Something inside my minds

Archive for the ‘adam smith’ Category

Diambang keruntuhan rezim boneka Amerika di Timur Tengah

Posted by dnux on February 7, 2011

Praktis antara 8M – 18 M Khilafah Islamiyah adalah satu satunya negara adi daya di dunia – tanpa pesaing –  yang kekuasaannya meliputi sub gurun afrika, eropa selatan, Balkan, timur tengah, asia selatan dan asia tenggara. Ada penantang dalam rentang waktunya seperti Mongol namun kekuasaanya meredup dengan cepat dalam 2 abad bahkan keturunan keturunannya pun akhirnya malah jatuh dalam pelukan Islam atau menjadi seorang muslim. Demikian juga Cina hanya membatasi kekuasaanya di wilayah Cina saja tanpa serius mengekspansi wilayah lain. Kerajaan kerajaan Eropa masih saling bertempur sattu sama lain walaupun pernah antara abad 10M – 12M memenuhi seruan Paus Urbanus untuk

bahu membahu merebut AlQuds melawan Khilafah Islam dalam perang Salib.

Kekuasaan dan pengaruh Khilafah mulai merosot sejak abad 16 saat umat Islam sudah mulai kendor dalam ekspansi jihadnya dan lebih tertarik mengurusi perdagangan semetnara Eropa memasuki abad pencerahan dan Revolusi Industri. Ekspedisi perdagangan negara negara Eropa untuk menemukan wilayah perdangangan baru dimulai dari arah selatan ke afrika selatan hingga belok ke wilayah nusantara. Ke barat mereka berhasil mencapai Amerika Utara hingga Selatan. Namun karena keserakahanya, perlahan ekspedisi perdagangan tersebut berubah menjadi ekspedisi kolonialisasi wilayah untuk perkebunan dan mengirimkan pasukan bersenjata yang disamping untuk mengamankan kapal dagang, juga untuk mengamankan daerah kolonialnya.

Adanya kerajaan kerajaan Islam merupakan penghalang penjajah Eropa untuk mengeruk sumber daya alam. Merekapun melakukan trik belah bambu dengan memberikan bantuan militer antara beberapa kubu umat Islam untuk satu sama lain sehingga pemenangnya diharapkan berterimakasih dan memberikan keleluasaan kepada penjajah untuk menguasai wilayah untuk pengembangan perkebunan dll. Meski demikian, keberadaan remsi mereka tetap terancam oleh pejuang pejuang Islam yang ikhlas yang tidak rela berlakunya adat, hukum, pergaulan dan tata cara hidup

kafir di tanah tinggal mereka. Namun karena kalah persenjataan ataupun karena penghinatan penguasa antek maka akhirnya pejuang Islam kalah dan menyerah pada pasukan penjajah tersebut.
Di akhir abad 19 dan menjelang World War I, satu persatu wilayah Khilafah Turki Utsmani telah lepas secara faktual dan menjadi bancakan negara negara Eropa. Wilayah Afrika di bagi bagi antara Inggris Prancis dan Italy. Prancis mendapat Maroko, Aljazair dan Tunisia. Italy mendapatkan Libya. Inggris mendapatkan daerah strategis dan bersentuhan langsung ke jantung Islam seperti Mesir, Sudan, Yaman dan Oman. Inggris juga wilayah Asia Selatan. Adapun wilayah Asia Tenggara menjadi ajang pembagian antara Belanda, Spanyol dan Portugis.

Tepatlah penggambaran Rasulullah SAW :

يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ الْأُمَمُ مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ عَلَى قَصْعَتِهَا قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ قَالَ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنْ تَكُونُونَ غُثَاءً كَغُثَاءِ السَّيْلِ يَنْتَزِعُ الْمَهَابَةَ مِنْ قُلُوبِ عَدُوِّكُمْ وَيَجْعَلُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ قَالَ قُلْنَا وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الْحَيَاةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Hampir saja ummat-ummat dari segala penjuru mengerumuni kalian seperti orang-orang lapar mengerumuni piring makanan.” Kami bertanya; Apakah karena saat itu kita golongan minoritas? Rasulullah SAW bersabda; “Bahkan kalian saat itu banyak, tapi kalian adalah buih seperti buih sungai, rasa ketakutan telah dicabut dari hati musuh kalian dan penyakit wahn disemayamkan dalam hati kalian.” Kami bertanya; Apa itu wahn? Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Cinta dunia dan takut mati.“ HR Ahmad 21363

Virus Ganas bernama Nasionalisme dan Operasi Intelejen PD I

Untuk melumpuhkan tubuh dan membunuhnya tanpa sadar maka hal yang bisa dilakukan adalah menyuntikkan virus ganas kepada tubuh itu. Eropa telah menebarkan virus gana pada tubuh umat Islam yaitu virus nasionalisme yang menggerogoti darah, tulang, otak dan persendian umat Islam hingga menjadi lumpuh. Otak tidak bisa memikirkan anggota tubuh lainnya demikian juga anggota tubuh tidak lagi bersinergi dengan otak.

