Absurditas Penolakan Penuntasan Penistaan Islam dengan menggunakan Hadits Palsu Hubbul Wathon Minal Iman

Argumen yang sering digunakan oleh sebagian masyarakat yang tidak menghendaki diterapkannya hukum Islam ungkapansuk tuntuan hukuman kepada Ahok yang dilaporkan menista Islam diantaranya dengan mengusung ungkapan “حب الوطن من الإيمان ” atau “Hubbul Wathon minal Iman” atau “Cinta Tanah Air adalah Sebagian dari Iman”. Pengusungan ungkapan Hubbul Wathon minal Iman juga muncul untuk melawan aksi GNPF MUI yang mengawal pelaksanaan fatwa MUI 11 Oktober 2016 tentang penodaan AlQuran dan Ulama oleh gubernur DKI pada waktu itu : Ahok.

Perlawanan terhadap gerakan GNPF MUI dengan mengunakan ungkapan “Hubbul Wathon minal Iman” ini setidaknya ada mengandung tiga kesalahan/kelemahan.

Pertama, dari segi sumber dalil.

  • Semua ahli hadits mengakatan bahwa ungkapan Hubbul wathon minal iman bukanlan hadits dan tidak tepat juga untuk disebuh sebut sebagai hadits karena memang tidak ada asal-usul dan sanadnya yang bisa sampai kepada Rasulullah SAW. Tidak bisa dicari dalam kitab hadits manapun ! Dan karena bukan hadits, maka ungkapan tersebut tidak bisa dijadikan landasan beraktivitas seorang muslim.
  • Hubbul wathon minal iman-pun juga bukan kaedah fiqih. Kalaulah ungkapan itu adalah sebuah qoidah fiqhiyah dan qoidah tersebut disebut disepakati oleh para imam/ulama, maka masih bisa dipertimbangkan untuk digunakan selama batasan-batasannya (dowabit)-nya terpenuhi. Namun pada faktanya ungkapan Hubbul Wathon minal Iman juga tidak akan dijumpai ada di dalam buku Qowaid Fiqhyiah manapun.

Kesimpulannya, secara argumentasi dalil ungkapan hubbul wathon minal iman tidak bisa digunakan sebagai landasan perbuatan umat Islam karena bukan dalil ataupun juga kaedah fiqih yang bisa berimplikasi pada petunjuk pelaksanaan hukum.

Continue reading

Advertisements

Kliping Berita – Menjelang Kelahiran Kerajaan Arab Saudi

Kliping berita :  Ibn Saud menaklukkan Madinah Desember 1925 dari tangan Raja Ali bin Hussain sebagai respon dari upaya Syarif Hussain mengangkat dirinya menjadi khalifah setelah sebelumnya berkhianat ke Turki Utsmani dengan memerdekakan Hijaz th 1915. Bulan Januari 1926 Abdul Aziz Ibn Saud – Sultan Najed – mengumumkan dirinya sebagai kepala kerajaan Hejaz dan nantinya th 1932 Hejaz dan Najed (+Asir) akan dilebur menjadi kerajaan baru : ARAB SAUDI

menjelang-kelahiran-saudi-arabia

ARABIAN WAR: MEDINA CAPTURE.
IBU SAUD’S SUCCESS Continue reading

Treatment of Jews and Christians as citizens of a true Islamic State

by Dwi P Nugroho (July 1st, 2016)

Allah created mankind as the descendants of Adam and Eve. And as the population growth and spread around the world, they organized their selves into tribes and peoples. Latter on they established a state based on their believe or ideology. There were a Buddha kingdom, Christian kingdom, and Islamic state that established by a religion and for now, most of states are based on nationality or ideology such as Indonesia, Malaysia, Saudi Arabia, America, Britain, China and else.

If the state is established based on a specific religion, nationality and ideology, it doesn’t mean there are no others religion, nationality or ideology in the state. An Islamic state doesn’t mean all the citizenship are Muslim, in an nation state Indonesia there are also non Indonesians native citizens  and in a communism state China there are also many of capitalist and liberal persons.

