Something inside my minds

Celakalah Para Penunggak Zakat

Posted by dnux on August 12, 2011

Tidak Mebayar Zakat ? Apa kata Akhirat ?

Zakat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Di dalam Al-Quran terdapat 32 ayat tentang zakat, dimana 28 ayat diantaranya kata zakat selalu digandengkan dengan kata sholat.[1] Zakat adalah termasuk tiang dari agama Islam sebagaimana disabdakan Baginda SAW : “Islam dibangun atas 5 perkara yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji” (Al-Hadits). Perintah zakat juga diberikan Allah SWT kepada umat terdahulu setidahknya kepada Yahudi dan Nasrani sebagaimana yang tertulis di dalam Taurat dan Injil.

Zakat adalah ibadah maliyah (harta) dimana Allah SWT memang tidak hanya memerintahkan manusia untuk beribadah badaniah saja namun juga beribadah maliyah. Manusia tidak hanya dituntut untuk meluangkan waktu dan tenaga dalam beribadah kepada-Nya, namun juga dituntut untuk meluangkan hartanya untuk beribadah kepada-Nya yaitu dengan membayar Zakat dan kewajiban harta lainnya semisal fidyah, dam haji, dan dhoribah (pajak).  Imam Thobrusi dalam Majma’ul Bayan Fii Tafsir Quran dalam menafsirkan ayat “kami tidak memberi makan orang miskin” (QS Mudatsir 44) beliau memaknainya dengan tidak membayar zakat atau kafarat puasa

Salah satu hikmah dari Zakat adalah untuk membersihkan harta dan hati manusia.

(QS At-Taubah : 103). Harta manusia perlu dibersihkan karena di dalam harta mereka ada hak orang lain yang harus dikeluarkan sesuai dengan ketentuannya. Bila mereka tidak menunaikannya maka dia seperti orang yang merampas harta orang lain yang menempel pada hartanya itu.

Zakat juga untuk menyucikan dan melembutkan hati manusia. Banyak manusia yang mudah dan mampu meluangkan waktu untuk beribadah badaniyah belum tentu mampu untuk mengeluarkan hartanya dalam ibadah maliyah sebab cinta dunia dan kikir/bakhil yang menguasainya. Hatinya tidak mampu untuk menggerakkan dirinya menolong orang lain dengan hartanya sebab terlalu sayang akan harta atau bahkan ada yang tidak mampu untuk membelanjakan hartanya karena dan dibiarkan menumpuk di dalam rekeningnya.

Zakat adalah ibadah maliyah yang berguna untuk menyelesaikan problem kemiskinan, walaupun tidak semua problem kemiskinan bisa selesai dengan membayar zakat. Banyak yang keliru menafsirkan kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang tidak bisa menemukan penerima zakat (mustahiq) dengan anggapan bahwa bila zakat ditarik dengan baik maka tidak akan ada lagi kemiskinan. Tidak adanya mustahiq masa beliau justru terjadi setelah beliau melakuan reformasi ekonomi, pemerintahan, birokrasi, hukum serta mendistribusikan harta negara sesuai dengan peruntukannya menurut syariat Islam sebenarnya. Jadi tidak adanya mustahiq pada waktu itu adalah indikasi kesuksesan penyelenggaraan negara secara menyeluruh, bukan sekedar indikasi kesuksesan penarikan zakat saja.

Zakat pada masa sekarang sangat berguna langsung untuk menyantuni faqir miskin dan orang yang terlilit hutang. Sebagaimana pada periode Makkah, hanya motivasi dan ancaman yang bisa mendorong manusia beriman untuk membantu mereka baik melalui zakat maupun infaq dan shodaqoh. Para faqir miskin saat ini tentu membutuhkan “subsidi tunai” dari saudara-saudara seimannya. Mengandalkan subsidi tunai dari BLT pun susah, bahkan subsidi mereka untuk menikmati BBM pun juga sudah hendak dicabut karena dianggap terlalu membebani anggaran negara. Demikian pula subsidi sekolah dan kesehatan pun tak kalah ruwetnya dimana yang terjadi justru sering dijadikan ajang bisnis penyelenggaranya.

Karena itu hendaklah kita saat ini yang hidup seakan pada periode Makkah –  yaitu dimana hukum Islam tidak dijalankan 100% termasuk dalam perihal penarikan dan penyaluran zakat kepada 8 golongan –, untuk sama sama terlibat aktif dalam mensosialisasikan kepada sesama umat Islam untuk membayar zakat rata-rata cuma 2½ saja serta banyak banyak berinfaq shodaqoh untuk membantu sesama saudara beriman yang tidak mampu. Menyalurkan kepada yang berhak secara langsung dari kerabat atau kenalan yang diketahui kekurangan sangat baik ataupun bisa juga melalui lembaga/yasasan sosial yang amanah dan tidak menyelewengkan penggunaan dana tersebut.

Tidak membayar zakat berarti telah mendzalimi mereka yang berhak mendapatkan harta itu dan kelak mereka akan menuntut hak itu di Akherat. Tidak membayar zakat berarti telah mendzalimi diri sendiri, sebab Allah SWT dan Rasul-Nya tidak akan tinggal diam terhadap pembangkangan pembayaran zakat. Rasulullah SAW bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersyahadat, menegakaan sholat dan menunaikan zakat.” (HR. Bukhori dan Muslim). Sahabat Abu Bakar pun melaksanakan perintah beliau dengan mengerahkan angkatan bersenjata menyerbu Bani Hanifah yang tidak mau membayar Zakat.

Demikian juga Allah SWT berfirman : “Janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat.” (Ali Imron : 180) . Waspadalah.

Anda takut didenda atau dipenjara karena tidak membayar pajak ? Maka harusnya anda jauh lebih takut lagi bila tidak membayar zakat. Waspadalah ….

Wallahu muwafiq ilaa aqwamith thariq

Wassalamu’alaykum wrwbkt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: