeri ataupu swasta pada bulan Ramadhan biasanya selalu mendapatkan THR, yang tidak bekerja kantoran semisal sopir, buruh, pedangang pasar hingga pedagang besar-pun biasanya memecah tabugannya khusus untuk menyukseskan ramadhan, baik itu untuk belanja keperluan puasa ataupun persiapan lebaran. Demikan juga bagi panti asuhan biasanya bulan Ramadhan panen sumbangan dari dermawan yang ingin membagi kebahagiaan kepada yatim piatu.

Tingginya permintaan barang dan jasa akibat antusiasme masyarakat dalam berRamadhan otomatis meningkatkan harga barang dan jasa itu sendiri. Tingginya permintaan barang dan jasa otomatis juga memicu munculnya pedagang pedangan musiman di pasar pasar ataupun di pinggir jalan baik pedagang makanan, pakaian, sandal, mainan dan selainnya. Ibaratnya bisa kita katakan bahwa Ramadhan adalah bulan ekonomi dan bulan wiraswasta umat.

Inflasi selama Ramadhan adalah bulan inflasi sehat karena kenaikan harga benar benar didorong oleh kenaikan real permintaan, bukan kenaikan karena spekulasi ataupun karena hambatan distribusi. Walaupun peluang hambatan distribusi semisal karena penimbunan itu ada, tapi sungguh rasanya tidak akan terjadi banyak pada bulan Ramadhan ini dimana setiap orang ingin mendapatkan rezeki dengan cara yang sehat sesuai tuntunan syariat.

Inflasi sehat menciptakan peluang pergerakan ekonomi.

Permintaan barang dari konsumen akan mendorong produsen untuk lebih memperbanyak produksinya atau bahkan mendorong konsumen untuk menjadi produsen yakni sebagai wiraswasta setelah melihat banyaknya peluang yang bisa dia ambil. Meningkatnya produksi pada akhirnya akan mendorong persaingan harga dan kemudian mendorong harga ke tingkat equilibrium (keseimbangan) yang baru

Cara meningkatkan produksi tentu saja adalah dengan meningkatkan tenaga kerja dan alat kerja dan tentu ini adalah hal yang sangat kita idam idamkan yaitu meningkatnya kesempatan kerja dan berkurangnya angka pengangguran karena Allah SWT sangat membenci pengangguran dengan catatan tentu bila ada kesempatan pekerjaan. Bila tidak ada ? maka pengangguran tentu adalah keterpaksaan yang harus segera diselesaikan oleh masyarakat dan khususnya oleh pemerintah dimana peran imam dalam pandangan Islam adalah sebagai khadimul umat alias pelayan umat dimana mereka bertanggung jawab untuk melayani atau memfasilitasi keperluan umat – tentu dengan mempekerjakan pegawai pegawainya – termasuk dalam hal penyediaan kesempatan kerja

Karena itu Islam mendorong umat Islam untuk tidak kikir (bakhil) dalam hartanya. Islam mendorong umat Islam untuk menafkahkan hartanya dan sangat mengecam mereka yang menyimpan hartanya. Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka (An-Nisa ayat 36-37)

Sifat kikir mendorong manusia untuk menahan hartanya supaya tidak berkurang, dia belikan barang yang tidak turun harganya semisal perhiasan emas lebih dari sekedar yang bisa dipakainya. Parahnya lagi sifat kikir mendorong manusia untuk mengembangkan hartanya dengan prinsip tidak mau rugi semisal mengembangkan hartanya secara ribawi di rekening deposito, jualan tapi tidak mau rugi sehingga melahirkan model jual-sewa, beli sesuatu tapi tidak mau barangnya rusak sehingga melahirkan produk asuransi, atau kalau perlu mengaku harta orang lain sebagai miliknya.

Sifat kikir juga berdampak buruk bagi ekonomi masyarakat karena kikir berarti menahan peputaran uang dan menahan orang lain untuk mendapatkan hartanya baik dari cara perdagangan, kongsi dagang, sedekah, hibah dll. Akibatnya, ekonomi akan berjalan lebih lamban dibandingkan bila semua orang gemar berinfaq ataupun bersedekah. Sekikir kikirnya manusia adalah mereka yang menahan sedekah wajib yaitu zakat baik itu zakat perniagaan, peternakan, hasil bumi dan uang simpanan. Buat mereka yang menahan zakat maka Allah SWT dan RasulNya mengancam mereka dengan siksa api neraka sebab menahan hak para mustahik khususnya faqir miskin.

Islam mendorong umat Islam untuk melepaskan hartanya cara  bersedekah atau hibah ataupun waqaf. Bila tidak mampu berbuat seperti itu maka Islam mendorong agar harta itu dia nafkahkan atau dia belanjakan untuk dirinya sendiri pada produk produk yang diperbolehkan. Belanja masih merupakan mekanisme pemutaran harta ke tegah masyarakat. Demikian pula dalam pengembangan harta, Islam juga mendorong umat Islam untuk berbagi untung rugi atau menjadi risk taker, bukan maunya untung saja sebab prinsip untung terus itulah yang selalu membuat orang lain menjadi rugi.

Sebagaimana kebaikan lainnya, maka kebaikan infaq shodaqoh ini harusnya terus terjaga selepas bulan Ramadhan. Dampaknya bagi masyarakat adalah ekonomi makin cepat berputar sehingga kemakmuran akan cepat tercapai, sementara bagi kita sendiri adalah mendapatkan kebahagiaan sejati di dunia dan di akherat. Allah SWT berfirman : Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr 9) Orang yang kikir akan terus menderita karena telah terpikat oleh dunia yang memang tidak pernah memberikan kebahagiaan, sementara orang yang terlepas dari kekikiran berarti dia telah berhasil melepaskan kecintaanya kepada dunia. Mereka akan diberikan ketenangan jiwa oleh Allah SWT dari sebab keberhasilannya melepas diri dari cinta dunia dan di akherat akan dimasukkan Allah SWT ke dalam sorga-Nya.

Wallahu muwafiq ilaa aqwamith thariq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: