Something inside my minds

Archive for the ‘hadits’ Category

Ibnu Umar mengkritik penguasa secara terbuka, tidak sembunyi-sembunyi

Posted by dnux on April 6, 2017

apakah Ibnu Umar akan ditahzir keluar dari madzhab salaf karena mengkritik pemerintah secara terbuka .. hehehe

  1. Mengkritik Al-Hajjaj saat khutbah karena menuduh Ibnu Zubair merubah Kitabullah 
  2. Mengkritik Al-Hajjaj saat khutbah perihal AlHajaj merobohkan baitullah
  3. Memboikot Al-Hajaj saat berpidato dan mengajak orang-orang sholat

———-

1. di dalam Thobaqot Kubro Ibnu Sa’ad (jilid 4) :

ibnu saat ibnu umar1.JPG

Ketika Al-Hajjaj berpidato di atas mimbar dia berkata ” Sesungguhnya Ibnu Zubair telah merobah Kitabullah”. Maka Ibnu Umar berkata : “Engkau bohong, engkau bohong, engkau bohong. Tidak mungkin dia bisa melakukan itu demikian juga engkau !” Lalu Al-Hajjaj berkata “Diamlah karena engkau itu sudah pikun dan hilang akalmu !”

خطب الحجاج الفاسق على المنبر، فقال: إن ابن الزبير حرّف كتاب الله!، فقال له ابن عمر:  كذبت، كذبت، كذبت، ما يستطيع ذلك ولا أنت معه”

Kisah ini juga ada dalam musnad Imam Ahmad yang di tahqiq oleh Ibnu Syakir dengan status hadits sahih http://shamela.ws/browse.php/book-98139/page-1939 ..

Read the rest of this entry »

Posted in dakwah, hadits, manhaj | 1 Comment »

Mother Aisha RAh contribution to the science of Hadeeth

Posted by dnux on August 10, 2016

Aisha RA born in Makkah 614 C.E or 9 years before Hijri. She is daughter of Abu Bakr Siddique RA the most beloved of companion of Rasulullah. Her mother was Umm Roman RA. She was grew in a honorable family that away from jahiliya tradition and Rasulullah already knew her very well during her grew.

After the year of sadness, Abu Bakar as suggested by Khawlaah (wife of Uthman RA) propose Aisha to Rasulullah. Khalid and Abdel noticed (2003) that Rasulullah PBUH married her after according to Allah command. Narrated by Bukhari and Muslim that Rasulullah saw her in his dream and told by an angel if she is his wife. The marriage is conducted in Shawal after the Battle of Badr and both lived in a small house which consisted a room beside the mosque. Aisha RA lived with Rasulullah for approximately nine years. Rasulullah often called her with “Humaira” or little reddish.

Aisha RA then become the most person who knew well everything that Rasulullah did in his (PBUH) private live particularly in the domestic life, inside the house. He knew very well how Rasulullah communicate and interact with her and also with other Rasulullah wives. He witness that Rasulullah keep himself busy serving his family until the time of prayer (Bukhari) . She involved in many Rasulullah events so latter on she will become important source hadith and important source for legal woman activities which allowed or forbidden during menstruation. She was the important of information source how a husband should be treat his wife and the maids mannerly just like Rasulullah PBUH. Read the rest of this entry »

Posted in hadits, ilmu | Leave a Comment »

Apakah Makkah saat ini adalah Darul Islam ? Bagaimana dengan Saudi Arabia ?

Posted by dnux on February 29, 2012

(Artikel belum selesai)

Judul di atas sekaligus adalah sebuah pertanyaan muncul ketika petugas kultum menyampaikan hadits

لا هجرة بعد الفتح ولكن جهاد ونية

Tidak ada lagi hijrah setelah Fathul Makkah, melainkan (yang tinggal) adalah  jihad dan niat” (Muttafaqun ‘alayh)

lalu si kultumer juga mebacakan syarah yang kalau tidak salah adalah tulisah Syekh Iyad Hilali yang menyampaikan bahwa Makkah hingga saat ini adalah Darul Islam. Penasaran dengan hal itu maka saya (dnux) menocoba membuka syarah namun yang ketemu adalah dari Syekh Utsaimin yang isnyaAllah pemahaman keislamannya hampir sama dengan Syekh Hilali dan mendapatkan keterangan berikut :

وفي هذا دليل على أن مكة لن تعود لتكون بلاد كفر، بل ستبقى بلاد إسلام إلى أن تقوم الساعة، أو إلى أن يشاء الله

yang insyaAllah terjemahannya (secara bebas) “dan berdasarkan dalil ini maka Makkah tidak akan pernah kembali menjadi Darul Kufur akan tetapi akan tetap kekal menjadi Darul Islam hingga hari Kiamat atau hingga waktu yang dikehendaki Allah SWT” sumber :  http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_18002.shtml

disini  Syaikh Utsaimin telah berani dengan tegas menyatakan bahwa Makkah tidak akan berubah selalu menjadi DArul Islam sejak Futuh Makkah dan selamanya tidak akan menjadi Darul Kufur lagi.

Lalu saya membayangkan barangkali betapa teman2 salafy ngotot menyatakan Sasudi Arabia adalah Darul Islam mungkin karena imbas pemahaman dari hadits ini. Andaikan iya, maka mungkin sebenarnya pembahasan bisa dipecah menjadi dua yaitu :

  1. Makkah selamanya Darul Islam
  2. Status Saudi Arabia mengikuti status Makkah yaitu selamanya Darul Islam ?

Tentu saya yang bodoh ini tidak berani melawan pendapat itu, dan hanya bisa ditengah2 kesibukan bekerja, berusaha untuk menggali pendapat para Ulama khususnya para ahlul hadits terhadap hal tersebut. InsyaAllah  …

bila ada saudara/i yang bisa memberi saya masukkan/rujukan baik yang mendukung atau menentang pendapat Syaikh Utsaimin boleh langsung kirimkan saya link ke artikel tersebut

Jazakallahu & Wassalam

Posted in aqidah, hadits | 11 Comments »

Struktur Organisasi Baitul Mal dalam Khilafah

Posted by dnux on August 16, 2011

Artikel tentang bagaimana sesungguhnya Baitul Mal dalam Islam, jauh dari sekedar organisasi pengumpul Zakat Infaq Shodaqoh: http://khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=69&Itemid=47

Posted in hadits | Leave a Comment »

Penjelasan dan Hukum Syara terkait Demonstrasi (Unjuk Rasa / مظاهرة )

Posted by dnux on April 14, 2011

Sungguh aneh sikap sebagian umat Islam yang mengharamkan demonstrasi dengan alasan karena sifatnya merusak atau karena meniru niru orang kafir dalam mengkoreksi penguasa. Yang lainnya dengan menggunakan palu bid’ah mengharamkannya dengan dalih tidak dicontohkan oleh Nabi SAW dan para sahabat RA. Mereka mengelabuhi umat dengan menyamaratakan antara demo yang benar dengan yang salah, menutup-nutupi dalil yang sahih, memaksakan dalil dalil lemah. Sungguh, betapa girangnya para penguasa dan kapitalis jahat karena terbela oleh argumen mereka yang seolah olah ilmiah ….

Pendahuluan

Pendapat masyarakat yang umum bila ditanyai tentang demonstrasi maka mereka akan mendefinisikan demonstrasi sebagai aktivitas orang banyak yang berteriak teriak di jalan raya untuk menuntut sesuatu atau kepada sesuatu yang kadang diikuti dengan dengan perusakan perusakan benda seperti pembakaran foto, ban, bendera dan lain sebagainya.  Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah namun sayangnya tidak jernih sekaligus menunjukkan ketidakpahaman tentang apa itu demonstrasi. Parahnya lagi bila kemudian mereka menolak atau menganggap demonstrasi tapi tidak menolak adanya pawai ramadhan, jalan sehat dengan door price sepeda motor atau kulkas, kampanye pemilu ataupun, parade militer atau bahkan untuk menuntut pembebasan tawanan/ tersangka dan lain sebagainya, tentu saja ini adalah buah berfikir yang kontradiktif akibat ketidakutuhan ataupun ketidakmengertian tentang hukum syara tentang “aktivitas publik”.

Mendudukkan Definisi Demonstrasi (Unjuk Rasa / Mudhoharoh / مظاهرة )

Mendudukkan definisi (ta’rif) adalah perkara yang penting sebelum membahas apa yang didefinisikan itu sendiri, karena definisi menerangkan pada manusia tentang cakupan suatu kata sekaligus apa yang tidak dicakup dalam kata itu. Siapa saja yang salah definisi sudah pasti salah dalam menghukumi sesuatu. Sebagai contoh : sholat bila didefinisikan secara bahasa saja yaitu berdoa akan berimplikasi pada pembenaran bahwa siapa saja yang berdoa pada jam dan dengan cara apapun maka dia termasuk sudah sholat. Namun ketika sholat di definisikan sebagai aktivitas yang dimulai dari takbiratul ikram hingga salam maka akan berimplikasi bahwa orang yang sekedar berdoa saja tidak dianggap melakukan sholat.

Dan karena demonstrasi itu berasal adalah bahasa inggris, maka kita lihat definisi dari Longman Dictionary:

  1. an event at which a large group of people meet to protest or to support something in public (aktivitas oleh sekelompok orang yang bertemu untuk bersama-sama memprotes atau mendukung sesuatui di tempat umum)
  2. an act of explaining and showing how to do something or how something works (aktivitas untuk menjelaskan dan menunjukkan cara melakukan sesuatu atau menunjukkan bagaimana sesuatu itu bekerja)

Dari definisi diatas tampak bahwa demonstrasi memiliki makna ganda yaitu untuk (1) menunjukkan kemampuan ataupun (2) mendukung/menentang usulan di tempat umum, baik kepada pemerintah ataupun kepada selain pemerintah. Demonstrasi baik itu untuk menentang ataupun mendukung-pun banyak bentuknya, baik berupa aktivitas orasi di jalan ataupun dalam bentuk pawai (marchs), rally (berkumpul mendengarkan orasi), picketing yakin duduk dan diam saja dengan membawa spanduk, dsb. Ada pendapat yang membedakan istilah demonstrasi (mudhoharoh) dengan pawai (masirah), namun yang benar adalah bahwa pawai (masirah) merupakan salah satu bentuk dari demonstrasi (mudhoharoh)

Karenanya itu sungguh tergesa gesa sekali bila demonstrasi langsung dikonotasikan aktivitas untuk menentang pemerintah (saja) apalagi kemudian menyamakannya dengan aktivitas khawarij yang memberontak penguasa yang, karena demonstrasi itu sendiri banyak sekali tujuannya bahkan termasuk untuk mendukung/mendorong pemerintah menetapkan undang undang anti pornografi, mendukung MUI untuk memasukan sekulerisme liberalisme sebagai ajaran sesat dan lain sebagainya.

Baginda Muhammad SAW mencontohkan Demonstrasi  dalam bentuk pawai (long march / masirah / مسيرة)

Rasulullah SAW bersama para sahabat Abu Bakar, Umar, Hamzah dll mencontohkan bagaimana supaya kalimat Tauhid dikenal di tengah masyarakat dengan cara demonstrasi dalam bentuk pawai. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, di dalamnya disebutkan: Bahwa Umar bin Khathab pernah berkata kepada Nabi SAW, “Wahai Rasululullah, bukankah kita ini berada di atas kebenaran walaupun kita mati atau tetap hidup? Beliau menjawab, “Benar, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya kalian berada di atas kebenaran walau kalian mati atau hidup.” Lalu Ibnu Abbas berkata, “Lalu kenapa kita harus sembunyi-sembunyi? Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, engkau harus keluar.” Lalu beliau memerintahkan kita keluar dalam dua barisan: Hamzah di salah satunya, sedangkan aku berada di barisan yang lain sehingga kami masuk masjid.” Lalu Umar menuturkan, babwa saat itu, kaum Quraisy tertimpa depresi (ketakutan) yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Sejak saat itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggelari Umar dengan al-Faruq. Karena dengan melalui beliau, Allah memisahkan antara yang hak dan yang batil. (Lihat  Fathul Baari: 7/59, Imam Suyuthi – Tarikh Khulafa)

Read the rest of this entry »

Posted in hadits, hizbut tahrir, kapitalisme, liberalisme, manhaj | 3 Comments »

Pembagian Hadits (Diagram/Chart/Map)

Posted by dnux on August 25, 2008

Dari Syakhsiyah 1, Pengantar Bulughul Marom, etc

Posted in fiqh keseharian, hadits, pencerahan | Leave a Comment »