Islamic state is a state which the government based on the application of  sharia or the implementation of Islamic Laws are prominent in the daily life and all regulations applied are based on the Islamic principles. Islamic state first model are Madinah state established by Rasulullah where Muslim and non Muslims inside or around Madinah are bond in the so called Constitution of Madinah that promulgated by Rasulullah his self. Continue reading

Mother Aisha RAh contribution to the science of Hadeeth

Aisha RA born in Makkah 614 C.E or 9 years before Hijri. She is daughter of Abu Bakr Siddique RA the most beloved of companion of Rasulullah. Her mother was Umm Roman RA. She was grew in a honorable family that away from jahiliya tradition and Rasulullah already knew her very well during her grew.

After the year of sadness, Abu Bakar as suggested by Khawlaah (wife of Uthman RA) propose Aisha to Rasulullah. Khalid and Abdel noticed (2003) that Rasulullah PBUH married her after according to Allah command. Narrated by Bukhari and Muslim that Rasulullah saw her in his dream and told by an angel if she is his wife. The marriage is conducted in Shawal after the Battle of Badr and both lived in a small house which consisted a room beside the mosque. Aisha RA lived with Rasulullah for approximately nine years. Rasulullah often called her with “Humaira” or little reddish.

Aisha RA then become the most person who knew well everything that Rasulullah did in his (PBUH) private live particularly in the domestic life, inside the house. He knew very well how Rasulullah communicate and interact with her and also with other Rasulullah wives. He witness that Rasulullah keep himself busy serving his family until the time of prayer (Bukhari) . She involved in many Rasulullah events so latter on she will become important source hadith and important source for legal woman activities which allowed or forbidden during menstruation. She was the important of information source how a husband should be treat his wife and the maids mannerly just like Rasulullah PBUH. Continue reading

Bertanyalah kepada Ahlul Dzikri. Mengapa bukan ke Ahlul Ilmi ?

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِيۤ إِلَيْهِمْ فَٱسْأَلُواْ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنْتُم لاَ تَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (QS An-Nahl:43)

Makna Ahlul Dzikri

Secara ringkas di Tafsir Jalalayn dikatakan bahwa
 فَٱسئَلُواْ أَهْلَ ٱلذّكْرِ } العلماء بالتوراة والإِنجيل} ahludz dzikri adalah ulama yang menguasai taurot dan injil.

Di dalam tafsir Thobary dikatakan :
يقول تعالـى ذكره لنبـيه مـحمد صلى الله عليه وسلم: وما أرسلنا من قبلك يا مـحمد إلـى أمة من الأمـم، للدعاء إلـى توحيدنا والانتهاء إلـى أمرنا ونهينا، إلاَّ رجالاً من بنـي آدم نوحي إلـيهم وحينا لا ملائكة، يقول: فلـم نرسل إلـى قومك إلاَّ مثل الذي كنا نرسل إلـى من قَبلهم من الأمـم من جنسهم وعلـى منهاجهم. { فـاسْئَلُوا أهْلَ الذّكْرِ } يقول لـمشركي قريش: وإن كنتـم لا تعلـمون أن الذين كنا نرسل إلـى من قبلكم من الأمـم رجال من بنـي آدم مثل مـحمد صلى الله عليه وسلم وقلتـم هم ملائكة أي ظننتـم أن الله كلـمهم قبلاً، { فـاسْئَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ } وهم الذين قد قرأوا الكتب من قبلهم: التوراة والإنـجيـل، وغير ذلك من كتب الله التـي أنزلها علـى عبـاده.
تفسير جامع البيان في تفسير القرآن/ الطبري (ت 310 هـ) مصنف و مدقق

Allah SWT mengingatkan Nabi Muhammad SAW bahwa tidaklah Kami mengutus sebelum dirimu Y Muhammad kepada suatu umat untuk menyeru agar mentauhidkan kami serta menyempurnakan hingga ke perintah dan larangan – melainkan dia adalah seorang lelaki bani adam yang diwahyukan kepada mereka, bukan malaikat. Allah SWT juga berkata, dan tidak juga diutus ke kaummu kecuali seperti yang pernah kami utus ke kaum2 sebelum mereka kecuali dengan jenis dan manhaj/metode yang sama.

Continue reading

Bolehkah ada lebih dari satu jamaah dakwah (berbilang) ?

memahami QS 3:104 ..
وَلْتَكُن مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنْكَرِ وَأُوْلَـٰئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

maka muncul pertanyaan : Apakah makna { ولتكن منكم أمة } berarti hanya boleh hanya ada satu kelompok dakwah dan tidak boleh berbilang ?

Maka merujuk pada tafsirnya Imam Suyuthi – Durrul Mantsur tertulis disana :
“وأخرج ابن أبي حاتم عن مقاتل بن حيان في قوله { ولتكن منكم أمة } يقول: ليكن منكم قوم. يعني واحداً، أو إثنين، أو ثلاثة نفر فما فوق، ذلك أمة ”
Ibn abi Hatim dari Muqotil bin Hayyan mengatakan maksud dari ayat (Hendaklah dari kalian (ada) umat ) : Hendaknya ada dari kalian qoum yakni satu dua tiga kelompok atau lebih, itulah “umatun”

Jadi disini Imam Suyuthi menampilkan pendapat tentang bolehnya ada lebih dari satu kelompok ..

Biasanya pemahaman kelompok yang mengatakan tidak boleh berbilang itu dilandasi oleh ayat setelahnya yakni ..
وَلاَ تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَٱخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَاتُ ٌ
dan jangan kalian seperti orang yg berpecah2 dan berselisih setelah datangnya bayinat (penjelasan)

Namun kemudian yang menjadi masalah adalah adanya satu pemahaman : tidak boleh berbilang kelompok dan hanya ada satu kelompok saja dengan manhaj tertentu dan seluruh orang mesti mengikuti kelompok dengan manhaj tersebut. Hal ini akan diperparah bila kemudian diikuti dengan klaim  مِن بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَاتُ  yang dimaksud bayinat adalah yang dari mereka atau yang sesuai dg pemahaman mereka 

Bila pemahaman ini ujung2nya adalah hendaknya seluruh manusia berada pada satu jamaah tertentu saja, maka pendapat ini juga salah sebab ayat 3:104 itu sendiri jelas menyebutkan منكم (dari kalian), bukan semuanya ..

Imam Qurthuby dalam tafsirnya mengatakan makna makna min dalam ayat itu ada dua penafsiran, yang pertama للتبعيض yakni bermakna sebagian, yang kedua adalah  لبيان الجنس untuk menjelaskan jenis kelompok tsb. Namun menurut beliau yg rojih adalah makna sebagian.

Karena itu tidak diwajibkan semua orang masuk kelompok tersebut, cukup sebagian saja khususnya adalah para ulama yang memahami hukum2 agama. Hal ini juga menunjukkan bahwa amar ma’ruf nahi mungkar adalah fardhu kifayah .. 

wallahu a’lam ..
dnux 24 Mei 2015

Puisi : Teriaklah Merdeka …

merdeka … merdeka …
kita telah merdeka sodara sodara
mari teriak merdeka …
merdeka … merdeka …

Atas berkat rahmat Yang Maha Kuasa
kita berhasil usir mereka
dari negeri tercinta
dengan bambu runcing
yang dibawa jutaan pejuang
yang tak rela anak cucu terhina
lebih baik mati berkalang tanah

kaburlah kalian wahai penjajah
nanti bila tahun telah memasuk angka 1969
kalian boleh masuk negeri kami
tapi jangan membawa senjata
cukup sebagai investor yang budiman
akan kami sediakan lahan di darat dan di lautan
lengkap dengan jaminan keamanan
atau kalian cukup disana, di negeri kalian
beri saja kami hutang jangka panjang
kami pasti siap mencicil pokok dan bunganya

wahai sodara sodara sebangsa
jangan benci dan anti asing lagi
peluk erat mereka sebagai sahabat dekat
melebihi teman melayu cina india dan arab
lupakan ratusan tahun yang mereka buat
roda dunia harus terus berputar
jas merah .. sudah lusuh …

merdeka .. kita merdeka …
hore .. tak ada cambuk dan cemeti lagi
kita bebas bertani, berdagang dan belajar
bebas menyusun anggaran pembangunan
presiden dan DPR bisa bikin kesepakatan
kecuali hutang 109 trilliun harus dibayar kontan
senilai tiga kali dari dana pendidikan
atau depalan kali dari subsidi energi
puluhan kali dari anggaran persenjataan, kesehatan dan lain lain

merdeka … merdeka …
ayo teriaklah merdeka sodara sodara …
sebentar lagi pasar bebas dibuka ….

dnux 140809