Something inside my minds

Hadits Dhoif – Menasehati Penguasa Dengan Diam Diam

Posted by dnux on July 25, 2013

أحاديث ــ سرية النصيحة ــ رواية ودراية

Hadits menasehati dengan diam diam – riwayat dan diroyat

بسم الله الرحمن الرحيم

( أحاديث ــ سرية النصيحة ــ رواية ودراية )

أخرج أحمد في المسند (3/404) { جلد عياض بن غنم صاحب دارا ــ رجل من أهل الذمة ــ حين فتحت ، فأغلظ له هشام بن حكيم القول حتى غضب عياض ، ثم مكث ليالي فأتاه هشام فاعتذر إليه ، وقال هشام لعياض: ألم تسمع النبي ــ صلى الله عليه وسلم ــ يقول :” إن من أشد الناس عذاباً أشدهم عذاباً في الدنيا للناس “فقال عياض: ياهشام ألم تسمع رسول الله ــ صلى الله عليه وسلم ــ يقول ” من أراد أن ينصح لذي سلطان بأمر فلا يبد له علانية وليأخذ بيده فيخلو به فإن قبل منه فذاك وإلا كان قد أدى الذي عليه

Imam Ahmad dalam musnad 3/304 mengeluarkan hadits “Iyadh tengah menjlid seorang penduduk dari ahlu dzimah ketika penaklukan, maka Hisyam bin Hakim meninggikan suaranya (mengecamnya) hingga marahlah Iyadh. Selanjutnya (Hisyam) tinggal berapa malam kemudian mendatanginya (Iyadh) dan memperingatkan Hisyam : “Apakah engkau tidak mendengar bahwa Nabi SAW telah bersabda : Sesunggunya yang paling keras siksanya dihari kiamat adalah mereka yang paling keras siksanya di dunia kepada manusia” Maka Iyadpun berkata : “Ya Hisyam apakah engkau juga tidak mendengar bahwa rasulullah SAW bersabda : Siapa yang hendak menasehati penguasa maka jangan menampakkannya terang terangan, namun hendaklah menarik tangannya lalu menyendiri (menasehatinya). Kalau dia menerima maka itulah (yg diharapkan), dan bila dia menolak maka sungguh kau telah melaksanakan tugasmu”

وروى هذا الحديث ابن أبي عاصم في السنة (2/521) بثلاثة طرق كلها لم تصح ، الأول منها في إسناده ــ كما هو في المسند ومعرفة الصحابة لأبي نعيم (4/18) ــ شرحبيل بن عبيد الحضرمي تابعي ثقة يرسل كثيراً ( التقريب 1/349) ، وفيه أيضاً بقية بن الوليد له غرائب ومناكير لا يحتج به ( الميزان 1/339)

Yang meriwayatkan hadits ini adalah Abi Ashim di sunnahnya (2/251) dengan tiga jalur yang semuanya tidak sahih. Yang pertama dari sanadnya sebagaimana di musnad dan diketahui dari Sahabat dari Abu Hatim (4/18) Syuraih bin ‘Ubaid Al Hadlromi tabiin tsiqoh namun kebanyakan mursal (taqrib 1/349) dan disana juga ada baqyah bin walid yang padanya sering ghoring dan mungkar dan tidak bisa digunakan sebagai hujah “

artikel baru April 2017 : Umar RA mengkritik penguasa terang-terangan, tidak sembunyi-sembunyi Read the rest of this entry »

Posted in darul islam, darul kufur, hizbut tahrir, manhaj, pencerahan | Leave a Comment »

Hukum meletakkan AlQuran di Lantai / Tanah

Posted by dnux on March 4, 2013

Hukum Meletakkan AlQuran di Tanah/Lantai menurut Syaikh Utsaimin & Bin Baz + Hukum Menghormati Mushaf AlQuran oleh Imam Nawawy dalam Kitab Tibyan …

Hukum meletakkan AlQuran di Lantai (1)

Jawaban Syaikh Utsaimin

مما لا شك فيه أن القرآن كلام الله عز وجل تكلم به سبحانه وتعالى ونزل به جبريل الأمين على قلب رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنه يجب على المسلم احترامه وتعظيمه ولهذا لا يجوز للمسلم أن يمس القرآن إلا وهو طاهر من الحدثين الأصغر والأكبر ولا يجوز أن يوضع القرآن في مكان يكون فيه إهانة له وأما وضع القرآن على الأرض أثناء السجود للمصلى فلا بأس بذلك لأنه ليس فيه إهانة لكنه يجب أن يبعد عن ما يقرب من القدمين بمعنى أنه لا ينبغي بل لا يجوز أن يضعه الإنسان عند قدمه وهو قائم مثلا وإنما يجعله بين يديه أو قدام موضع سجوده كذلك أيضا لا يجوز أن يوضع بين النعال كما لو كان الناس يضعون نعالهم في مكان فيأتي هذا الإنسان ويضعه بين النعال فإن هذا لا يجوز لأنه إهانة للقرآن الكريم.

Terjemah bebas :  Tidak diragukan lagi bahwa AlQuran adalah kalamullah azza wajalla dimana Allah SWT berkalam dan menurunkannya melalui Jibril AS kepada rasulullah SAW dan bahwasanya wajib atas umat Islam untuk menghormati dan mengagungkannya. Karena itu maka tidak boleh bagi umat Islam untuk memegang AlQuran kecuali dia telah suci dari hadats kecil apalagi dari hadats besar. Tidak diperbolehkan juga untuk meletakkan AlQuran di tempat yang menyebabkan kehinaan padanya. Sedangkan meletakkan AlQuran ketika sujud (sedang sholat) maka tidak mengapa, sebab hal itu bukan bentuk penghinaan. Akan tetapi wajib bagi dia untuk menjauhkan agar pelewat dari AlQuran yang diletakkan di lantai tsb. Bahkan tidak boleh seorang menempatkan AlQuran dikakinya sedangkan dia berdiri, seharusnya dia letakkan didepannya atau didepan tempat sujudnya. Demikian juga tidak boleh untuk meletakkan AlQuran ditempat sandal yang biasanya orang orang meletakkan sandalnya disitu. Sebab hal ini merupakan bentuk dari penghinaan kepada AlQuran. Sumber : http://www.nquran.com/index.php?group=view&rid=2379

Hukum meletakkan AlQuran di Lantai (2)

Jawaban Syaikh bin Baz :

Read the rest of this entry »

Posted in akhlaq, al-quran, ilmu, islam, sholat | 3 Comments »

Politik Air untuk Mengusir Israel Tanpa Senjata

Posted by dnux on November 20, 2012

Balikpapan 20 November 2012 – DwiNugroho

Sebagaimana daerah timur tengah umumnya, Israel juga berada di daerah sulit air yang secara geogrfis memang sulit air. Kesulitan itu lebih parah lagi karena hakekatnya negara tersebut dikungkung oleh negara2 tetangga yang merupakan daerah sumber air.

Sumber air bersih Israel :

Sumber Convensional (alami) :

  1. Ground water dari Coastal Acuifer + Mountain Basin – terbesar
  2. Danau Tiberias / Laut Galiela yang airnya mengalir dari Suriah via dataran Golan – bukan utama tapi relatif paling mudah
  3. Sungai2 kecil yang merupakan mengalir dari Mt Lebanon atau kunung2 kecil sepanjag Tepi Barat seperti Mt Ebal, Mt Gerizim, Mt Gilboa, Mt Tabor
  4. Sumber non Convensional
  5. Artificial ground water recharge
  6. Reclaimed Water (re-use water) untuk pertanian
  7. Desalination air laut

Ada juga sumber air yang besar namun tidak bisa digunakan sebagai air bersih yaitu Laut Mati karena airnya asin (33.7% salinity)

Read the rest of this entry »

Posted in darul islam, israel, jihad | 1 Comment »

Alternatif Permodalan untuk Kegiatan Mudhorobah (Kerjasama Bagi Hasil/Rugi)

Posted by dnux on May 8, 2012

Bolehkah mudhorib mendhorobahkan uang shahibul mal ? atau Bolehkan pengelola menginvestasikan uang pemodal kepada orang lain ?

Mudhorobah (Kerjasama Bagi Hasil/Rugi) adalah aqad mengikat antara pemodal dengan pengelola untuk kegiatan bisnis tertentu baik itu perdagangan ataupun untuk usaha produktif lainnya seperti peternakan, industri dan lain sebagainya dengan ketentuan bagi untung ruginya antar kedua belah pihak

Mudhorobah sangat bermanfaat bagi pihak pengelola – yang tidak punya atau kekurangan dana untuk menjalankan atau mengekspansi usahanya – ataupun bagi mereka yang memiliki uang namun tidak pandai dalam menjalankannya.

Prinsip berbisnis : Bila usaha rugi terus jangan diulang2 lagi, lebih baik diinvestasikan ke mereka yang usahanya untung terus namun kekurangan modal itung-itung disamping mendapat keuntungan bagi hasil dapat pula untuk mempelajari bagaimana cara mengelola usaha supaya untung terus

KETAQWAAN DALAM MENCARI MODAL USAHA

Pengusaha yang bertaqwa dan peduli darimana sumber hartanya tentu akan berhati-hati dalam memilih sumber modal. Mereka tidak akan mencari sumber dana dengan cara berhutang ribawi yang tidak peduli bagaimana keadaan bisnis berjalan yang penting penghutang dapat untung sekian persen dari yang disepakti. Pengusaha yang bertaqwa akan mencari sumber modal yang mau diajak bagi hasil atau bagi rugi. Mereka tidak akan resah karena setiap dia tahu setiap usaha yang dijalani dengan berhati-hati tetap saja mengandung potensi rugi

1. MODAL DARI SATU ORANG PEMODAL 

Untuk kegiatan yang sederhana dan tidak membutuhkan modal banyak seorang pengusaha bisa saja mendapatkan dana dari seorang pemodal lalu membuat aqad modhorobah.

2. MENCARI PEMODAL TERPISAH UNTUK SETIAP ITEM KEGIATAN

Read the rest of this entry »

Posted in bisnis islami, ekonomi islam, kapitalisme | Leave a Comment »

Tafsir QS Al-Baqarah 273 : Mereka yang tidak meminta-minta

Posted by dnux on April 29, 2012

(272)
ﺀﺍﺮﻘﻔﻠﻟ ﺍﻭﺮﺼﺣﺃ ﻦﻳﺬﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻞﻴﺒﺳ ﻲﻓ ﺎﺑﺮﺿ ﻥﻮﻌﻴﻄﺘﺴﻳ ﻻ
ﻲﻓ ﻢﻬﻓﺮﻌﺗ ﻒﻔﻌﺘﻟﺍ ﻦﻣ ﺀﺎﻴﻨﻏﺃ ﻞﻫﺎﺠﻟﺍ ﻢﻬﺒﺴﺤﻳ ﺽﺭﻷﺍ
ﻢﻫﺎﻤﻴﺴﺑ ﻻ ﻥﻮﻟﺄﺴﻳ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﺎﻓﺎﺤﻟﺇ ﺎﻣﻭ ﺍﻮﻘﻔﻨﺗ ﻦﻣ ﺮﻴﺧ
273)ﻢﻴﻠﻋ ﻪﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﻥﺈﻓ)
T
(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang
terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak
dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu
menyangka mereka orang kaya karena
memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal
mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka
tidak meminta kepada orang secara mendesak.
Dan apa saja harta yang baik yang kamu
nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya
Allah Maha Mengatahui.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Paket Internet Simpati dll

Posted by dnux on March 30, 2012

*sesekali nulis ringan  …

Buat yg punya device galaxy & htc bisa dg Rp 50.000 bisa dapet unlimited dg dial ke *253#

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Apakah Makkah saat ini adalah Darul Islam ? Bagaimana dengan Saudi Arabia ?

Posted by dnux on February 29, 2012

(Artikel belum selesai)

Judul di atas sekaligus adalah sebuah pertanyaan muncul ketika petugas kultum menyampaikan hadits

لا هجرة بعد الفتح ولكن جهاد ونية

Tidak ada lagi hijrah setelah Fathul Makkah, melainkan (yang tinggal) adalah  jihad dan niat” (Muttafaqun ‘alayh)

lalu si kultumer juga mebacakan syarah yang kalau tidak salah adalah tulisah Syekh Iyad Hilali yang menyampaikan bahwa Makkah hingga saat ini adalah Darul Islam. Penasaran dengan hal itu maka saya (dnux) menocoba membuka syarah namun yang ketemu adalah dari Syekh Utsaimin yang isnyaAllah pemahaman keislamannya hampir sama dengan Syekh Hilali dan mendapatkan keterangan berikut :

وفي هذا دليل على أن مكة لن تعود لتكون بلاد كفر، بل ستبقى بلاد إسلام إلى أن تقوم الساعة، أو إلى أن يشاء الله

yang insyaAllah terjemahannya (secara bebas) “dan berdasarkan dalil ini maka Makkah tidak akan pernah kembali menjadi Darul Kufur akan tetapi akan tetap kekal menjadi Darul Islam hingga hari Kiamat atau hingga waktu yang dikehendaki Allah SWT” sumber :  http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_18002.shtml

disini  Syaikh Utsaimin telah berani dengan tegas menyatakan bahwa Makkah tidak akan berubah selalu menjadi DArul Islam sejak Futuh Makkah dan selamanya tidak akan menjadi Darul Kufur lagi.

