Dalil Wajibnya Khilafah di AlQuran

KETIKA ORANG PINTAR MENDADAK AWAM ..

Kalau orang awam ditanya “khilafah dalilnya apa ?“, maka yang  mereka bayangkan adalah mereka harus menunjukkan cuplikan ayat/hadits yang  langsung mengandung kata khilafah. Padahal didalam ilmu ushul fiqih, yang  namanya dilalah (petunjuk) yang bisa dijadikan dalil (bukti) atau hujah (argumen) itu tidak harus apa yang  tertulis persis dengan apa yang diminta atau ditanyakan. Dan sudah mestinya orang pintar tidak bersikap seperti orang awam.

Misalnya

  • Ketika saya (warga kota) pergi ke kampung X di pelosok desa Jawa Timur dan bertanya : “apakah disini ada Mushola Al-Ikhlas?” Maka bisa jadi sebagian warga akan mengatakan ada namun akan ada juga yang mengatakan tidak ada sebab istilah Mushola memang jarang ditemukan. Yang umum diketahui di daerah itu adalah Langgar untuk menyebut tempat yang saya sebut sebagai mushola.
  • Kemudian ketika saya mencari pak Ali Mukti di alamat XYZ, warga di kampung tersebut tidak tahu sama sekali nama tersebut. Namun setelah saya sebutkan ciri-ciri semisal usia dan tingginya serta asal desanya, warga kampung tersebut baru tahu kalau yang saya maksud adalah Mbah Herman karena ternyata nama H. Ali Mukti di KTPnya, H-nya bukan Haji tapi Herman.

Karena itu pemahaman dan penjelasan makna bahasa baik tekstual maupun kontekstual sangat diperlukan agar antar dua belah pihak nyambung dengan apa yang dimaksud oleh lawan bicara .

Kembali ke masalah dilalah (petunjuk text) sebagai landasan utama berdalil (bukti argumentasi). Yang pertama harus diketahui adalah bahwa istilah dilalah (petunjuk) itu didefiniskan sebagai memahami sesuatu dari sesuatu yang lain (fahmu amrin min amrin). Para ulama ushul fiqih mengkategorisasikan dilalah dengan bermacam-macam kategorisasi :

Continue reading

Advertisements

Ibnu Umar mengkritik penguasa secara terbuka, tidak sembunyi-sembunyi

apakah Ibnu Umar akan ditahzir keluar dari madzhab salaf karena mengkritik pemerintah secara terbuka .. hehehe

  1. Mengkritik Al-Hajjaj saat khutbah karena menuduh Ibnu Zubair merubah Kitabullah 
  2. Mengkritik Al-Hajjaj saat khutbah perihal AlHajaj merobohkan baitullah
  3. Memboikot Al-Hajaj saat berpidato dan mengajak orang-orang sholat

———-

1. di dalam Thobaqot Kubro Ibnu Sa’ad (jilid 4) :

ibnu saat ibnu umar1.JPG

Ketika Al-Hajjaj berpidato di atas mimbar dia berkata ” Sesungguhnya Ibnu Zubair telah merobah Kitabullah”. Maka Ibnu Umar berkata : “Engkau bohong, engkau bohong, engkau bohong. Tidak mungkin dia bisa melakukan itu demikian juga engkau !” Lalu Al-Hajjaj berkata “Diamlah karena engkau itu sudah pikun dan hilang akalmu !”

خطب الحجاج الفاسق على المنبر، فقال: إن ابن الزبير حرّف كتاب الله!، فقال له ابن عمر:  كذبت، كذبت، كذبت، ما يستطيع ذلك ولا أنت معه”

Kisah ini juga ada dalam musnad Imam Ahmad yang di tahqiq oleh Ibnu Syakir dengan status hadits sahih http://shamela.ws/browse.php/book-98139/page-1939 ..

Continue reading