Read the rest of this entry »

Posted in adam smith, hizbut tahrir, kapitalisme, liberalisme, terorisme | 2 Comments »

Ramadhan sebagai Bulan Ekonomi Umat

Posted by dnux on August 20, 2010

Disamping merupakan bulan puasa, bulan Ramadhan bisa kita sebut sebagai bulan ekonomi dan wiraswasta. Bayangkan, orang orang yang sehariannya bukanlah pedagang, mendadak menjadi pedagang di bulan ini baik itu pedagang makanan kecil, hidangan buka puasa, baju islami, dan sebagainya.  Jauh jauh hari para pengusahan ini telah menyiapkan analisa dan survey pasar serta menabung rupiah/emas untuk dijadikan sebagai modal usaha ketika bulan Ramadhan datang.

Demikian juga para konsumen, apabila seharinya bersantap dengan menu secukupnya, namun pada bulan Istimewa ini mereka tidak ragu membeli makanan berlebih untuk menu buka puasa dan sahur walaupun harga sembako naik tajam selama bulan Ramadhan ini. Demikian juga dalam pembelanjaan baju koko, mukena, buku buku islami pun meningkat karena didorong faktor diskon dan lain sebagainya. Dan terakhir tidak ketinggalan adalah pembelanjaan tiket pesawat terbang atau kapal laut untuk pulang kampung  sebagai alternatif mahalnya harga tiket pesawat terbang.

Inflasi (kenaikan harga) pada keadaan seperti ini adalah kenaikan yang wajar disebabkan oleh tingginya permintaan (demmand) barang sehingga menimbulkan opportunity (peluang) bagi masyarakat untuk meningkatkan atau mneambah jumlah penawaran (supply) barang yang dibutuhkan konsumen sehingga tercapai equilibrium (keseimbangan) harga baru memang yang secara umum memang lebih tinggi daripada diluar bulan Ramadhan. Inilah “the true invisible hand” dimana pasar digerakkan oleh tangan yang tidak kelihatan yaitu mekanisme pasar itu sendiri.

Namun sayangnya pergerakan ekonomi itu hanya bertahan di  bulan Ramadhan. Pada bulan selanjutnya ekonomi pasar kembali ke bentuk semula. Para usahawan yang memilki kemapuan kembali ke aktivitas semula karena permintaan menurun ataupun karena modal dan keuntungan digunakan sudah untuk belanja lebaran. Para konsumen pun kembali menjadi penabung dan menunggu keuntungan berupa menunggu bunga (bank Konvensional) ataupun bagi hasil (bank Syariah). Mereka memilih saving daripada memutarkan uangnya untuk kegiatan ekonomi berupa belanja ataupun usaha.

Ekonomi Islam adalah ekonomi produktif sementara sesungguhnya menabung (saving) bukanlah kegiatan produktif dan berpotensi dicela oleh Allah SWT : “Orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah, kepada mereka beritahukanlah bahwa mereka akan mendapat siksaan yang sangat pedih. (QS at-Taubah : 34). Apalagi bila menabungnya di Bank Konvensional yang ber-riba maka sesungguhnya hanya akan menuai murka Allah SWT “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. “ (QS 2:279)

Menabung di Bank Syariah walaupun tidak mendapatkan bunga namun biasanya uang penabung digunakan oleh Bank dalam sektor konsumtif seperti pembiayaan kredit baik itu properti ataupun kendaraan bermotor. Dan tentu saja hanya orang orang kaya yang mendapatkan kredit tersebut. Padahal Allah SWT  berfirman : “ .. supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu (saja)” (QS Al Hasyr: 7)

Umat Islam harusnya membantu satu sama lain. Karenanya alangkah indahnya bila selepas Ramadhan ini kebiasaan menabung masyarakat diganti dengan kebiasaan berinvestasi riel yang jelas jelas merupakan penobang bangunan ekonomi masyarakat, bukan sektor moneter yang penuh riba dan gharar serta berpotensi menimbulkan tsunami moneter dan tsunami finansial. 

Para pemilik modal hendaknya mencari rekanan yang jujur dan kredibel untuk bekerjasama mengembangkan atau pembiayaan lunak. Bukankah dengan cara demikian masing masing dapat untung. Bagi rekanan akan melancarkan usaha mereka baik berupa rintisan atau expansi, bagi pemodal akan mendapatkan pengalaman bisni, mengetahui seluk beluk usaha serta terhindar dari kufur nikmat penimbunan harta. Dalam Ihya, Imam Ghazali berkata : “… seseorang yang hanya menyimpan(harta)-nya saja dirumahnya, ia benar benar menganiaya fungsi harta dan uang itu, serta melalaikan nikmat yang terkandung dalam penciptaan emas dan perak atau secara umum dia menganggurkan tujuan pembuatan uang itu”. Wassalam.

Posted in adam smith, ekonomi islam, kapitalisme, krisis ekonomi, puasa | Leave a Comment »

Absurditas Teori Invisible Hands & Etika Bisnis Adam Smith

Posted by dnux on October 21, 2009

summary : adam smith sendiri pada masa akhirnya ternyata kuatir bila teori invisible hands & pasar bebas justru memunculkan ketimpangan/ ketidakdilan.

Teori invisibadamsmith-sentimentsle hands dikenalkan oleh Adam Smith (1723-1790) di dalam bukunya The Wealth of Nation (1776). Pandangan tersebut mengatakan bahwa pasar yang baik adalah pasar yang dibentuk oleh kompetisi antara penawaran dan permintaan. Negara harus tidak boleh mengintervensi pasar dalam bentuk apapun (semisal penetapan harga barang, upah kejra, dll) agar tercipta harga yang wajar sebagai wujud keseimbangan dari kompetisi bebas antara kekuatan penawaran dan kekuatan permintaan. Biarkan pasar digerakkan oleh kekuatan tersembunyi yang akan menyeimbangkan antara supply dan demand. Peran Negara dianggap justru akan mengganggun terciptanya efisiensi produksi dan distribusi yang seharusnya terjadi karena dorongan untuk memenuhi peningkatan permintaan.

Ide invisible hands secara langsung mendorong tuntutan kebebasan berekonomi termasuk diantaranya adalah kebebasan berproduksi dimana individu individu haruslah dapat mengembangkan kemampuan dan kuantitas produksinya sehingga diharapkan tercapainya kemakmuran yaitu kondisi dimana masyarakat bisa mendapatkan barang dan jasa semurah mungkin. Untuk mewujudkan hal itu maka masyarakat harus bisa mengakses semua bentuk resources baik itu berupa modal capital, bahan baku industri, mesin, tenaga kerja, dan lain lain agar tercipta produksi secara missal. Inilah semangat dari kapitalisme klasik yang melahirkan revolusi industri

Revolusi industri sendiri dalam sejarahnya disamping meninggalkan efek positif berupa inovasi tekhnologi produk dsb, namun justru lebih banyak efek negatifnya baik dalam aspek sosial maupun dalam aspek ekonomi itu sendiri. Revolusi industry terbukti justru hanya menciptakan kemakmuran bagi kalangan kapitalis borjuis saja sementara kalangan masyarakat khususnya pekerja buruh tidak merasakan hal yang sama. Derita buruh pabrik pada revolusi industry tidak ada bedanya dengan penderitaan kaum buruh tani pada masa feodalisme merkantilisme. Ibaratnya, revolusi industri kapitalisme klasik tiada lain sekedar melanjutkan sejarah feodalisme dan merkantilisme yang menciptakan masyarkat menderita

Karenanya ide invisible hands dikritik habis baik oleh kalangan Marxis mapupun kapitalis Keynessian yang intinya mengatakan tugas negaralah untuk melindungi warga dari penindasan sehingga Negara harus intervensi ke pasar. Dan tidak tepat pula untuk mengatakan invisible hands adalah God’s hand sebagaimana yang disampaikan oleh Adiwarman Karim dalam sebuah bukunya dimana beliau beralasan bahwa bisa jadi Adam Smith terinspirasi oleh perdagangan maju bangsa Arab (Islam) dimana Negara dilarang untuk mengintervensi harga di pasar sebagaimana perintah dari nabi Muhammad SAW terkait hal tersebut. Adiwarman Karim sendiri sebenarnya juga menggarisbawahi bahwa bedanya Invisible Hands dengan ekonomi Islam adalah bahwa ekonomi islam sendiri masih mengenal intervensi ke pasar namun bukan berupa kebijakan penetapan harga, upah dll.

Read the rest of this entry »

Posted in adam smith, ekonomi islam, kapitalisme, krisis ekonomi, liberalisme, pandangan politik, pencerahan | 4 Comments »