Lalu saya membayangkan barangkali betapa teman2 salafy ngotot menyatakan Sasudi Arabia adalah Darul Islam mungkin karena imbas pemahaman dari hadits ini. Andaikan iya, maka mungkin sebenarnya pembahasan bisa dipecah menjadi dua yaitu :

  1. Makkah selamanya Darul Islam
  2. Status Saudi Arabia mengikuti status Makkah yaitu selamanya Darul Islam ?

Tentu saya yang bodoh ini tidak berani melawan pendapat itu, dan hanya bisa ditengah2 kesibukan bekerja, berusaha untuk menggali pendapat para Ulama khususnya para ahlul hadits terhadap hal tersebut. InsyaAllah  …

bila ada saudara/i yang bisa memberi saya masukkan/rujukan baik yang mendukung atau menentang pendapat Syaikh Utsaimin boleh langsung kirimkan saya link ke artikel tersebut

Jazakallahu & Wassalam

Posted in aqidah, hadits | 11 Comments »

Tidak jelasnya hukum syara tentang menabung di Bank Syariah !!!

Posted by dnux on January 31, 2012

Hehehe … provokatif banget judulnya. Tapi memang begitu, jangan menabung di bank syariah sampai anda tahu benar makna tabungan atau menabung itu sendiri. Kalau menabung di celengan rumah atau di bawah bantal sudah jelas, yaitu menaruh di tempat kita sendiri, tidak melibatkan orang lainnya sehingga tidak masuk dalam cakupan istilah muamalah. Kalau menabung di bank Ribawi yang dengan bunga, tentu gak usah dibahas panjang lebar disini, cukup satu kata : Haram ! (yang ngotot halal ya silahkan saja mempertanggung-jawabkan pendapatnya tersebut di hari kiamat) [ notes : saya garis bawahi kemudian di bold kata2 “yang dengan bunga”, sebab ternyata ada Bank Ribawi yang bisa menghapuskan item riba, untuk detailnya tanyakan pada CS bank tsb apakah bisa menghapus item riba-nya]

Sedangkan “menabung” di bank itu tentu melibatkan pihak kedua yaitu bank itu sendiri sehingga terkategori sebagai aktivitas muamalah. Dalam muamalah harus jelas hukumnya, apakah menabung di bank masuk kategori (1) menitipkan uang ke Bank ? atau (2) meminjamkan uang kepada Bank ? atau (3)  menghutangi si Bank ? atau  (4) menginvestasikan uang untuk diolah bank tersebut ?

Semisal seorang laki dan wanita berumah tangga, harus jelas apakah aktivitas ber-rumah tangga itu merupakan nikah atau sekedar kumpul kebo. Jadi istilah berumah tangga itu sendiri harus jelas aktivitasnya, karena beda aktivitas tentu beda konsukuensinya.

Demikian pula dalam “menabung”, konsukuensi (hak/kewajiban) antara menitipkan tentu berbeda dengan menghutangi. Barangkali diantara kita ada yang berkata : “kan sama saja, yang penting naruh uang lalu kembali sejumlah itu + keuntungannya”. Ya, ini adalah akibat dari pemikiran yang tidak tahu atau tidak peduli bagaimana Syariat Islam mengatur masalah muamalah, karena walupun sama-sama menghasilkan anak yang membahagiaan rumah tangga, namun nikah dan kumpul kebo tentu beda hukum dan konsukuensi di dunia dan di akherat.

Tulisan ringkas ini mencoba menyajikan mendetailkan makna terselubung dari istilah menabung serta sedikit menyajikan konsukuensi dari beberapa hukum muamalah yang biasanya dianggap orang masuk dalam pengertian menabung :

1.    Menitipkan

Dalam fiqh, akad mentipkan disebut sebagai akad Wadi’ah yaitu “Akad yang dilaksanakan untuk menjaga sesuatu yang dititipkan”. Akad ini pada dasarnya adalah akad tolong menolong, bukan akad imbal jasa dengan upah (ijaroh)

Read the rest of this entry »

Posted in bisnis islami, ekonomi islam, kapitalisme, pencerahan | 3 Comments »