Apakah Haram Membayar Transaksi GoJek dengan menggunakan GoPay ?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘ala Rosulillah. Beberapa bulan terakhir ini umat Islam Indonesia sedang ramai membahas tentang hukum GoJek dan juga aplikasi Go-Pay. Perbincangan dan perbedaan pendapat tentu adalah hal yang lumrah dan patut disyukuri karena juga merupakan indikasi semakin sadarnya umat Islam Indonesia untuk selalu menyandarkan setiap aktivitiasnya dengan perintah dan larangan Allah SWT.

GoJek saat ini merupakan sebuah terobosan teknologi yang membantu masyarakat untuk bermuamalah melalui handphone (hp) berbasis aplikasi android dll. Masyarakat selama 24 jam bisa memesan ojek online, memesan makanan, membeli obat dll via aplikasi GoJek selama ada ojek/pengemudi di sekitar area-nya. GoJek pun juga memanfaatkan perkembangan eMoney (uang elektronik) dengan menyediakan sarana Go-Pay yang penjelasannya bisa dibaca di website https://www.GoJek.com/go-pay/ . Go-Pay saat ini (per 6 Oktober 2017) menyediakan fasilitas layanan antara lain : (1) Top-Up atau isi ulang saldo ke aku GoJek-nya melalui transfer dari bank dll (2) Pembayaran transaksi GoJek termasuk pula transaksi -transaksi lainnya yang tersedia semisal Go-Car, Go-Food dll (3) Transfer Dana ke akun/rekenik GoJek lainnya. (4) Penarikan Tunai dari Akun GO-PAY melalui bank pelanggan yang didaftarkan di GoJek (5 )dll

Setelah penulis membaca-baca perbedaan pendapat terkait boleh tidaknya membayar transaksi GoJek dengan menggunakan GoPay, maka penulis menyimpulkan bahwa perbedaan pendapat tersebut disebabkan oleh dua faktor yakni :

  1. Perbedaan pendapat terkait diskon atau selisih harga antara pembayaran GoPay yang lebih murah bila dibandingkan dengan pembayaran tunai fisik (memberi uang langsung ke pengemudi GoJek). Misalnya transaksi Go-Car dari Gambir ke Pondok Indah bila dibayar langsung tunai fisik ke pengemudi adalah Rp 55.000,- sedangkan bila menggunakan debet GoPay adalah Rp 45.000,- yakni lebih murah Rp 10.000,- dibandingkan dengan membayar duit fisik
  2. Perbedaan pendapat terkait akad TopUp Deposit GoPay apakah berupa akad Wadiah (penitipan) ? atau akad Hutang ? atau akad Ujrah ? atau akad Salam dll …

Yang mengharamkan GoPay semisal Ustadz Dr. Erwandi berargumen bahwa akad TopUp GoPay adalah akad hutang dimana pelanggan memberikan hutang ke GoJek. dan karena setiap manfaat yang timbul dari hutang itu hukumnya haram, maka diskon GoPay itu adalah haram sehingga GoPay menjadi haram bila ada selisih dengan pembayaran tunai fisik. (https://www.youtube.com/watch?v=5OAPXPAAyHY)

Sedangkan yang membolehkan GoPay semisal Dr Oni Sahroni dari DSN  menyatakan akad Ijaroh Maushufah fiy Dzimmah dimana pelanggan adalah pihak ajir (penyewa/pengupah)  dan GoJek adalah pihak muajir (yang disewa/dipekerjakan) dimana deposit TopUp adalah bentuk pembayaran ujrah dimuka (http://www.portal-islam.id/2017/08/go-pay-halal-atau-haram.html). Demikian juga Ahmad Ifham Sholihin dari KARIM consulting menyatakan bahwa akad dari GoPay adalah bentuk bay salam dengan objek manfaat sehingga akadnya adalah Ijaroh Maushufah fiy Dzimmah  (http://chirpstory.com/li/364904)

Adapun saya sendiri – dengan segala keterbatasan pemahaman -,  berpendapat bahwa :

