Puisi : Teriaklah Merdeka …

merdeka … merdeka …
kita telah merdeka sodara sodara
mari teriak merdeka …
merdeka … merdeka …

Atas berkat rahmat Yang Maha Kuasa
kita berhasil usir mereka
dari negeri tercinta
dengan bambu runcing
yang dibawa jutaan pejuang
yang tak rela anak cucu terhina
lebih baik mati berkalang tanah

kaburlah kalian wahai penjajah
nanti bila tahun telah memasuk angka 1969
kalian boleh masuk negeri kami
tapi jangan membawa senjata
cukup sebagai investor yang budiman
akan kami sediakan lahan di darat dan di lautan
lengkap dengan jaminan keamanan
atau kalian cukup disana, di negeri kalian
beri saja kami hutang jangka panjang
kami pasti siap mencicil pokok dan bunganya

wahai sodara sodara sebangsa
jangan benci dan anti asing lagi
peluk erat mereka sebagai sahabat dekat
melebihi teman melayu cina india dan arab
lupakan ratusan tahun yang mereka buat
roda dunia harus terus berputar
jas merah .. sudah lusuh …

merdeka .. kita merdeka …
hore .. tak ada cambuk dan cemeti lagi
kita bebas bertani, berdagang dan belajar
bebas menyusun anggaran pembangunan
presiden dan DPR bisa bikin kesepakatan
kecuali hutang 109 trilliun harus dibayar kontan
senilai tiga kali dari dana pendidikan
atau depalan kali dari subsidi energi
puluhan kali dari anggaran persenjataan, kesehatan dan lain lain

merdeka … merdeka …
ayo teriaklah merdeka sodara sodara …
sebentar lagi pasar bebas dibuka ….

dnux 140809

Advertisements

Hadits Hadits Motivasi Menuntut dan Menyebarkan Ilmu

diambil dari hadits Tirmidzi di lidwa.com/app bab Ilmu

Sesungguhnya orang yang menunjuki kebaikan, sama (pahalanya) dengan orang yang melakukan itu  (hasan sahih)

إِنَّ الدَّالَّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ

Seorang yang faqih itu lebih berat bagi setan daripada seribu orang ahli ibadah. (gharib – dhaif)

فَقِيهٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ

Barangsiapa yang di kehendaki Allah kebaikan padanya, niscaya Dia memahamkannya dalam agama (hasan sahih)

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Barangsiapa yang sengaja berbohong atas namaku maka hendaklah mempersiapkan tempat duduknya di neraka. (sahih – mutawatir)

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Barangsiapa berjalan di suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (hasan)

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Barang siapa yang belajar ilmu maka itu adalah kafarat bagi apa yang pernah lalu (dhaif)

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ كَانَ كَفَّارَةً لِمَا مَضَى قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ ضَعِيفُ الْإِسْنَادِ

Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu yang dia ketahui kemudian dia menyembunyikannya, maka dia akan dicambuk pada hari kiamat dengan cambuk dari neraka (hasan)

مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ ثُمَّ كَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

Barangsiapa belajar Ilmu untuk selain Allah atau menginginkan selain Allah, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya (kelak) di neraka (hasan)

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا لِغَيْرِ اللَّهِ أَوْ أَرَادَ بِهِ غَيْرَ اللَّهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Kalimat hikmah adalah barang seorang mukmin yang hilang, maka dimana saja ia menemukannya ia lebih berhak untuk mengambilnya (gharib – dhoif)

الْكَلِمَةُ الْحِكْمَةُ ضَالَّةُ الْمُؤْمِنِ فَحَيْثُ وَجَدَهَا فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا

Barangsiapa menghidupkan sunnahku, berarti dia mencintaiku dan barangsiapa mencintaiku, maka dia akan bersamaku di surga (hasan gharib)

وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ

Barangsiapa menuntut ilmu untuk mendebat para ulama, atau untuk mengolok-olok orang bodoh atau untuk mengalihkan pandangan manusia kepadanya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka (dhaif)

