Something inside my minds

Apakah Makkah saat ini adalah Darul Islam ? Bagaimana dengan Saudi Arabia ?

Posted by dnux on February 29, 2012

(Artikel belum selesai)

Judul di atas sekaligus adalah sebuah pertanyaan muncul ketika petugas kultum menyampaikan hadits

لا هجرة بعد الفتح ولكن جهاد ونية

Tidak ada lagi hijrah setelah Fathul Makkah, melainkan (yang tinggal) adalah  jihad dan niat” (Muttafaqun ‘alayh)

lalu si kultumer juga mebacakan syarah yang kalau tidak salah adalah tulisah Syekh Iyad Hilali yang menyampaikan bahwa Makkah hingga saat ini adalah Darul Islam. Penasaran dengan hal itu maka saya (dnux) menocoba membuka syarah namun yang ketemu adalah dari Syekh Utsaimin yang isnyaAllah pemahaman keislamannya hampir sama dengan Syekh Hilali dan mendapatkan keterangan berikut :

وفي هذا دليل على أن مكة لن تعود لتكون بلاد كفر، بل ستبقى بلاد إسلام إلى أن تقوم الساعة، أو إلى أن يشاء الله

yang insyaAllah terjemahannya (secara bebas) “dan berdasarkan dalil ini maka Makkah tidak akan pernah kembali menjadi Darul Kufur akan tetapi akan tetap kekal menjadi Darul Islam hingga hari Kiamat atau hingga waktu yang dikehendaki Allah SWT” sumber :  http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_18002.shtml

disini  Syaikh Utsaimin telah berani dengan tegas menyatakan bahwa Makkah tidak akan berubah selalu menjadi DArul Islam sejak Futuh Makkah dan selamanya tidak akan menjadi Darul Kufur lagi.

Lalu saya membayangkan barangkali betapa teman2 salafy ngotot menyatakan Sasudi Arabia adalah Darul Islam mungkin karena imbas pemahaman dari hadits ini. Andaikan iya, maka mungkin sebenarnya pembahasan bisa dipecah menjadi dua yaitu :

  1. Makkah selamanya Darul Islam
  2. Status Saudi Arabia mengikuti status Makkah yaitu selamanya Darul Islam ?

Tentu saya yang bodoh ini tidak berani melawan pendapat itu, dan hanya bisa ditengah2 kesibukan bekerja, berusaha untuk menggali pendapat para Ulama khususnya para ahlul hadits terhadap hal tersebut. InsyaAllah  …

bila ada saudara/i yang bisa memberi saya masukkan/rujukan baik yang mendukung atau menentang pendapat Syaikh Utsaimin boleh langsung kirimkan saya link ke artikel tersebut

Jazakallahu & Wassalam

11 Responses to “Apakah Makkah saat ini adalah Darul Islam ? Bagaimana dengan Saudi Arabia ?”

  1. PembelaSalaf said

    Negeri Islam adalah negeri yang tampak syiar Islam dari penduduk negeri itu, seperti shalat lima waktu, shalat jum’at dan shalat Ied. Anas bin Malik radhiyallahu’anhu menceritakan, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam hendak menyerang daerah musuh ketika terbit fajar. Beliau menunggu suara adzan, jika beliau mendengar adzan, maka beliau menahan diri, dan jika tidak mendengar adzan maka beliau menyerang.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
    Adanya suara adzan menjadikan pasukan muslim menahan serangan. Hal ini menunjukkan Islamnya darah yang akan diserang itu sehingga ketika sudah nampak Islamnya melalui suara adzan, dan daerah itu pun tidak jadi diserang.
    Imam an-Nawawi rahimahumullah berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa adzan menahan serangan kaum muslimin kepada penduduk negeri daerah tersebut karena adzan tersebut merupakan dalil atas keislaman mereka.” (Syarh Shahih Muslim, IV/84)
    Imam al-Qurthubi rahimahumullah berkata, “adzan adalah tanda yang membedakan Darul Islam dan Darul Kufur.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, VI/225)
    Isham al-Muzani rahimahumullah berkata, “Adalah nabi shalallahu ‘alaihi wassalam jika mengutus suatu pasukan beliau bersabda, ‘Jika kalian melihat masjid atau mendengar adzan maka janganlah membunuh seorang pun!” (riwayat Ahmad, abu dawud, dan at-tirmidzi. Syaikh al-Albani melemahkannya dalam Dha’if Sunan abu dawud)
    Imam asy-Syaukani rahimahumullah mengomentari hadits ini, “Hadits ini menunjukkan bahwa sekedar keberadaan sebuah masjid di suatu negeri maka ini cukup menjadi dalil atas keislaman penduduknya, walaupun belum didengar adzan dari mereka, karena nabi shalallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan pasukan-pasukannya agar mencukupkan dengan salah satu dari dua hal: adanya masijid atau mendengar adzan.” (Nailul Authar, VII/287)
    Ibnu Taimiyah rahimahumullah menguatkan pendapat ini, “keberadaan suatu tempat sebagai negeri kafir atau negeri iman atau negeri orang-orang fasik bukanlah sifat yang tidak terpisah darinya, tetapi dia adalah sifat yang insidental sesuai dengan keadaan penduduknya, setiap jengkal bumi yang penduduknya orang-orang mukmin yang bertakwa maka tempat tersebut adalah negeri para wali Allah pada saat itu, setiap jengkal tanah yang penduduknya orang-orang fasik, maka dia adalah negeri kefasikan pada saat itu, dan jika para penduduknya selain yang kita sebutkan tadi, dan berubah dengan selain mereka, maka negeri itu adalah negeri mereka.” (Majmu’ Fatawa, XVIII, 282) Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahumullah berkata, “Yang dimaksud negeri syririk ialah negeri yang menampakkan syiar kekafiran dan tidak bisa ditegakkan syiar Islam di dalamnya secara menyeluruh seperti adzan, shalat jama’ah, hari raya, dan shalat jum’at. Saya katakan menyeluruh karena ada sebagian tempat yang menegakkan syiar Islam tapi hanya terbatas pada tempat tertentu, seperti yang dilakukan oleh kaum minoritas muslim yang hidup di negeri kafir. Ini tidak bisa dikategorikan negeri Islam. Yang bisa dikatakan negeri Islam hanya negeri yang mampu menegakkan dan menghidupkan syiar Islam secara menyeluruh di setiap tempat negeri tersebut.” (Syarh Tsalatsatil Ushul, 129-130)
    ad-Dasuqy berkata, “sesungguhnya negeri Islam tidaklah berubah menjadi darul harbi sekedar dengan penguasaan orang-orang kafir atasnya, tetapi hingga terputus penegakan syiar-syiar Islam darinya, adapun selama tetap ditegakkan syiar-syiar Islam atau sebagian besar darinya, maka tidaklah dia berubah menjadi darul harbi.” (Hasyiyah Dasuqi, II/188)

    • dnux said

      ad-Dasuqy berkata, “sesungguhnya negeri Islam tidaklah berubah menjadi darul harbi sekedar dengan penguasaan orang-orang kafir atasnya, tetapi hingga terputus penegakan syiar-syiar Islam darinya, adapun selama tetap ditegakkan syiar-syiar Islam atau sebagian besar darinya, maka tidaklah dia berubah menjadi darul harbi.” (Hasyiyah Dasuqi, II/188)

      Ketika daulah Islam ditaklukkan maka saat itu tidak serta merta menjadi darul kufur sampai akhirnya mereka menancapkan hukum2nya dan mengganti hukum2 Islam walaupun mereka membiarkan penduduknya untuk adzan dan melakukan syiar lainnya. Ini bedanya penjajahan masa lampau yaitu masa kerajaan2 dengan kolonialisme masa sekarang yang mengutamakan penguasaan sumber daya ekonomi daripada penguasaan militer semata

      wslm
      dwi

    • apakah di amerika serikat itu darul islam? karena ada adzan disana?? hehe apa jawaban oknum salafi?

      • salaf said

        Azan itu hanya salah satu kriteria.

        Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Keberadaan suatu bumi (negeri) sebagai Darul Kufur, Darul Iman, atau Darul Fasiqin, bukanlah sifat yang kontinu (terus-menerus/langgeng) bagi negeri tersebut, namun hal itu sesuai dengan keadaan penduduknya. Setiap negeri yang penduduknya adalah orang-orang mukmin lagi bertakwa maka ketika itu ia sebagai negeri wali-wali Allah. Setiap negeri yang penduduknya orang-orang kafir maka ketika itu ia sebagai Darul Kufur, dan setiap negeri yang penduduknya orang-orang fasiq maka ketika itu ia sebagai Darul Fusuq. Jika penduduknya tidak seperti yang kami sebutkan dan berganti dengan selain mereka, maka ia disesuaikan dengan keadaan penduduknya tersebut.” (Majmu’ Fatawa, 18/282)

      • dnux said

        istilah dari ibn taimiyah “darul fusuq” tidak diamini dan diikuti jumhur ulama laionnya yang membedakan kriteria negara itu hanya dua saja : yaitu darul islam dan darul kafir …

      • dnux said

        pemarahan sekali … sepertinya kurang mendalami adab menahan marah atau kurang mendapat contoh dari ustadznya perihal menahan marah ? sepertinya kurang diajari adab berdiskusi juga ya …

        1) saya mengatakan bahwa kategorisasi darul fusuq yg disampaikan ibn taimiyah itu tidak diikuti ulama lain, tentu tidak menyalahkan definisi darul islam – darul kufur versi beliau.