  1. Akad TopUp adalah Wadiah, bukan akad Hutang ataupun Ijaroh Maushufah fiy Dzimah
    • Hal ini karena pelanggan meletakkan uangnya atau menambah saldo eMoney-nya  di akun Gojek-nya untuk tujuan apapun. PT Gojek Indonesia menjadi pihak tertitip karena memang dia secara sadar menyediakan sarana penitipan uang yang mereka sediakan untuk mempermudah transaksi pelanggan.
    • Uang yang ditransfer ke GoPay dikirim ke rekening rekening CIMB Niaga a.n PT. DOMPET ANAK BANGSA: 800143445000 dan menjadi Uang Elektronik atau eMoney karena PT Dompet Anak Bangsa (PT DAB) adalah penyedia layanan uang elektronik (eMoney) yang resmi dan disetujui oleh Bank Indonesia setelah mengakuisisi PT MVCommerce Indonesia http://www.bi.go.id/id/sistem-pembayaran/informasi-perizinan/TransferDana/Contents/Default.aspx
    • Akad TopUp lebih tepat disebut sebagai akad wadiah (titipan) dibandingkan dengan akd hutang (qordhun) karena ciri khas dari wadiah (titipan) adalah barang titipan bisa diambil sewaktu-waktu dan jangka waktu penitipannya tidak harus disebutkan. Sedangkan ciri khas hutang adalah ada jangka waktu tempo berhutangnya sebagaimana firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai (berhutang) untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya” (QS 2:282). Tidak boleh penghutang untuk menarik piutangnya sebelum jatuh tempo kecuali karena alasan syari. Dan karena GoPay bisa diambil sewaktu waktu baik digunakan untuk transaksi di GoJek ataupun ditransfer ke akun lain ataupun juga diambil tunai via rekening bank pelanggan, maka tidak tepat bila dikatakan GoPay adalah bentuk hutang dan lebih dekat ke bentuk wadiah.
    • Soal : Apakah boleh wadiah seperti itu ? Bukankah wadiah itu harus diletakkan di tempat aman dan terjaga ? Jawab : meletakkan duit di GoPay ataupun di tabungan bank syariah rekening wadiah itu sama amannya. Terjaga dan jauh lebih sulit untuk dicuri karena yang kita pegang adalah angka-nya, bukan fisiknya.
    • Adapun bila dikatakan bahwa akad ToPup adalah bentuk bay salam (pemesanan) dan sekaligus adalah Ijaroh Maushufah fiy Dzimmah, maka menurut saya penisbatan akad tersebut untuk TopUp GoPay juga kurang tepat sebab akad salam juga membutuhkan obyek yang akan dilakukan dan waktu penuaiannya semisal bay salam berupa memesan beras sebanyak satu ton pada bulan depan. Dengan TopUp pelanggan bisa melakukan banyak kegiatan baik transaksi Go-Jek, Go-Car, Go-Food dan waktunya pun terserah pelanggan, tidak ada kesepakatan dengan GoJek kapan batas maksimal menggunakan eMoney GoPay-nya. Karena itu GoPay lebih mirip wadiah daripada akd salam ijaroh di depan.
  2. Benefit atau Diskon GoPay bukanlah Riba – Bunga Hutang
    • Batasan : Yang dibahas disini adalah pernyataan bahwa diskon GoJek (bila menggunakan GoPay) merupakan pemberian dana dari GoJek karena GoJek telah mengelola deposit pelanggan. Jadi bila saya menggunakan GoPay dengan selisih Rp 10.000,- maka dianggap Rp 10.000,- adalah bunga dari deposit saya di GoJek.
    • Apabila kita memandang bahwa akad deposit itu adalah wadiah, maka otomatis tidak berlaku adanya riba karena riba (bunga) terjadi pada akad hutang baik pengembalian lebihnya itu disepakati di awal ataupun diberikan sepihak oleh pihak penghutang.
    • Untuk menyanggah bahwa diskon antara pembayaran GoPay yang merupakan eMoney dibandingkan dengan pembayaran tunai fisik (paper money dll) merupakan bunga dari deposit, maka mari kita gunakan ilustrasi berikut :
    • Misalkan hari ini deposit GoPay saya Rp 0,- dan saya berencana hendak pergi dari Gambir ke Pondok Indah. Saya cek aplikasi GoJek untuk menggunakan GoCar maka disitu ada pilihan bila saya membayar dengan tunai fisik paper money ke pengemudi saya akan membayar Rp 55.000,- sedangkan bila menggunakan eMoney GoPay adalah Rp 45.000,- yakni lebih murah Rp 10.000,- dibandingkan dengan paper money (fisik) meskipun deposit saya Rp 0,-.
    • Maka pk 12:00 hari ini saya mengisi (TopUp) GoPay saya sebesar Rp 45.000,- dan sekian menit berikutnya sudah masuk ke akun GoPay saya lalu pk 13:00 saya pesan GoCar dari Gambir ke Pondok Indah dengan GoPay sebesar Rp 45.000,-. Disini terlihat bahwa saya tidak ada deposit sama sekali lalu saya baru TopUp selama satu jam namun tetap mendapatkan diskon harga Rp 10.000,- bila dibandingkan dengan membayar tunai fisik.
    • Karena itu tidak tepat bila dikatakan selisih harga atau diskon itu adalah diambil dari keuntungan meletakkan deposit di GoPay karena saya baru saja TopUp dan tidak ada endapan saldo sebelumnya (saldo Rp 0,-). Kalau tidak ada endapan saldo maka bagaiama saya bisa mendapatkan bunga sebesar Rp 10.000,- itu ?
    • Kalau-lah diskon itu merupakan bunga atas deposit kita, maka harusnya besaran diskon akan bervariasi tergantung dari jumlah dan lama deposit. Yang makin besar dan makin lama depositnya maka mestinya akan mendapatkan diskon yang lebih besar lagi.
    • Tambahan lagi bahwa andaikan kita meletakkan deposit Rp 1 juta di GoPay, maka  bila 1 tahun tidak kita gunakan deposit tersebut untuk aktivitas GoJek, maka juga tidak akan ada tambahan di deposit GiPay kita.
    • Sekali lagi riba yang dimaksud diatas adalah riba bunga hutang, kalau yang dimaksud riba adalah riba pemanfaatan hutang sebagaimana larangan memberikan fasilitas tumpangan kepada yang dihutangi, maka sekali lagi tergantung dari definisi akadnya. Kalau akadnya adalah hutang maka tidak boleh, sedangkan bila akadnya bukan hutang maka perlu dipertimbangkan lagi larangannya.
    • Lalu darimana GoJek kok bisa memberikan diskon atau selisih harga antara tunai fisik dan GoPay kalau bukan dari pengelolaan ? Maka penulis sendiri juga tidak tahu, lebih tepat kalau itu ditanyakan ke Gojek. Yang jelas argumentasi diskon atau selisih harga itu adalah dampak pemanfaatan deposit bisa dinyatakan tidak tepat.

Karena itu maka penulis berpendapat dan pendapat ini mengikat diri kami sendiri bahwa pembayaran transaksi GoJek (termasuk GoCar, GoFood dll) via GoPay itu boleh meskipun mendapatkan diskon, karena diskon atau selisih harga dari GoJek diberikan bukan merupakan riba bunga hutang karena pemanfaatan Gojek terhadap deposit pelanggan di GoPay.

Analogi deposit GoPay dengan mentipkan duit di warung tetangga

  • Untuk memudahkan pemahaman terhadap deposit GoPay maka kita bisa menganalogikan dengan menitipkan uang kita di warung tetangga.

  • Setiap kita gajian, kita mengalokasikan bagian-bagian untuk berbagai keperluan termasuk keperluan dapur harian. Karena kita tidak mau duit dapur terpakai untuk keperluan lain-lain, maka kita berinisiatif untuk menitipkan (mendepositkan) sejumlah uang (misalkan Rp 600.000,-) ke warung tetangga yang jual sembako dan sayur mayur.

  • Kita bersepakat dengan tetangga tersebut bahwa setiap belanja ke warungnya akan langsung dipotong dari deposit tersebut secara otomatis, dan tentu kita mapun tetangga kita punya catatan transaksi untuk memonitor berapa saldo yang tersisa.

  • Bedanya adalah deposit di GoPay adalah bentuk eMoney, sedangkan di warung tetangga adalah duit fisik.
  • Untuk menganalogikan diskon deposit di warung tetangga, maka mari kita analogikan lagi bahwa warung tetangga itu sudah mulai canggih yakni setiap deposit kepadanya akan dijadikan kupon belanja dimana kupon belanja itu juga dititipkan ke warung tetangga sebab dia sering memperbarui kupon untuk mencegah pemalsuan.
  • Warung tetangga itu memberikan tawaran bahwa siapapun yang berbelanja dengan kuponnya akan dia beri diskon 5% terlepas apakah pembelinya sudah lama punya kupon belanja tersebut atau baru menukarkannya.
  • Demikianlah ilustrasi ini, kurang lebihnya mohon dipertimbangkan.

Saran bagi PT GoJek Indonesia :

  • Untuk menyampaikan yang benar apakah sebenarnya akad ToPup GoPay itu .. Bisa bertanya atau meminta penilaian dari DSN atau ulama lainnya
  • Apabila menggunakan deposit GoPay pelanggan, maka gunakanlah untuk transaksi-transaksi yang sah menurut syariat Islam agar para deposan tidak merasa bersalah sebab memberi peluang duit depositnya digunakan untuk transaksi-transaksi yang haram ataupun untuk syubhat.

Saran bagi pembaca artikel khususnya pemilik akun GoJek:

  • Ini adalah pendapat saya pribadi. Tidak dianjurkan untuk mengikuti karena saya bukan ulama. Mohon konsultasikan dengan ulama yang lebih kompeten.
  • Artikel ini hanya membahas tentang boleh tidaknya pembayaran via GoPay, tidak membahas boleh tidaknya transaksi lainnya semisal GoJek, GoFood dll .. Silahkan merujuk artikel lain untuk pembahasan hal-hal tersebut

Hadanallah wa iyyakum ajma’iin.  Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

M.Nugroho, Balikpapan 6 Oktober 2017

Tambahan 2 Maret 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s