Something inside my minds

Archive for the ‘social illness’ Category

Bab Bab di dalam Kitab Riyadhus Sholihin

Posted by dnux on February 9, 2010

menyajikan judul2 bab di dalam kitab Riyadhus Shalihin Imam Nawawy, insyaAllah hanya dengan mengetahui judulnya maka kita sudah terbayang apa2 saja yang menjadi anjuran ataupun larangan dari Allah SWT dan rasulNya.

download disini

wassalam

dwi

Posted in aqidah, fiqh keseharian, pencerahan, pribadi mulia, social illness | Leave a Comment »

Cerpen : Pengadilan Pohon Korma

Posted by dnux on August 11, 2009

Agenda hari ini di sidang pengadilan adalah mendengarkan tuntutan jaksa kepada sebuah pohon korma yang dituduh ikut membantu kegiatan subversif akhir akhir ini atau setidaknya dituduh ikut aktif berpartisipasi dalam rekruitment anggota teroris.

Jauh hari sebelumnya densus 88 telah mengisolasi dan mensterilkan sejauh radius 500 meter dari tempat tumbuh pohon kurma tersebut disebuah masjid yang dicintai oleh jamaahnya. Polisi juta telah memasng police line agar masyarakat tidak terkagum kagum pada pohon tersebut yang tegar walau telah beberapa kali di stigmatisasi negatif ..

“Geledah akarnya …!” perintah komandan lapangan “Bongkar kalau perlu, siapa tau disitu terdapat banyak potasium nitrat atau mungkin ada buku buku panduan jihad”

Segera kroconya berpangkat lettu letda menggeledah pohon itu mencabik cabik rumput sekitarnya tanpa permisi pada kambing kambing yang biasanya menikmati teduh pohon korma.

“Lapor pak, tidak ada potasium nitrat atau buku jihad, tapi kami menemukan AlQuran yang ditaruh rapi disampingnya. Apa perlu kami sita ?!” teriak kroco kroconya

“Jangan. Kalau seperti itu sih saya juga punya.”sanggah komandan

“Saya juga sering khatam walau tak tahu artinya. Kitab itu tidak salah, yang salah adalah penafsiran mereka” dia menjelaskan dengan bangga

“Sudah, angkut saja pohon kurma itu, nanti biar pengadilan yang memutuskan.Pasti nanti jaksa punya alasan yang memberatkan … atau kita minta analisis dari pengamat asing yang biasa memprovokasi media masa : Kidney Sones ..”

“Oh ya, jangan lupa .. ” lanjut komandan “Cari saksi saksi yang semakin memberatkan tuduhan … !”

dan pohon korma itu kemudian dibawa dengan paksa ke pengadilan tanpa perlawanan, karena dia memang bisanya hanya diam. Sidang pun digelar untuk mendengarkan keterangan saksi, saksi ahli dan tuntutan jaksa.

“Pohon itu angker dan menakutkan … saya melihatnya sendiri banyak orang suka pakai gamis putih kaya kafan nongkrong didekatnya. mereka berjanggut panjang kaya mbah dukun dan jidatnya hitam kaya orang yang suka berantem … hi… ngeri .. ” kata saksi pertama

“Pohon itu berbahaya, anak saya sering terkena durinya” kata saksi kedua sinis “saya selalu mewanti anak, tetangga, saudara dan teman teman saya agar tidak dekat dekat dengan pohon itu apalagi bergaul dengannya, nanti bisa bisa terluka” tambahnya

“Pohon itu bukan asli dari negara ini jadi tidak boleh tinggal di Indonesia. Iklim, tanah dan air di negeri kita tidak cocok untuk jenis pohon seperti ini. Percayalah, bahwa pohon ini pun tidak akan berbuah dengan baik. Jadi buat apa tetap mempertahankan pohon ini. Ini adalah jenis tanaman trans-nasional yang berbahaya dan mengancam keanekaragaman kelapa asli nusantara” kata saksi ahli dari sebuah institusi terkemuka sambil menuding nuding pohon kurma dengan tatapan kebencian.

sementara itu, diluar gedung pengadilan banyak pendemo berteriak teriak dijalan meminta pohon kurma dilepaskan dari semua tuduhan. maklum, mereka hanya bisa berdiri dan berteriak disana karena kesaksian mereka tidak diperlukan di sidang pengadilan yang penuh rekayasa

“bebaskan”, “hentikan pengadilan”, “hidup kurma” demikian rata rata teriakan mereka. salah satu orator berdiri diatas bak terbuka dan berorasi “wahai pak hakim .. pak jaksa .. dengarkan … mengapa tidak kalian tangkap juga pohon palem yang banyak berdiri di pinggir pinggir jalan perumahan mewah ..? bukankah tanaman itu bukan asli Indonesia juga ? Apakah karena kalian sering nongkrong berpacaran dan beselingkuh dibawahnya ?”

sidang pun ribut .. sudah dipastikan orator itu akan segera diseret oleh petugas yang berjaga dihalaman depan pengadilan karena telah mencemarkan nama baik pak hakim dan pak jaksa yang sebenarnya masyarakat pun telah banyak tahu rumor rumor yang menimpa keduanya …

“Sidang diskors !!! kita lanjutakan besok untuk mendengarkan pledoi … tok tok tok …” dan hakim pun kemudian meninggalkan tempat

Sebelum peserta keluar, seorang gadis muda berpakaian khas pengadilan menyampaikan pengumuman : “bagi bapak bapak dan ibu ibu yang mau berpuasa bersama, minuman es kelapa dan juga buah korma sudah tersedia di dekat mushola. terimakasih atas perhatianya”

“horee …hore … yes!! ” ramai teriak dan sorak pengunjung sidang.

pohon kurma pun kemudia dibawa lagi ke sel untuk menunggu sidang lanjutan esok hari sementara hakim, jaksa, saksi, pegawai, sekuriti dan pengunjung ramai ramai ke mushola untuk buka saum bersama menikmati es kelapa & buah kurma sejumlah ganjil agar sesuai dengan contoh dari baginda Nabi.

Ya .. pohon kurma masih terus dicurigai dan didesak untuk dilarang tumbuh. Batang dan akarnya harus menjauh. Kalaupun ada maka batangnya tidak boleh terlalu tegap dan akarnya tidak boleh terlalu menancap. Cukup buahnya saja yang boleh masuk ke negeri ini karena bisa diperdagangkan, itupun syaratnya harus dikemas rapi dan ditulis “DATES” biar keren dan sesuai dengan keinginan pasar.

Wassalam
dnux.10 Agust 2009

keterangan klasifikasi tanaman :
– kurma : kingdom = plantae, family = Arecaceae, genus = phoenix
– kelapa: kingdom = plantae, family = Arecaceae, genus = cocos

Behind the story :

Pohon Kurma dalam cerpen ini adalah sinonim dengan Islam. Singkat cerita, Islam di Indonesia meski sudah dipeluk ratusan tahun tapi masih dipeluk sebagian yaitu buahnya (baca:akhlaq), adapun batang dan akarnya (baca:syariat & aqidahnya), masih harus dijauhi dan tidak boleh diterapkan seutuhnya karena dianggap akan merusak keutuhan bangsa.

Posted in cerpen, pencerahan, puisi, social illness | 1 Comment »

kepada burung merak (ws rendra)

Posted by dnux on August 7, 2009

ah dirimu,
anak manusia bernama wahyu sulaiman rendra …
jutaan sanjung dan kagum telah tertuju padamu
sebelum dan sesudah jasadmu terbujur kaku
dan masih banyak lagi pujian kan diungkapkan walau itu palsu
mengantar kepergianmu setelah jumatan
rintihan dan auman pecinta tertutupi sirine ambulan
atau oleh pidato pidato populis pejabat
yang hatinya membatu pada jerit rakyat
senyum sinis pun sudah tak tahan tuk dilukiskan
pada wajah wajah pendengki pendendam
mengusik keteduhan pohon rindang …

masihkah perlu kau kudoakan ?
mungkinkah kata yang terbata melampaui suara malaikat
atau aku harus berpura pura menggombal seperti pendosa lainnya ?

di dhuha ini aku hanya perlu mengaku padamu
sebelum mayatmu dimasukkan ke liang lahat
sebelum tanah kuburan diinjak injak padat
dan sebelum kafan dikoyak koyak ribuan ulat
bahwa aku sungguh tak berarti dibanding lugumu
yang jujur mengisahkan pedihnya ranah sosial
yang tak sungkan mengoyak topeng pejabat tak bermoral
membuka rencana jahat politikus politikus bejat
menghentikan doa doa pesanan aparat
untuk memulai penggusuran atas nama pembangunan
pembangunan untuk siapa ?

aku berikrar padamu dan pada nabimu
tuk tak lagi malu menceritakan kejujuran
tak peduli sinis bibir yang mencibir

dnux, Jumat 070809

Posted in pandangan politik, puisi, social illness | Leave a Comment »

Solusi Mendasar Penutupan Lokalisasi Km 17

Posted by dnux on April 26, 2009

Sejak dikeluarkannya rekomendasi MUI bulan Maret 2009 tentang penutupan Lokalisasi Km17 Balikpapan, berbagai silang pendapat masih mewarnai perdebatan masyarakat Balikpapan tentang dampak positif ataupun dampak negatif dari penutupan lokalisasi tersebut. Silang pendapat tersebut sepertinya akan dimenangkan oleh pihak pihak yang menginginkan penutupan lokalisasi terlebih setelah pemkot Balikpapan via Sayid MN Fadly (Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangundan Sedakot) menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan berkomitment untuk menutup lokalisasi itu bahkan termasuk menghilangkan semua bentuk penyakit  masyarakat.

Sebagian masyarakat merasa apatis terhadap usulan tersebut mengingat pemecahan tersebut tidak menyelesaikan masalah dan justru dikhawatirkan menyebabkan migrasi PSK ke pemukiman masyarakat sehingga menimbulkan penyebaran HIV AIDS di tengah masyarakat. Karenanya mereka menghendaki lokalisasi tersebut tidak dibubarkan namun tetap diadakan dengan disertai program pembinaan kepada para PSK

Logika klasik tersebut sebenarnya dapat dipatahkan dengan argumentasi bahwa pemkot telah lama memberikan sarana pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi PSK agar bisa bekerja dengan ketrampilan barunya dan meninggalkan pekerjaan haramnya tersebut . Namun sangat sedikit mantan PSK yang mau bekerja dengan ketrampilan barunya dan lebih memilih kembali ke lokalisasi untuk berkecimpung lagi di profesi haram tersebut. Bahkan telah banyak para ustadz diterjunkan untuk menasehatai para PSK namun tetap saja lokalisasi tersebut makin ramai.

Bila kita jujur terhadap permasalahan sesungguhnya dari keberadaan lokalisasi Km17 atau tempat pelacuran lainnya, maka sebenarnya permasalahannya bisa disimplikfikasi dua hal saja yaitu 1) masalah perut PSK dan 2) masalah syahwat pemakai jasa.

Pertama, kebutuhan hidup seringkali menjadi alasan bagi para PSK untuk mensahkan profesinya. Alasan ini harus dicermati dengan benar apakah memang demikian. Apakah benar PSK tersebut menjalankan profesinya untuk kebutuhan darurat ? Karena bisa jadi diantara mereka ada yang punya harta berupa tabungan, kendaraan atau bahkan tanah dan rumah. Yang paling nyata adalah PSK kelas tinggi yang tarifnya jutaan rupiah, tentu alasan kebutuhan perut menjadi alasan yang sangat naif dan mengada ada.

Kedua, masalah syahwat dari pemakai jasa PSK. Beberapa orang berkeberatan juga bila lokalisasi ditutup karena mereka tidak bisa menyalurkan syahwatnya. Sebagian masyarakat juga kuatir akan banyak terjadi perkosaan bila lokalisasi ditutup sebab para penyalur syahwat itu kehilangan tempat untuk menyalurkan nafsunya.

Untuk menganalisa kedua masalah pokok terebut, maka perlu didekati dengan pemikiran yang mendalam terhadap tiga hal :

Pertama, nalar pelaku. Solusi pendek PSK untuk memenuhi kebutuhan fisik dengan jalan melacurkan diri sungguh sangat cengeng disaat ratusan atau bahkan ribuat orang lainnya bekerja memeras keringat menjadi pengais sampah, pengumpul karton, buruh pasar, bekerja di pabrik pabrik yang tidak higienis dengan gaji dibawah UMR dan lain sebagainya. Yang menjadi masalah pokok adalah ketidakmauan bekerja pada sektor yang kotor namun halal tersebut. Demikian juga bagi para pria hidung belang, mengapa mereka tidak menikah dengan yang sanggup dinafkahi atau mengapa tidak berpoligami saja kalau perlu sampai dengan 4 istri yang kira kira sanggup dinafkahi.

Pada akirnya yang menjadi masalah adalah faktor keimanan para pelaku dan kesanggupan mereka menahan hawa nafsunya untuk melakoni pekerjaan yang berat namun halal serta untuk menyalurkan nafsu sexual dengan cara yang halal dan terhormat.  Rasulullah bersabda ”Tidaklah ada dosa yang lebih besar setelah syirik melainkan seorang laki-laki meletakkan spermanya di rahim perempuan yang tidak halal baginya” HR Abi Dunya di Tafsir Ibnu Katsier. Pelakunya pun akan dirajam bila muhshon dan akan dijilid 100 kali bila ghoiru muhson.

Kedua, norma masyarakat. Masyarakat sendiri juga sebenarnya berperan langsung dalam membentuk PSK itu sendiri terutama faktor kecuekan mereka dalam membiarkan kemaksiatan yang besar atau yang kecil. Masyarakat berdiam diri dan tidak bernahi mungkar terhadap tayangan TV, VCD, koran, majalah, panggung hiburan yang mengexploitasi naluri seksual. Masyarakat juga berdiam diri melihat pasangan yang mojok ditempat gelap untuk berpacaran dan membiarkan pasangan tersebut merasakan kehangatan satu sama lain kala berdekatan. Penumpukan naluri ini mau tidak mau akan berakumulasi pada keinginan untuk menyalurkan hawa nafsu dengan cara tidak benar dengan maksud coba coba sampai akhirnya kebablasan dan sampai merasa hal yang wajar.

Semua ini terjadi karena aqidah yang mendominasi masyarakat kita adalah aqidah sekuler, yang menganggap agama itu adalah urusan di masjid saja sehingga ketika ketemu di dunia nyata (di luar masjid), kemaksiatan kemaksiatan ditempat umum itu dibiarkan karena bukan lagi area agama untuk mengaturnya.

Ketiga, faktor sistem. Negara adalah ultimate instrument pelaksanaan sistem. Ketika negara menggunakan landasan yang baik, maka akan baik tatanan masyarakatnya. Sebaliknya apabila landasan kenegaraan yang digunakan itu buruk, maka akan rusaklah tatanan kemasyarakatan.

Bentuk landasan tatanan masyarakat kita adalah sekuler religius dan secara praktik yang lebih menonjol adalah kesekulerannya. Karenany,a praktis bisa disebut bahwa landasan kenegaraan kita adalah pandangan sekuler. Demikan pula sistem ekonomi yang dipergunakan adalah ekonomi kapitalis liberalisme. Dua duanya memberikan efek buruk bagi masyarakat.

Aqidah sekuler adalah aqidah yang buruk sebab memisahkan antara aspek rohani dengan aspek jasmani dengan jalan menjauhkan agama dari kehidupan praktis kemasyarakatan termasuk pula aspek ekonomi hukum dan kenegaraan. Pandangan itulah yang menyebabkan masyarakat yang kehilangan makna hidup karena tujuan hidup bukan lagi untuk mengabdi pada Allah SWT melainkan untuk menuruti hawa nafsu mengejar kepuasan materiel baik itu konsumerisme ataupun hedonisme.

Read the rest of this entry »

Posted in krisis ekonomi, pornografi, social illness, Uncategorized | 2 Comments »

Saatnya Caleg Ulama Menjadi Politisi Sesungguhnya

Posted by dnux on April 13, 2009

Pemilu 2009 belum juga usai penghitungannya, namun di beberapa tempat telah beredar berita munculnya caleg yang stress karena jumlah suara tidak mencapai target yang diharapnkan. Rumah Sakit Umum, Rumah Sakit Jiwa dan juga tempat pengobatan alternatif pun jauh hari telah bersiap diri menerima order dari keluarga caleg sebelum caleg tersebut bertambah parah stressnya atau mencegah si caleg mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri akibat tidak kuat menanggung resiko moril ataupun resiko materiil dari kekalahan tersebut.
Penyebab stress caleg bisa terjadi bila si caleg terlalu PD dan gagal mencapai target terutama bila niatnya hanya menjadikan DPR sebagai ajang permak image dan penghasilan alias memperjuangkan egonya semata melalui dana kampanye yang sangat besar sebagai ajang pertaruhan. Bila seperti ini bagaimana diharapkan menyisihkan egonya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tentu dia akan lebih memilih egonya daripada suara masyarakat yang katanya diwakilinya.
Munculnya caleg – caleg stress tersebut sebenarnya menunjukkan kepada kita betapa banyaknya caleg yang sebenarnya memang tidak pantas menjadi anggota legislatif karena tidak memiliki mental yang kuat yang sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang negarawan. Seorang negarawan haruslah pejuang. Seorang pejuang harusnya memiliki mental tanding yang kuat, bukan mental tempe walau tidak terpilih dalam pemilu legistlatif.
Caleg stress juga menunjukkan mereka bukan caleg yang ideologis atau mungkin malah tidak memiliki ideologi tertentu selain sekedar klaim saja. Caleg yang ideologis memiliki semangat luar biasa didorong keyakinan kebenarnan ideologinya. Mereka tidak akan pernah berhenti berjuang karena hanya gagal menjadi anggota legislatif. Dia akan tetap memperjuangkan ideologi dan kepentingan politiknya baik di dalam atau di luar parlemen karena dia yakin bahwa hanya ideologi nya yang layak diperjuangkan dan diterapkan di masyarakat dan menjadi pijakan peraturan perundang undangan.
Demikian juga bagi ulama yang pada saat ini juga banyak mengikuti ajang pemilu caleg, maka banyak yang menyambut mereka karena sesungguhnya umat  sudah sejak lama umat juga rindu munculnya ulama politisi yang lantang dalam menegakkan Islam atau beramar ma’ruf nahi mungkar terhadap kebijakan kebijakan yang tidak sesuai dengan syariat Islam.
Syariat Islam adalah rahmatan lil ‘alamiin. Undang undang yang tidak sesuai dengan syariat Islam meski tampak baik dzohirnya atau menawarkan solusi cerdas untuk waktu sesaat, namun sesungguhnya solusi diluar Islam adalah virus yang sewaktu waktu merusak tubuh dan jiwa masyarakat dalam entah dalam rentang waktu menengah atau dalam waktu panjang.
Barangkali sebenarnya ulama juga banyak beramar ma’ruf nahi mungkar terhadap pemerintah daerah dan mungkin seringkali disampaikan dalam pengajian umum atau bahkan bisa jadi dalam mimbar jumat. Aktivitas tersebut sebenarnya juga adalah politik dan mereka sebenarnya telah menjadi politisi, namun tidak disadari. Hanya saja aktiitas politik mereka hanya bersifat fire fighting saja. Pemadam kebakaran terhadap realitas yang telah terjadi. Bukan bersifat mengendalikan sebagaimana makna term politik itu sendiri, yaitu untuk mengatur/mengendalikan urusan umat (riayatus su’unil umat)
Aktivitas politik yang benar adalah memandang realitas politik dan keterkaitan realitas tersebut dengan kepentingan kepentingan ideologis dibelakangnya. Dengan kata lain, ulama politisi harus selalu memandang realitas berdasarkan sudut pandang ideologis terhadap sesuatu yang bakal terjadi menimpa masyarakat. Diataranaya adalah selalu mengkritisi draft undang undang, peraturan daerah dan lain lain yang sekiranya akan membahayakan umat sebab tidak sesuai dengan syariat Islam.
Lebih dari itu, aktivitas politik tingkat tinggi ulama politisi adalah dengan mengarahkan masyarakat untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam. Menyadarkan umat bahaya dunia akhirat bila tidak menerapkan sistem Islam. Menggambarkan kepada mereka tatanan sistem Islam yang adil dan mensejahterakan serta membongkar kejahatan sistem demokrasi yang sekian lama mmbuat mereka terdzolimi, terambil hak hak dasarnya dan menjauhkan mereka dari kehidupan yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan.

Kita patut berkaca pada Imam Ghozali yang dalam uzlahnya “menjadi oposisi pemerintah” dengan tidak mendukung Madarasan Nidzamiyah yang dicapnya hanya menjadi setempel kedzaliman penguasa. Beliau juga mengeluarkan kitab Nashihatil Mulk yang berisi kritik + nashihat kepada pemerintah & jajarannya. Demikian juga yang dilakukan para sahabat dan para tabi’in dalam mengotrol menasehati penguasa agar tetap berjalan pada sistem Islam. Kita tidak perlu menjadi oposisi, karena mu’min adalah bersaudara. Kewajiban kita adalah untuk saling menasehati. Meluruskan bila ada kekeliruan dari saudara kita.
Jadi, caleg ulama yang gagal terpilih seharusnya tidak berhenti karir politiknya karena tidak jadi duduk di DPR. Bahkan ini adalah saat yang tepat untuk menjadi politisi sesungguhya, yang senantiasa aktif mengontrol dan mengoreksi penguasa (termasuk juga anggota DPR) agar berjalan sesuai dengan syariat Islam, baik terhadap undang undang yang telah disahkan atau yang sedang diusulkan.
Itulah sikap ulama sejati pewaris nabi. Menjadi politisi untuk melindungi umat dari kedzoliman sistem dan undang undang yang tidak adil. Hanya undang undanga yang keluar dari aqidah dan syariah Islam lah yang pasti memberi keadilan dan memberi kesejahteraan pada masyarakat, bukan demokrasi.
Wassalam
Dwi Nugroho

Posted in pandangan politik, pencerahan, social illness | Leave a Comment »

RUU Pornografi = Legalisasi Pornografi di Indonesia

Posted by dnux on November 26, 2008

mari kita baca definisi pornografi di RUU tsb :

Pasal 1 ayat 1 : Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

ambigu ..

  1. kalau cuman foto wanita berkini atau rok mini sekarang mungkin sudah tidak membangkitken hasrat seksual … sebab sudah banyak dicekoki di TV dan menggeser trigger munculnya nafsu/hasrat seksual
  2. demikian juga istilah “melanggar nilai2 kesusilaan”, maka sebenarnya nilai2 kesusilaan itu juga sudah bergeser, bisa jadi rok mini buat kerja dianggep sesuai dg norma/susila saat ini

Pasal 4 ayat 1 Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang memuat: a.persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; b.kekerasan seksual; c.masturbasi atau onani; d.ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; atau e.alat kelamin.

ambigu lagi

  1. jadi yang dilarang itu adalah menampilkan orang “gituan” baik berpasangan atau self service .. kalau cuman ciuman atau “ciuman” kagak nape
  2. telanjang itu maksudnya apa ? tanpa busana selembarpun ? bikini itu telanjang gak ? pake celana ketat nan basah boleh gak ?

yang lebih parah lagi

Pasal 16 : Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh pornografi dan mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.

so .. kalau diatas usia anak (usia > 18) boleh ngakes pornografi asalkan tidak memenuhi kriteria pornografi di UU ini. artinya, yang berusia > 18 boleh foto dan difoto dg pakaian minim asal tidak terkesan telanjang. boleh juga menonton filem ciuman atau “lebih” asal tidak terkesan berhubungan badan

sah … tok tok tok … palu diketok…

ya … perjuangan sekian puluh tahun akhirnya kandas. kebatilan menang diosebabkan karena ketidaksabaran dalam berjuang dan lelah mendapat tekanan dari kaum islamphobia ..

padahal Allah SWT bersabda :  ” Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. .” (QS 5:54)

ngotot dan sabar (keep on fighting) adalah sarat kemenangan ..

Posted in pencerahan, pornografi, social illness | Leave a Comment »

Ahmadiyah itu Kafir, Haram Makan Sembelihannya dan Menikahi Wanitanya

Posted by dnux on September 26, 2008

Ahmadiyah itu kafir baik yang qodiyani maupun yang lahore.

Ahmadiyah Lahore bertaqiyah tidak mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai Rasul, namun hanya sebagai mujaddin dengan pengertian masih ada wahyu baru namun tidak membawa syariat baru. Sama saja & Podo Wae. Artinya masih menganggep adanya nabi sesudah Sayyidina Mustafa Muhammad SAW. Karenanya Ahmadiyah Lahore itu kafir juga. Sedangkan yang Qodiani lebih kafir lagi. Kafir di atas Kafir karena menganggap MAG itu Rasul, bahkan juga sebagai Al-Masih, Al-Mahdi, Maryam bahkan Titisan Allah SWT. 5 in 1 gitu …

Bila anda muslim, maka ucapkan kata kata ini : Ahmadiyah itu Kafir … 1x boleh, 3x boleh tidak dibatasi, tapi jangan dianggep dzikir. Semoga dengan mengucapkan kata kata itu maka anda termasuk orang yang membela dan meyakini seyakin yakinnya bahwa MAG adalah kadzab pendusta dan Rasulullah SAW adalah sebenar benarnya khotamul anbiyaa wal mursaliin.

Ahmadiyah itu tergolong musyrik, dan bukan ahlul kitab meski bisa disebut ahlulpembajak kitab, karena kitab tadzkiroh nya itu seperti igauan si MGA setelah bangun tidur. Isinya bongkar pasang, membolak balik ayat-ayat AlQuran dan ditambah tambahi dengan kalimat semaunya sendiri. Kadang kalau lagi lupa bahasa arab, maka dia menggunaken bahasa urdu.

Karena ahmadiyah musyrik, maka sembelihannya haram dimakan, wanitanya haram dinikahi dan bila dia murtad maka tidak berhak mendapat warisan (itupun bila masih hidup & tidak dihukum bunuh bila tidak ruju’/tobat 3 hari setelah kemurtadannya).

Demikian pula sholat dibelakang dia haram dan batal serta wajib qodho. Karenanya tempat sholatnya tidak boleh disebut sebagai masjid agar tidak ada umat Islam yang terjebak masuk kesana.

Saya tidak mengerti apakah nanti Daulah Islam akan menampung orang2 ahmadiyah, karena ahmadiyah ini berpotensi merusak Aqidah Islam yang mana penjagaan Aqidah Islam adalah tugas utama Khalifah. Mungkinkah keberadaan Ahmadiyah itu akan dilarang di Daulah Khilafah, sebagaimana larangan Malaysia dan Brunai terhadap keberadaan mereka disana ?

?? ada yang tahu ?? mungkin boleh, karena Islam rahmatan lil ‘alaamiin. tapi bila boleh, mengapa sayidinna Abu Bakar memerangi nabi2 palsu spt musailamah, thulaihah, saja, aswad dll + pengikut2nya. Apakah karena juga bughot ? jadi diperangi karena bughotnya & bukan karena semata2 ajarannya.

wallahu a’lam. mohon di share bila ada yang tahu ..

Senasib ahmadiyah adalah mushadeq, lia eden dll .. nabi palsu itu adalah musyrik. haram sembelihannya dan menikah dg wanitanya.

Kristen/Yahudi/Konghucu dll .. are welcomed in Daulah Islamiyah as dzimmi, Ahmadiyah ???

Posted in pencerahan, social illness | Leave a Comment »

Mengapa Harus Ekonomi Islam

Posted by dnux on July 29, 2008

Ekonomi sosialis yang dibangun atas paham komunis mulai nampak sempurna kehancurannya ketika Gorbachev melaksanakan program Glasnost (Liberalisasi) & Perestroika (Strukturisasi). Dua hal tersebut sekaligus membuktikan akhir dari era ekonomi sosialis klasik (sosialis utopis) yang di impikan oleh Karl Max & Engels dan melahirkan pola ekonomi sosialis modern atau biasa juga disebut dengan sosialis humanis. Namun dalam benak mereka tidak pernah hilang cita cita untuk membentuk sebuah masyarakat komunal tanpa kelas.

Kehancuran ekonomi kapitalis yang dimotori oleh Amerika Serikat justru terjadi mendahului kehancuran ekonomi sosialis. Kehancuran pertama adalah terjadinya The Great Depression pada tahun 1930 yang menampakan bobroknya ekonomi liberal (persaingan bebas) dan memunculkan pandangan Keynessian yang menekankan pentingnya peran negara dalam kebijakan pasar. Kebijakan itupun bertahan selama 50 tahun sampai saat Amerika mulai merasakan kemenangan perang dingin maka dia memutuskan untuk beralih lagi ke ekonomi liberal dan melahirkan prinsip Neoliberalisme sejak era 1980. Tanpa pesaing berarti, Amerika Serikat mulai melebarkan invansi ekonomi neoliberalnya melalui pembentukan WTO dan GATT serta memanfaatkan IMF dan Bank Dunia untuk menekan Negara Negara berkembang.

Kini krisis ekonomi terjadi lagi di Amerika, setelah saham saham unggulan rontok pada Februari 2008 karena krisis Mortgage (Perumahan). Kerusakan karena badai Katrina dan badai badai lainnya masih belum direcovery. Ditambah lagi dengan perang Afghanistan dan Irak yang menghabiskan hingga 3 Trilliun Dollar (30 ribu trilliun rupiah) semakin memurukkan ekonomi Amerika. Harga minyak melambung dan jatuh tidak menentu karena kepanikan pasar dan keserakahan pialang minyak. April 2008 ini, IMF yang mengklaim dirinya penyelamat ekonomi negara berkembang pun tidak mampu menyelematkan dirinya dan terpaska menjual 12% cadangan emasnya dan memecat 15% karyawannya.

Melihat fakta fakta itu Masihkah kita berharap dan membebek pada Amerika Serikat dan IMF ? Masihkah kita tidak mau berpaling dari ekonomi kapitalis yang bebasis riba yang mereka paksakan sebagai kedok penjajahan ideologi dan ekonomi mereka ? Apakah berbagai krisis ekonomi yang menggontaikan perjalanan peradaban manusia selama ini tidak menyadarkan kita bahwa Allah SWT berfirman ”Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS 2:275)

Islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia melalui Rasulullah Muhammad SAW adalah agama sekaligus ideologi yang sesuai dengan fitrah manusia, melahirkan satu satunya sistem yang mampu untuk mewududkan kebahagiaan, termasuk melahirkan sistem Ekonomi Islam. Penerapan syriat Islam selama 13 Abad dalam wujud Daulah Khilafah terbukti berjalan mulus tanpa krisis ekonomi, krisis moneter, krisis sosial dan krisis krisis lainnya. Andaikan ada krisis keuangan di Daulah Utsmaniyah sejak akhir abad 18, itu semata mata karena mulai merasuknya pemikiran ekonomi kapitalis ditubuh Daulah.

Berikut beberapa prinsip Perbedaan Islam, Kapitalis dan Sosialis.

Islam

Kapitalis

Sosialis

Sumber Aturan

Allah SWT

Hawa Nafsu Manusia

Tujuan Hidup

Ridho Allah SWT

Bahagia Dunia & Akhirat

Menciptakan Masyarakat tanpa Kelas

Perasaan Bahagia

Taqorub kepada Allah SWT dengan amal fardhu dan amal nafilah

Mendpatkan Kenikmatan Jasmani

Kepemilikan

Semua milik Allah, diijinkan digunakan oleh pribadi, Umum, Negara

Milik Manusia secara mutlak, boleh dikuasai oleh pribadi

Semua milik negara secara mutlak untuk didistribusikan bagi semua Kelas

Kualitas Jasa & Barang

Harus terkait Halal Haram

Yang Penting Bermanfaat tidak peduli halal/haram

Yang Penting Bisa Dirasakan semua kelas

Kuantitas Kepemilikan

Tidak dibatasi selama didapatkan dengan cara halal

Tidak terbatas, boleh dimiliki dari cara yang tidak halal asal legal

Terbatas, harus sama jumlah yang dimiliki oleh anggota kelas

Sistem Keuangan

Dinar – Dirham

Uang Kertas/Logam yang tidak dipatok pada dinar-dirham

Landasan Ekonomi

Ekonomi Real & Non Riba

Ekonomi Real dan Non Real, Sistem Riba, Ketidakpastian kepemilikan/transaksi, Manipulatif, Spekulatif, dan Judi

Lebih dari itu, melaksanakan sistem ekonomi Islam adalah kewajiban bagi tiap individu, termasuk tokoh masyarakat apalagi perangkat negara. Sedangkan menjalankan ekonomi kapitalis adalah dosa besar apalagi bagi aparat negara yang sadar dan sengaja menetapkan dan menjalankan ekonomi kuffar.

Wallahu A’lam

Posted in ekonomi islam, social illness | Leave a Comment »