        2) jumhur ulama berpendapat bahwa status darul islam atau darul kufurnya suatu negara tidak semata dari penduduknya Islam atau tidak, tetapi tergantung dari hukum dan kekuatan disitu.
        semisal palestine, ketika ditaklukkan tentara salib walau disitu masih banyak umat Islam dan boleh melakukan sholat, tapi karena penguasanya adalah Kristen dan kekuatan (pasukan) yang menjaga kota itu adalah tentara Kristen, maka wilayah itu masuk kategori Darul Kufur …

      • dnux said

        mas xx, bagaimana bila anda saya berikan saja definisi dari bin bazz berikut :

        وقال تعالى: أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ[40] وقال تعالى: وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ[41] وقال تعالى: وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ[42] وقال تعالى: وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ[43] وكل دولة لا تحكم بشرع الله، ولا تنصاع لحكم الله، ولا ترضاه فهي دولة جاهلية كافرة، ظالمة فاسقة بنص هذه الآيات المحكمات، يجب على أهل الإسلام بغضها ومعاداتها في الله، وتحرم عليهم مودتها وموالاتها حتى تؤمن بالله وحده، وتحكم شريعته، وترضى بذلك لها وعليها، كما قال عز وجل: قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ[44]

        lihat yang saya bold : “……Dan Setiap Negara Yang Tidak Berhukum Dengan Hukum Allah, Dan Tidak Menyerahkan Urusan Kepada Hukum Allah, Maka Negara Tersebut Adalah Negara Jahiliyah, Kafir, Zhalim Dan Fasiq Sesuai Dengan Nash Ayat Muhkamat (Tegas) Ini, Wajib Bagi Orang Islam Untuk Membencinya Dan Memusuhinya Karena Allah, Dan Haram Bagi Kaum Muslimin Memberikan Wala’ (Loyalitas, Kecintaan, Ketundukan Dan Kepatuhan) Dan Menyukainya, Sampai Negeri Itu Beriman Kepada Allah Yang Maha Esa, Dan Berhukum Dengan Syariat-Nya Dan Ridho Dengan Itu Semua Untuk Diterapkan Di Negera Itu Dan Menjadi Dasar Negara Itu,..”

        silahkan dibuka sendiri tulisan beliau .. http://www.binbaz.org.sa/mat/8191

      • dnux said

        mas bisa juga buka wikipedia berikut : http://ar.wikipedia.org/wiki/%D8%AF%D8%A7%D8%B1_%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%B3%D9%84%D8%A7%D9%85_%D9%88%D8%AF%D8%A7%D8%B1_%D8%A7%D9%84%D9%83%D9%81%D8%B1

        disitu disebutkan :
        وهناك من يعرف دار إسلام بالبلاد التي يغلب عليها ظهور شرائع الإسلام؛ ويحكم فيها المسلمون بحكم الإسلام وتعاليمه؛ وإن كان غالب سكان تلك البلاد غير مسلمين
        karena itu maka darul islam adalah negeri iyang dikuasai oleh umat islam dan nampak syariat2 islam dan kaum muslim disana berhukum dengan hukum islam dan muncul juga pengajaran2nya, walau penduduk yang tinggal disana bukanlah kaum muslimin ..

        kalau gak setuju maka mas Saraf yang pinter ngamuk silahkan protes wikipedia ya …

  2. Werekatz said

    Ngamuk kok di blog orang … padahal udah bener yang punya blog ngajaknya diskusi. Sam Dnux, delete wae po’o sam, nda sedap dipandangnya. Takut menjadi fitnah bagi Salaf yang lain kelakuannya. Padahal banyak yang ok lho Salaf sebenernya😦

    • dnux said

      latihan melayani orang ndri … ntar dihapus insyaAllah …
      btw kalau ditrace IP sendernya berasal dr *.atlanta.hp.com loh … mestinya terdidik yah …

  3. alfatih said

    wajadilhum billati hiya ahsan…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: