Mother Aisha RAh contribution to the science of Hadeeth

Aisha RA born in Makkah 614 C.E or 9 years before Hijri. She is daughter of Abu Bakr Siddique RA the most beloved of companion of Rasulullah. Her mother was Umm Roman RA. She was grew in a honorable family that away from jahiliya tradition and Rasulullah already knew her very well during her grew.

After the year of sadness, Abu Bakar as suggested by Khawlaah (wife of Uthman RA) propose Aisha to Rasulullah. Khalid and Abdel noticed (2003) that Rasulullah PBUH married her after according to Allah command. Narrated by Bukhari and Muslim that Rasulullah saw her in his dream and told by an angel if she is his wife. The marriage is conducted in Shawal after the Battle of Badr and both lived in a small house which consisted a room beside the mosque. Aisha RA lived with Rasulullah for approximately nine years. Rasulullah often called her with “Humaira” or little reddish.

Aisha RA then become the most person who knew well everything that Rasulullah did in his (PBUH) private live particularly in the domestic life, inside the house. He knew very well how Rasulullah communicate and interact with her and also with other Rasulullah wives. He witness that Rasulullah keep himself busy serving his family until the time of prayer (Bukhari) . She involved in many Rasulullah events so latter on she will become important source hadith and important source for legal woman activities which allowed or forbidden during menstruation. She was the important of information source how a husband should be treat his wife and the maids mannerly just like Rasulullah PBUH. Continue reading

Advertisements

Bertanyalah kepada Ahlul Dzikri. Mengapa bukan ke Ahlul Ilmi ?

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِيۤ إِلَيْهِمْ فَٱسْأَلُواْ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنْتُم لاَ تَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (QS An-Nahl:43)

Makna Ahlul Dzikri

Secara ringkas di Tafsir Jalalayn dikatakan bahwa
 فَٱسئَلُواْ أَهْلَ ٱلذّكْرِ } العلماء بالتوراة والإِنجيل} ahludz dzikri adalah ulama yang menguasai taurot dan injil.

Di dalam tafsir Thobary dikatakan :
يقول تعالـى ذكره لنبـيه مـحمد صلى الله عليه وسلم: وما أرسلنا من قبلك يا مـحمد إلـى أمة من الأمـم، للدعاء إلـى توحيدنا والانتهاء إلـى أمرنا ونهينا، إلاَّ رجالاً من بنـي آدم نوحي إلـيهم وحينا لا ملائكة، يقول: فلـم نرسل إلـى قومك إلاَّ مثل الذي كنا نرسل إلـى من قَبلهم من الأمـم من جنسهم وعلـى منهاجهم. { فـاسْئَلُوا أهْلَ الذّكْرِ } يقول لـمشركي قريش: وإن كنتـم لا تعلـمون أن الذين كنا نرسل إلـى من قبلكم من الأمـم رجال من بنـي آدم مثل مـحمد صلى الله عليه وسلم وقلتـم هم ملائكة أي ظننتـم أن الله كلـمهم قبلاً، { فـاسْئَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ } وهم الذين قد قرأوا الكتب من قبلهم: التوراة والإنـجيـل، وغير ذلك من كتب الله التـي أنزلها علـى عبـاده.
تفسير جامع البيان في تفسير القرآن/ الطبري (ت 310 هـ) مصنف و مدقق

Allah SWT mengingatkan Nabi Muhammad SAW bahwa tidaklah Kami mengutus sebelum dirimu Y Muhammad kepada suatu umat untuk menyeru agar mentauhidkan kami serta menyempurnakan hingga ke perintah dan larangan – melainkan dia adalah seorang lelaki bani adam yang diwahyukan kepada mereka, bukan malaikat. Allah SWT juga berkata, dan tidak juga diutus ke kaummu kecuali seperti yang pernah kami utus ke kaum2 sebelum mereka kecuali dengan jenis dan manhaj/metode yang sama.

Continue reading

Bolehkah ada lebih dari satu jamaah dakwah (berbilang) ?

memahami QS 3:104 ..
وَلْتَكُن مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنْكَرِ وَأُوْلَـٰئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

maka muncul pertanyaan : Apakah makna { ولتكن منكم أمة } berarti hanya boleh hanya ada satu kelompok dakwah dan tidak boleh berbilang ?

Maka merujuk pada tafsirnya Imam Suyuthi – Durrul Mantsur tertulis disana :
“وأخرج ابن أبي حاتم عن مقاتل بن حيان في قوله { ولتكن منكم أمة } يقول: ليكن منكم قوم. يعني واحداً، أو إثنين، أو ثلاثة نفر فما فوق، ذلك أمة ”
Ibn abi Hatim dari Muqotil bin Hayyan mengatakan maksud dari ayat (Hendaklah dari kalian (ada) umat ) : Hendaknya ada dari kalian qoum yakni satu dua tiga kelompok atau lebih, itulah “umatun”

Jadi disini Imam Suyuthi menampilkan pendapat tentang bolehnya ada lebih dari satu kelompok ..

Biasanya pemahaman kelompok yang mengatakan tidak boleh berbilang itu dilandasi oleh ayat setelahnya yakni ..
وَلاَ تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَٱخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَاتُ ٌ
dan jangan kalian seperti orang yg berpecah2 dan berselisih setelah datangnya bayinat (penjelasan)

Namun kemudian yang menjadi masalah adalah adanya satu pemahaman : tidak boleh berbilang kelompok dan hanya ada satu kelompok saja dengan manhaj tertentu dan seluruh orang mesti mengikuti kelompok dengan manhaj tersebut. Hal ini akan diperparah bila kemudian diikuti dengan klaim  مِن بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَاتُ  yang dimaksud bayinat adalah yang dari mereka atau yang sesuai dg pemahaman mereka 

Bila pemahaman ini ujung2nya adalah hendaknya seluruh manusia berada pada satu jamaah tertentu saja, maka pendapat ini juga salah sebab ayat 3:104 itu sendiri jelas menyebutkan منكم (dari kalian), bukan semuanya ..

Imam Qurthuby dalam tafsirnya mengatakan makna makna min dalam ayat itu ada dua penafsiran, yang pertama للتبعيض yakni bermakna sebagian, yang kedua adalah  لبيان الجنس untuk menjelaskan jenis kelompok tsb. Namun menurut beliau yg rojih adalah makna sebagian.

Karena itu tidak diwajibkan semua orang masuk kelompok tersebut, cukup sebagian saja khususnya adalah para ulama yang memahami hukum2 agama. Hal ini juga menunjukkan bahwa amar ma’ruf nahi mungkar adalah fardhu kifayah .. 

wallahu a’lam ..
dnux 24 Mei 2015

Puisi : Teriaklah Merdeka …

merdeka … merdeka …
kita telah merdeka sodara sodara
mari teriak merdeka …
merdeka … merdeka …

Atas berkat rahmat Yang Maha Kuasa
kita berhasil usir mereka
dari negeri tercinta
dengan bambu runcing
yang dibawa jutaan pejuang
yang tak rela anak cucu terhina
lebih baik mati berkalang tanah

kaburlah kalian wahai penjajah
nanti bila tahun telah memasuk angka 1969
kalian boleh masuk negeri kami
tapi jangan membawa senjata
cukup sebagai investor yang budiman
akan kami sediakan lahan di darat dan di lautan
lengkap dengan jaminan keamanan
atau kalian cukup disana, di negeri kalian
beri saja kami hutang jangka panjang
kami pasti siap mencicil pokok dan bunganya

wahai sodara sodara sebangsa
jangan benci dan anti asing lagi
peluk erat mereka sebagai sahabat dekat
melebihi teman melayu cina india dan arab
lupakan ratusan tahun yang mereka buat
roda dunia harus terus berputar
jas merah .. sudah lusuh …

merdeka .. kita merdeka …
hore .. tak ada cambuk dan cemeti lagi
kita bebas bertani, berdagang dan belajar
bebas menyusun anggaran pembangunan
presiden dan DPR bisa bikin kesepakatan
kecuali hutang 109 trilliun harus dibayar kontan
senilai tiga kali dari dana pendidikan
atau depalan kali dari subsidi energi
puluhan kali dari anggaran persenjataan, kesehatan dan lain lain

merdeka … merdeka …
ayo teriaklah merdeka sodara sodara …
sebentar lagi pasar bebas dibuka ….

dnux 140809

Hadits Dhoif – Menasehati Penguasa Dengan Diam Diam

أحاديث ــ سرية النصيحة ــ رواية ودراية

Hadits menasehati dengan diam diam – riwayat dan diroyat

بسم الله الرحمن الرحيم

( أحاديث ــ سرية النصيحة ــ رواية ودراية )

أخرج أحمد في المسند (3/404) { جلد عياض بن غنم صاحب دارا ــ رجل من أهل الذمة ــ حين فتحت ، فأغلظ له هشام بن حكيم القول حتى غضب عياض ، ثم مكث ليالي فأتاه هشام فاعتذر إليه ، وقال هشام لعياض: ألم تسمع النبي ــ صلى الله عليه وسلم ــ يقول :” إن من أشد الناس عذاباً أشدهم عذاباً في الدنيا للناس “فقال عياض: ياهشام ألم تسمع رسول الله ــ صلى الله عليه وسلم ــ يقول ” من أراد أن ينصح لذي سلطان بأمر فلا يبد له علانية وليأخذ بيده فيخلو به فإن قبل منه فذاك وإلا كان قد أدى الذي عليه

Imam Ahmad dalam musnad 3/304 mengeluarkan hadits “Iyadh tengah menjlid seorang penduduk dari ahlu dzimah ketika penaklukan, maka Hisyam bin Hakim meninggikan suaranya (mengecamnya) hingga marahlah Iyadh. Selanjutnya (Hisyam) tinggal berapa malam kemudian mendatanginya (Iyadh) dan memperingatkan Hisyam : “Apakah engkau tidak mendengar bahwa Nabi SAW telah bersabda : Sesunggunya yang paling keras siksanya dihari kiamat adalah mereka yang paling keras siksanya di dunia kepada manusia” Maka Iyadpun berkata : “Ya Hisyam apakah engkau juga tidak mendengar bahwa rasulullah SAW bersabda : Siapa yang hendak menasehati penguasa maka jangan menampakkannya terang terangan, namun hendaklah menarik tangannya lalu menyendiri (menasehatinya). Kalau dia menerima maka itulah (yg diharapkan), dan bila dia menolak maka sungguh kau telah melaksanakan tugasmu”

وروى هذا الحديث ابن أبي عاصم في السنة (2/521) بثلاثة طرق كلها لم تصح ، الأول منها في إسناده ــ كما هو في المسند ومعرفة الصحابة لأبي نعيم (4/18) ــ شرحبيل بن عبيد الحضرمي تابعي ثقة يرسل كثيراً ( التقريب 1/349) ، وفيه أيضاً بقية بن الوليد له غرائب ومناكير لا يحتج به ( الميزان 1/339)

Yang meriwayatkan hadits ini adalah Abi Ashim di sunnahnya (2/251) dengan tiga jalur yang semuanya tidak sahih. Yang pertama dari sanadnya sebagaimana di musnad dan diketahui dari Sahabat dari Abu Hatim (4/18) Syuraih bin ‘Ubaid Al Hadlromi tabiin tsiqoh namun kebanyakan mursal (taqrib 1/349) dan disana juga ada baqyah bin walid yang padanya sering ghoring dan mungkar dan tidak bisa digunakan sebagai hujah “

artikel baru April 2017 : Umar RA mengkritik penguasa terang-terangan, tidak sembunyi-sembunyi Continue reading

Hukum meletakkan AlQuran di Lantai / Tanah

Hukum Meletakkan AlQuran di Tanah/Lantai menurut Syaikh Utsaimin & Bin Baz + Hukum Menghormati Mushaf AlQuran oleh Imam Nawawy dalam Kitab Tibyan …

Hukum meletakkan AlQuran di Lantai (1)

Jawaban Syaikh Utsaimin

مما لا شك فيه أن القرآن كلام الله عز وجل تكلم به سبحانه وتعالى ونزل به جبريل الأمين على قلب رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنه يجب على المسلم احترامه وتعظيمه ولهذا لا يجوز للمسلم أن يمس القرآن إلا وهو طاهر من الحدثين الأصغر والأكبر ولا يجوز أن يوضع القرآن في مكان يكون فيه إهانة له وأما وضع القرآن على الأرض أثناء السجود للمصلى فلا بأس بذلك لأنه ليس فيه إهانة لكنه يجب أن يبعد عن ما يقرب من القدمين بمعنى أنه لا ينبغي بل لا يجوز أن يضعه الإنسان عند قدمه وهو قائم مثلا وإنما يجعله بين يديه أو قدام موضع سجوده كذلك أيضا لا يجوز أن يوضع بين النعال كما لو كان الناس يضعون نعالهم في مكان فيأتي هذا الإنسان ويضعه بين النعال فإن هذا لا يجوز لأنه إهانة للقرآن الكريم.

Terjemah bebas :  Tidak diragukan lagi bahwa AlQuran adalah kalamullah azza wajalla dimana Allah SWT berkalam dan menurunkannya melalui Jibril AS kepada rasulullah SAW dan bahwasanya wajib atas umat Islam untuk menghormati dan mengagungkannya. Karena itu maka tidak boleh bagi umat Islam untuk memegang AlQuran kecuali dia telah suci dari hadats kecil apalagi dari hadats besar. Tidak diperbolehkan juga untuk meletakkan AlQuran di tempat yang menyebabkan kehinaan padanya. Sedangkan meletakkan AlQuran ketika sujud (sedang sholat) maka tidak mengapa, sebab hal itu bukan bentuk penghinaan. Akan tetapi wajib bagi dia untuk menjauhkan agar pelewat dari AlQuran yang diletakkan di lantai tsb. Bahkan tidak boleh seorang menempatkan AlQuran dikakinya sedangkan dia berdiri, seharusnya dia letakkan didepannya atau didepan tempat sujudnya. Demikian juga tidak boleh untuk meletakkan AlQuran ditempat sandal yang biasanya orang orang meletakkan sandalnya disitu. Sebab hal ini merupakan bentuk dari penghinaan kepada AlQuran. Sumber : http://www.nquran.com/index.php?group=view&rid=2379

Hukum meletakkan AlQuran di Lantai (2)

Jawaban Syaikh bin Baz :

Continue reading

Politik Air untuk Mengusir Israel Tanpa Senjata

Balikpapan 20 November 2012 – DwiNugroho

Sebagaimana daerah timur tengah umumnya, Israel juga berada di daerah sulit air yang secara geogrfis memang sulit air. Kesulitan itu lebih parah lagi karena hakekatnya negara tersebut dikungkung oleh negara2 tetangga yang merupakan daerah sumber air.

Sumber air bersih Israel :

Sumber Convensional (alami) :

  1. Ground water dari Coastal Acuifer + Mountain Basin – terbesar
  2. Danau Tiberias / Laut Galiela yang airnya mengalir dari Suriah via dataran Golan – bukan utama tapi relatif paling mudah
  3. Sungai2 kecil yang merupakan mengalir dari Mt Lebanon atau kunung2 kecil sepanjag Tepi Barat seperti Mt Ebal, Mt Gerizim, Mt Gilboa, Mt Tabor
  4. Sumber non Convensional
  5. Artificial ground water recharge
  6. Reclaimed Water (re-use water) untuk pertanian
  7. Desalination air laut

Ada juga sumber air yang besar namun tidak bisa digunakan sebagai air bersih yaitu Laut Mati karena airnya asin (33.7% salinity)

Continue reading