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ

Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan cara mencabutnya langsung dari manusia, akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, hingga ketika Dia tidak meninggalkan seorang alim (di muka bumi) maka manusia menjadikan orang-orang jahil sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, maka mereka memberikan fatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan. (sahih)

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Allah memperindah seseorang yang mendengar perkataanku, dia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya, bisa jadi orang yang mengusung fiqih menyampaikan kepada orang yang lebih faqih darinya. Dan tiga perkara yang mana hati seorang muslim tidak akan dengki terhadapnya; mengikhlaskan amalan karena Allah, saling menasehati terhadap para pemimpin kaum muslimin, berpegang teguh terhadap jama’ah mereka, sesungguhnya da’wah meliputi dari belakang mereka.” (sahih)

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

Barangsiapa menyeru kepada petunjuk maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun“. ( hasan shahih)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ يَتَّبِعُهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ يَتَّبِعُهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa mensunnahkan sunnah kebaikan, lalu dia diikuti atasnya, maka dia mendapatkan pahalanya dan seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa mensunnahkan sunnah kejelekan, lalu dia diikuti atasnya, maka dia mendapatkan dosanya dan dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun (hasan sahih)

مَنْ سَنَّ سُنَّةَ خَيْرٍ فَاتُّبِعَ عَلَيْهَا فَلَهُ أَجْرُهُ وَمِثْلُ أُجُورِ مَنْ اتَّبَعَهُ غَيْرَ مَنْقُوصٍ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ سَنَّ سُنَّةَ شَرٍّ فَاتُّبِعَ عَلَيْهَا كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهُ وَمِثْلُ أَوْزَارِ مَنْ اتَّبَعَهُ غَيْرَ مَنْقُوصٍ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْئًا

Keutamaan seorang alim dari seorang abid seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah di antara kalian,  kemudian beliau melanjutkan sabdanya: “Sesungguhnya Allah, MalaikatNya serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya sampai ikan paus, mereka akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (gharib – sahih)

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Aku wasiatkan kepada kalian untuk (selalu) bertaqwa kepada Allah, mendengar dan ta’at meskipun terhadap seorang budak habasyi, sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang hidup akan melihat perselisihan yang sangat banyak, maka jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya hal itu merupakan kesesatan. Barangsiapa diantara kalian yang menjumpai hal itu hendaknya dia berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham.(sahih)

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّهَا ضَلَالَةٌ فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذ

faf

Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya (HR Bukhari) خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Barangsiapa berbicara tentang Kitabullah ‘azza wajalla menggunakan pendapatnya, meskipun benar maka ia telah salah.” (HR Abu Daud) – ada perawi yang tidak kuat مَنْ قَالَ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِرَأْيِهِ فَأَصَابَ فَقَدْ أَخْطَأَ
“Demi Allah, sekiranya Allah memberi petunjuk kepada seorang laki-laki melalui perantaramu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah.” (HR Ibnu Majah, Abi Daud) وَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِهُدَاكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
Dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan yang berhubungan dengannya, atau seorang yang ‘alim dan mengajarkan ilmunya. (HR Ibnu Majah 4102) الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ أَوْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا
“Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya karena Allah Azza Wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sebagian dari dunia, maka ia tidak akan mendapatkan baunya Surga pada Hari Kiamat. (HR Ahmad, Abi Daud, Ibn Majah) مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا
Perumpamaan agama yang aku diutus Allah ‘azza wajalla dengannya, yaitu berupa petunjuk dan ilmu ialah bagaikan hujan yang jatuh ke bumi. Diantaranya ada yang jatuh ke tanah subur yang dapat menyerap air, maka tumbuhlah padang rumput yang subur. Diantaranya pula ada yang jatuh ke tanah keras sehingga air tergenang karenanya. Lalu air itu dimanfaatkan orang banyak untuk minum, menyiram kebun dan beternak. Dan ada pula yang jatuh ke tanah tandus, tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Seperti itulah perumpamaan orang yang mempelajari agama Allah dan mengambil manfaat dari padanya, belajar dan mengajarkan, dan perumpamaan orang yang tidak mau tahu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku di utus dengannya.” HR Bukhari Muslim إِنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِيَ اللَّهُ بِهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَتْ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ وَكَانَ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا مِنْهَا وَسَقَوْا وَرَعَوْا وَأَصَابَ طَائِفَةً مِنْهَا أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ بِمَا بَعَثَنِيَ اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ 

 

 

Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya (HR Bukhari)

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Barangsiapa berbicara tentang Kitabullah ‘azza wajalla menggunakan pendapatnya, meskipun benar maka ia telah salah.” (HR Abu Daud) – ada perawi yang tidak kuat

مَنْ قَالَ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِرَأْيِهِ فَأَصَابَ فَقَدْ أَخْطَأَ

“Demi Allah, sekiranya Allah memberi petunjuk kepada seorang laki-laki melalui perantaramu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah.” (HR Ibnu Majah, Abi Daud)

وَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِهُدَاكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan yang berhubungan dengannya, atau seorang yang ‘alim dan mengajarkan ilmunya. (HR Ibnu Majah 4102)

الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ أَوْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا

“Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya karena Allah Azza Wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sebagian dari dunia, maka ia tidak akan mendapatkan baunya Surga pada Hari Kiamat. (HR Ahmad, Abi Daud, Ibn Majah)

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا

Perumpamaan agama yang aku diutus Allah ‘azza wajalla dengannya, yaitu berupa petunjuk dan ilmu ialah bagaikan hujan yang jatuh ke bumi. Diantaranya ada yang jatuh ke tanah subur yang dapat menyerap air, maka tumbuhlah padang rumput yang subur. Diantaranya pula ada yang jatuh ke tanah keras sehingga air tergenang karenanya. Lalu air itu dimanfaatkan orang banyak untuk minum, menyiram kebun dan beternak. Dan ada pula yang jatuh ke tanah tandus, tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Seperti itulah perumpamaan orang yang mempelajari agama Allah dan mengambil manfaat dari padanya, belajar dan mengajarkan, dan perumpamaan orang yang tidak mau tahu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku di utus dengannya.” HR Bukhari Muslim

إِنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِيَ اللَّهُ بِهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَتْ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ وَكَانَ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا مِنْهَا وَسَقَوْا وَرَعَوْا وَأَصَابَ طَائِفَةً مِنْهَا أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ بِمَا بَعَثَنِيَ اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ

 

Puisi : Salam Hangat dari TKI

pucat biru bibir memar lebam
peluh punggung pekat  legam
cemeti menyayat nyayat luka tajam
tak terpasung tapi pedih tergenggam
demi kertas real pengganti dirham
harga diri dibuang sejak melambai salam
nama agen pengirim terjahit di seragam

di negeri para tuan dan nyonya
keluh pilu tersadap jeruji kaca
lepuh muka tesudut setrika
bodoh tolol serapah biasa
bogem tendang menu ekstra
sabarlah wahai buruh lintas negara
kebal dan tuli itu adalah modal kerja

mata mincing bandara mincing
dahi kerut pandang TKI miring
lebih murah dari budak romawi
lebih terperah dari sapi pedati
terbiarkan oleh negara tergadai
terbiarkan oleh menteri partai
peduli kasus terus kirim demi devisa
dari upah berbalas siksa dan tipudaya

asah mimpi tak kunjung usai
telah pergi biarlah tak kembali
lebih baik mati di lumbung padi
daripada mati di negeri sendiri
di sawah yang tak mau bersemi
di belantara yang tereksploitasi

nun di seberang lautan
nun di meja perundingan
birokrat kasak kusut
diplomasi ala kentut
kesepakatan pengecut
kecam basi tanpa tuntut
berdamai lalu makan dan tertawa
besok kalian TKI harus tetap bekerja
ha ha ha ha ….

kerjalah kerja
biar mati tak sia sia

balikpapan 19Nov2010

aku bukan Al-Fatih sang penakluk Konstantinopel

aku bukan alFatih sang penakluk Konstantinopel
malu aku bila kau bandingkan dengan dirinya
jangan berharap banyak aku bisa menjadi seperti dirinya
aku bahkan tak pantas berdiri di antara 250 ribu pasukan gagahnya
yang sejak baligh tak pernah luput sholat berjamaah
bahu membahu menyeberang selat borporous
menunduk paksa kota yang angkuh beribu tahun

aku juga bukan laksana mushab bin umair
pangeran Makkah yang tampan dan kaya
dipuja dan digoda tiap tiap pesolek jelita
yang lebih memilih berkalang lusuh daripada dunia
pergi ke negeri antah brantah tanpa saudara
mengetuk pintu pintu kota menyambut wangi baginda
secuil harap yang masih terus ku-asa adalah
mengakhiri episode crerita bak kisahnya
yang siapakah mengenal jasadnya
selain dari sehela kain yang tak cukup menjadi kafannya

aku juga bukan seorang zuhud pengolah jiwa
yang betah termangu di bawah hamparan bintang
aku hanya seorang pejalan yang bila tersasar lalu melihat angkasa
mencari dimana arah kembali yang sebenarnya sudah kutahu sejak dulunya
namun kelok jalan berhias gemerlap iklan memang sering melenakan

aku hanya sekepal umpan pada kail di pinggir sungai
lama berendam namum tak banyak yang mendekati
bahkan ikan merah nan segar di pinggir karang tak sudi memandang
karena dia benar tau mana umpan yang baik mana umpan yang tidak baik

pada sesaat sebelum diriku lenyap dimakan ikan kelas dua atau tiga
aku hanya berharap agar si pemancing semakin bijak
mengolah ikan yang menelan diriku menjadi umpan yang mantap
bagi ikan segar atau bahkan bagi kerang penyimpan permata yang lenyap

dnux adh-dho’ifi 28 June 2010

damai kicau burung ditenggelamkan oleh kesibukan

kicau burung di awal pagi menambah nikmat kopi hangat
perlahan membuka cakrawala dunia pada sekotak televisi
yang lebih lebar dari mimpi yang tak pernah hadir menyapa

kicau burung terus menuansa hingga batas keheningan pagi
perlahan mengalah pada deru kendaraan yang makin meramai
melamunkan pekerja mencari cara memecahkan keruwetan

kicau burung terus menyapa dan tak berhenti dalam siang
suaranya kosong, tak ada yang bersantai mendengarkan
nyanyian damai telah tenggelam oleh jutaan persoalan
yang harus diolah dan diselesaikan dalam hitungan jam

indah kicau burung terpendam dalam sangkar
tak pernah lepas keluar dari batas jeruji
yang menghukum otak agar tidak liar berangan
cukup diam manis dalam lingkaran kenyataan
lalu menerima uang untuk disalurkan pada kebaikan

indah kicau burung menjadi bagai celoteh riuh berisik
pada hati yang mengharapkan tenang sepanjang hari
ragu mempertanyakan kejujuran diri akan rindu damai

Feb15-2009

Cerpen : Pengadilan Pohon Korma

Agenda hari ini di sidang pengadilan adalah mendengarkan tuntutan jaksa kepada sebuah pohon korma yang dituduh ikut membantu kegiatan subversif akhir akhir ini atau setidaknya dituduh ikut aktif berpartisipasi dalam rekruitment anggota teroris.

Jauh hari sebelumnya densus 88 telah mengisolasi dan mensterilkan sejauh radius 500 meter dari tempat tumbuh pohon kurma tersebut disebuah masjid yang dicintai oleh jamaahnya. Polisi juta telah memasng police line agar masyarakat tidak terkagum kagum pada pohon tersebut yang tegar walau telah beberapa kali di stigmatisasi negatif ..

“Geledah akarnya …!” perintah komandan lapangan “Bongkar kalau perlu, siapa tau disitu terdapat banyak potasium nitrat atau mungkin ada buku buku panduan jihad”

Segera kroconya berpangkat lettu letda menggeledah pohon itu mencabik cabik rumput sekitarnya tanpa permisi pada kambing kambing yang biasanya menikmati teduh pohon korma.

“Lapor pak, tidak ada potasium nitrat atau buku jihad, tapi kami menemukan AlQuran yang ditaruh rapi disampingnya. Apa perlu kami sita ?!” teriak kroco kroconya

“Jangan. Kalau seperti itu sih saya juga punya.”sanggah komandan

“Saya juga sering khatam walau tak tahu artinya. Kitab itu tidak salah, yang salah adalah penafsiran mereka” dia menjelaskan dengan bangga

“Sudah, angkut saja pohon kurma itu, nanti biar pengadilan yang memutuskan.Pasti nanti jaksa punya alasan yang memberatkan … atau kita minta analisis dari pengamat asing yang biasa memprovokasi media masa : Kidney Sones ..”

“Oh ya, jangan lupa .. ” lanjut komandan “Cari saksi saksi yang semakin memberatkan tuduhan … !”

dan pohon korma itu kemudian dibawa dengan paksa ke pengadilan tanpa perlawanan, karena dia memang bisanya hanya diam. Sidang pun digelar untuk mendengarkan keterangan saksi, saksi ahli dan tuntutan jaksa.

“Pohon itu angker dan menakutkan … saya melihatnya sendiri banyak orang suka pakai gamis putih kaya kafan nongkrong didekatnya. mereka berjanggut panjang kaya mbah dukun dan jidatnya hitam kaya orang yang suka berantem … hi… ngeri .. ” kata saksi pertama

“Pohon itu berbahaya, anak saya sering terkena durinya” kata saksi kedua sinis “saya selalu mewanti anak, tetangga, saudara dan teman teman saya agar tidak dekat dekat dengan pohon itu apalagi bergaul dengannya, nanti bisa bisa terluka” tambahnya

“Pohon itu bukan asli dari negara ini jadi tidak boleh tinggal di Indonesia. Iklim, tanah dan air di negeri kita tidak cocok untuk jenis pohon seperti ini. Percayalah, bahwa pohon ini pun tidak akan berbuah dengan baik. Jadi buat apa tetap mempertahankan pohon ini. Ini adalah jenis tanaman trans-nasional yang berbahaya dan mengancam keanekaragaman kelapa asli nusantara” kata saksi ahli dari sebuah institusi terkemuka sambil menuding nuding pohon kurma dengan tatapan kebencian.

sementara itu, diluar gedung pengadilan banyak pendemo berteriak teriak dijalan meminta pohon kurma dilepaskan dari semua tuduhan. maklum, mereka hanya bisa berdiri dan berteriak disana karena kesaksian mereka tidak diperlukan di sidang pengadilan yang penuh rekayasa

“bebaskan”, “hentikan pengadilan”, “hidup kurma” demikian rata rata teriakan mereka. salah satu orator berdiri diatas bak terbuka dan berorasi “wahai pak hakim .. pak jaksa .. dengarkan … mengapa tidak kalian tangkap juga pohon palem yang banyak berdiri di pinggir pinggir jalan perumahan mewah ..? bukankah tanaman itu bukan asli Indonesia juga ? Apakah karena kalian sering nongkrong berpacaran dan beselingkuh dibawahnya ?”

sidang pun ribut .. sudah dipastikan orator itu akan segera diseret oleh petugas yang berjaga dihalaman depan pengadilan karena telah mencemarkan nama baik pak hakim dan pak jaksa yang sebenarnya masyarakat pun telah banyak tahu rumor rumor yang menimpa keduanya …

“Sidang diskors !!! kita lanjutakan besok untuk mendengarkan pledoi … tok tok tok …” dan hakim pun kemudian meninggalkan tempat

Sebelum peserta keluar, seorang gadis muda berpakaian khas pengadilan menyampaikan pengumuman : “bagi bapak bapak dan ibu ibu yang mau berpuasa bersama, minuman es kelapa dan juga buah korma sudah tersedia di dekat mushola. terimakasih atas perhatianya”

“horee …hore … yes!! ” ramai teriak dan sorak pengunjung sidang.

pohon kurma pun kemudia dibawa lagi ke sel untuk menunggu sidang lanjutan esok hari sementara hakim, jaksa, saksi, pegawai, sekuriti dan pengunjung ramai ramai ke mushola untuk buka saum bersama menikmati es kelapa & buah kurma sejumlah ganjil agar sesuai dengan contoh dari baginda Nabi.

Ya .. pohon kurma masih terus dicurigai dan didesak untuk dilarang tumbuh. Batang dan akarnya harus menjauh. Kalaupun ada maka batangnya tidak boleh terlalu tegap dan akarnya tidak boleh terlalu menancap. Cukup buahnya saja yang boleh masuk ke negeri ini karena bisa diperdagangkan, itupun syaratnya harus dikemas rapi dan ditulis “DATES” biar keren dan sesuai dengan keinginan pasar.

Wassalam
dnux.10 Agust 2009

keterangan klasifikasi tanaman :
– kurma : kingdom = plantae, family = Arecaceae, genus = phoenix
– kelapa: kingdom = plantae, family = Arecaceae, genus = cocos

Behind the story :

Pohon Kurma dalam cerpen ini adalah sinonim dengan Islam. Singkat cerita, Islam di Indonesia meski sudah dipeluk ratusan tahun tapi masih dipeluk sebagian yaitu buahnya (baca:akhlaq), adapun batang dan akarnya (baca:syariat & aqidahnya), masih harus dijauhi dan tidak boleh diterapkan seutuhnya karena dianggap akan merusak keutuhan bangsa.

kepada burung merak (ws rendra)

ah dirimu,
anak manusia bernama wahyu sulaiman rendra …
jutaan sanjung dan kagum telah tertuju padamu
sebelum dan sesudah jasadmu terbujur kaku
dan masih banyak lagi pujian kan diungkapkan walau itu palsu
mengantar kepergianmu setelah jumatan
rintihan dan auman pecinta tertutupi sirine ambulan
atau oleh pidato pidato populis pejabat
yang hatinya membatu pada jerit rakyat
senyum sinis pun sudah tak tahan tuk dilukiskan
pada wajah wajah pendengki pendendam
mengusik keteduhan pohon rindang …

masihkah perlu kau kudoakan ?
mungkinkah kata yang terbata melampaui suara malaikat
atau aku harus berpura pura menggombal seperti pendosa lainnya ?

di dhuha ini aku hanya perlu mengaku padamu
sebelum mayatmu dimasukkan ke liang lahat
sebelum tanah kuburan diinjak injak padat
dan sebelum kafan dikoyak koyak ribuan ulat
bahwa aku sungguh tak berarti dibanding lugumu
yang jujur mengisahkan pedihnya ranah sosial
yang tak sungkan mengoyak topeng pejabat tak bermoral
membuka rencana jahat politikus politikus bejat
menghentikan doa doa pesanan aparat
untuk memulai penggusuran atas nama pembangunan
pembangunan untuk siapa ?

aku berikrar padamu dan pada nabimu
tuk tak lagi malu menceritakan kejujuran
tak peduli sinis bibir yang mencibir

dnux, Jumat 070809